Para pejalan kaki berlalu lalang di jalan, begitu pun vasa juga ikut dalam barisan orang tersebut, menggamblok ransel kecil dengan baju seragam lengkap yang masih ia gunakan hanya saja, sekarang baju nya di tutupi switer putih. Dan wajah tanpa ekspresi, memperlihatkan wajah manis nya.
Dia memasuki sebuah panti asuhan, menemui beberapa anak panti disana, dengan senyuman yang merekah.
"Ka sa datang? BUNDA KA SA DATANG... " teriak salah seorang anak yang bernama aurel
Vasa tak henti nya memamerkan senyuman manis nya pada semua anak panti, lalu wanita tua menghampiri nya
"Vasa" panggil nya
Vasa menoleh, tetap tersenyum dan menyapa orang itu
"Hai bunda. Apa kabar?"
"Seperti yang kamu lihat, bunda baik"
Vasa terkekah kecil "Maaf bunda vasa baru berkunjung. Soal nya selama 1 bulan ini vasa ngerjain tugas sekolah terus"
"Gak papa sayang, Ngomong-ngomong kamu kesini apa tidak di jaga oleh..."
"... Tidak! Vasa sendirian ke sini, dan.." jeda vasa merogo kantong rok nya mengelurkan amplop coklat berisi lembaran merah. Uang!
"Ya allah vasa terimakasih, kamu sudah sangat baik dengan panti ini, padahal kamu bukan anak yatim. Tapi hati kamu sangat mulia. Semoga allah memberi mu rezeki dan umur panjang vasa" bersyukur bunda panti
Vasa hanya tersenyum, dia sangat suka pemandangan ini, sejak kecil dia suka melihat nya.
Suara getaran ponsel di kantong vasa menyadarkan diri nya, ia mengangkat nya
"Hallo"
''Vas lo dimana?"
"Ada apaan?"
"Ck, jawab pertanyaan gue dulu kek! Ya udah lah, lo kerja gak?''
"Iyah...''
''Ya udah cepetan, lo kan tau nyokap cerewet banget kalau pegawai nya satu aja telat''
''Yah.. Gue tau, Sekarang gue on the way. Bye''
Telpon terputus vasa memasukan ponsel nya ke saku baju nya. Dan pamit
''Bunda, vasa harus pergi sekarang. Assalamualaikum''
Vasa mencium tangan bunda panti lalu pergi
"Walaikumsalam.. Anak itu benar-benar''
Vasa cewe tangguh, yang punya semangat bak ibu pertiwi. Kalau pagi belajar, maka siang dia memilih untuk kerja di tempat ibu nya erena. Apa tidak unik wanita satu ini?
****
Dilain Tempat
Esa memasuki perkarangan apartment nya, Bagi nya tinggal sendiri lebih menyenangkan ketibang bersama keluarga, toh kalau di rumah asli nya keberadaan nya hanya sebatas parasit, seandai nya saja...
Dringggg...
Suara handphone berdering, saat esa melihat contact yang menelpon, tertera nama ried disana.
''Ganes.. Balapan di undur minggu depan''
''Bisa say hallo dulu gak sih lo ried?''
''Sorry, Gak maksud''
''Ya udah lah lupakan. Ada masalah apaan sih? Kok bisa di undur gitu?''
''Entahlah. Fans yang bakal jelasin nanti, Malem kita kumpul di cafe biasa buat bahas, gue tutup dulu yah. Gue lagi ada misi sekarang''
''Huh... Misi apaan? Record menangin pertandingan haker lo yah?''
''You get that. Bye''
Telpon diputuskan sepihak oleh ried.
''Gue heran, kalau si ried focus ama games terus, kapan dia kenal dunia cewe yah? Kadang suka mikir juga gue, kok mau temenan sama cowo anti-cewek macam dia? Lebih milih teman, gemes dan buku pelajaran. Heran gue''
Sepanjang jalan ke lift esa terus saja mendumel tentang ried yang, sama sekali belum pernah pacaran, boro pacaran. Di deketin cewe aja malah gak respon. Atau jangan bilang dia maho? Tidak dia mungkin trauma sama kaum hawa. Mungkin!
****
[06 Maret 2016]
Lumayan panjang lah yah. Dan buat fans nya ried kalian harus sabar.. Dia rada ancew (anti
Cewek )
Maklum sibuk banget ama games nya..
Dan sebelum cerita ini abis, kalian bisa kasih pertanyaan seputar pemain guys. Nanti di akhir watty mau buka percakapan pemain;)
#just info
angelblacCRAZY_AUTHOR
