Sejak ibumu berkata seperti itu, ayah jadi semakin yakin kalau ibumu juga merasakan perasaan yang sama seperti yang selama ini ayah rasakan untuknya.
Tak henti-hentinya ayah tersenyum di kelas sampai ditegur oleh guru. Namun ayah tidak peduli, yang ada di otak ayah saat itu hanya ibumu.
Sepulang sekolah pun ayah bertambah bahagia karena melihat ibumu sendirian menunggu hujan reda di sekolah. Ia diam saja sambil menatap tetesan air hujan.
Ayah tidak menyiakan kesempatan dan langsung menghampiri ibumu, "Hey, sedang apa? Menunggu jemputan?" sapa ayah yang langsung disambut antusias dengan senyuman ibumu.
"Iya Ash, karena Mr. Brendon tidak masuk hari ini jadi aku dijemput oleh ibuku, mungkin akan lama karena beliau orang yang sibuk."
Tidak menyiakan kesempatan lagi, ayah pun menawarinya untuk pulang bersama. Awalnya ibumu menolak namun ia akhirnya mau karena paksaan ayah.
Ayah memanggil taxi. Kami berdua masuk ke dalam taxi menuju ke rumah ibumu. Tidak ada yang berbicara saat kami sudah berada di dalam sampai ayah memberanikan diri.
"Ehm—bry, sebenarnya untuk apa bakti sosial kemarin-kemarin?"
"Untuk membantu rumah sakit kanker di Afrika. Disana masih minim sekali obat-obatan, jadi sebisa mungkin semua barang yang disumbangkan kita jual dan uangnya akan disalurkan ke rumah sakit itu. memakai rekening ibuku kok. Dan syukurlah karena kita bisa sedikit membantu."
Itulah yang membuat ayah semakin kagum pada ibumu.
Hatinya begitu putih.
Ia sangat memikirkan sesamanya.
"Dan tentang jatuh cinta, kenapa kau menanyakan tentang jatuh cinta padaku?" tanya ayah yang sudah tidak bisa menahannya lagi.
"Karena aku sedang jatuh cinta pada seseorang Ash."
Perkataan ibumu membuat ayah semakin merasa tidak berguna di dunia ini. Karena baru saja ayah menyadari bahwa ayah sedang jatuh cinta pada ibumu dan sekarang dia bilang bahwa dia sedang jatuh cinta pada seseorang.
"Si—siapa?"
Dan pertanyaan itu tidak mendapatkan jawaban karena taxi sudah berhenti di depan rumah ibumu. Ia segera turun dan mengucapkan terima kasih lalu kemudian pergi begitu saja.
Itulah bagaimana rasanya jatuh cinta nak.
Dimana ayah baru saja merasa senang dan mendapat jawaban atas apa yang selama ini ayah rasakan, ibumu tiba-tiba saja berkata bahwa ia sedang jatuh cinta.
Ayah tidak tau siapa orang itu.
Ayah yakin orang itu bukanlah ayah, entah kenapa ayah yakin sekali.
Hingga selama perjalanan pulang ke rumah yang ayah lakukan hanyalah berdiam diri sambil menahan tangis.
Padahal ayah sendiri tidak tau kenapa ayah ingin menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terrible Things
Conto[3/4 5SOS serial] Hai Shawn, bagaimana kabarmu nak? Ini ayahmu, Ashton Irwin. [inspired by: Mayday Parade - Terrible Things] Copyright © 2016 Todos los Derechos Reservados por: JOSIE
