13

332 85 8
                                        


6 hari ayah tidak berangkat sekolah karena malu, ayah malu pada ibumu karena dia mendengar teriakan ayah di kantin. Andy, Matty dan Frank juga mendatangi ayah di rumah dan memaksa ayah untuk berangkat lagi karena masa-masa kelas dua tinggal sebulan lagi.

"Cemen banget sih Ash, begitu saja langsung tidak berangkat sekolah seminggu!" cibir Frank.

"Padahal Bryana nanyain kamu terus lho!" dan perkataan Matty yang satu ini membuat ayah tersentak.

"Bohong." Ayah tidak percaya pada perkataan si kepala merah itu.

"Serius nih." Bela Andy yang semakin membuat hati ayah kacau.

"Sebenarnya ada apa sih? Kenapa kau menghindari Bryana selama hampir setengah tahun?" Frank bertanya dengan frustasi.

Akhirnya ayah menceritakan semuanya, "Bryana menyukai seseorang. Aku tidak tau kenapa aku sangat marah, sangat sedih, dan tidak mau bicara padanya lagi. Saat aku merasa bahwa aku memang benar-benar jatuh cinta padanya, tapi dia malah jatuh cinta pada orang lain. Tapi aku tidak tau siapa orang itu."

Kau tau apa yang mereka bertiga lakukan nak?

Mereka tertawa habis-habisan.

Matty, Andy dan Frank menertawakan ayah seolah ayah adalah lelucon paling buruk di dunia.

"HEY! APA YANG KALIAN TERTAWAKAN!"

"Itu namanya cemburu bodoh! Dasar tolol!" Matty dengan sukses mendaratkan jitakannya pada kepala ayah.

"Seharusnya kau bertanya pada Bryana terlebih dulu sebelum menyimpulkan!" Tambah Frank mendaratkan jitakan kedua.

Dan disitu ayah belajar lagi, cinta tidak selamanya menyenangkan, tidak selamanya indah.

Kadang bisa membuatmu tersenyum namun juga marah, sangat marah ketika perasaan cemburu menyerangmu.

Kau bahkan tidak bisa memilah atas dasar apa kau marah nak.

Marah pada dirimu sendiri? Atau pada orang yang kau cintai. Atau bahkan pada orang ketiga yang kau tidak tau siapa.


Terrible ThingsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang