Dorrr
Dara segar muncrat ke muka esa, vasa yang tertembak. Zet kaget dan ternyata di arah lain polisi ikut menembak zet, tiga kali tembakan...
Dor..dor...dor
Zet jatuh, sekilas vasa dan zet saling berpandangan, zet tersenyum manis pada vasa...
"Sorry, good bye" ucap zet
Vasa membuka mulut nya sedikit dan siap berterik, "ZEEEEEEEEEETTTTT"
Vasa hancur begitu saja, melihat kembaran nya mati di depan nya, detik itu pula vasa terbatuk darah.
"Vasa?" pekik esa yang memangku vasa
"Cepet bawa ke mobil, kita bawa dia kerumah sakit" teriak raka
Mereka bergegas masuk mobil membawa vasa yang sudah pucat, dia sudah begitu lemas, jika dia tertidur maka semua nya berakhir.
"Bertahan vas.." panik esa
"Emang nya dia kena berapa kali tembakan?" Tanya joe
"Satu" jawab esa
"Tapi kok ampe lemes kaya gitu?" Tanya raka
"Sebener nya dia dapat satu kali tusukan di perut nya pas di dalam" seru altos
"Bukan tapi dua?" Ralat esa
"APA? Buka nya satu doang yah?" Kaget altos
"Satu nya bekas tusukan, jadi dia punya tiga luka di tubuh nya" ralat esa
"Astaga lo kuat aja yah vas" kagum joe.
Esa menggenggam tangan vasa yang udah mulai dingin dan makin pucat menahan sakit, untung saja jalanan ini bebas polisi tidur jadi vasa tidak terlalu menahan sakit.
"Uukh...uukh.. es" lirih vasa
"Mmm..?" Gumam esa
"Sebelum gue mati, gue mau ngucapin sesuatu"
"Apa?"
"Gue suka lo"
"Gue juga, tapi lo harus tetap hidup, jangan tidur, kalau gak gue berhenti suka sama lo"
"Idiot, berarti lo gak tulus sama gue..hahhaha...uukh...uukh..." tawa vasa walaupun terus terbatuk
"Gue serius vas, kalau lo suka sama gue tetep bertahan.. gue mohon vasa."
Tapi vasa bungkam
"Vas..." esa melihat vasa yang kini sedang tertidur
"Vasa kenapa sa?" Tanya joe sambil menyetir
"Vas...lo gak bercanda kan? Vasa bangun... gue mohon vas... astaga" panik esa
"Vasa masih napas tapi dia kelelahan nahan sakit" celetuk raka yang habis mengecek keadaan nya
Akhir nya mereka sampai di rumah sakit, pihak medis langsung membawa nya ke ruang UGD, esa dan kawan nya menunggu di luar, lalu datang lah anara dan erena yang tau ke adaan vasa lewat telpon esa.
"Gimana keadaan vasa?" Tanya anara
"Gue..gue gak tau... vasa lagi di tanganin di dalam" gugup esa
"Kenapa lo ngebiarin vasa ketembak sih? Hiks.... kasihan dia...hiks" tangis erena pecah anara pun memeluk nya
Pintu terbuka menampilkan dokter yang terlihat murung..
"Bagaimana ke adaan nya vasa dok?" Tanya esa panik
Dokte itu melepas kaca mata nya. Ada apa ini?
"Luka nya sangat parah, dan terdapat luka busuk di perut sebelah kiri. Lebih parah nya, tembakan itu terkena jantung nya, hingga ada kerusakan parah di sana. Maaf kami tidak bisa menyelamatkan pasien" lesuh dokter
Semua nya terjatuh dan tercengang kaget, anara dan erena saling berpelukan menangis.
Esa tidak terima dia memegang erat kerah sang dokter. "Loh bohong kan dok, vasa pasti selamat kan? Jangan bohong deh, harus nya lo bisa selamatin dia. Dok.."
Raka dan fans berusaha menenangkan esa ,melepas tangan esa dari kerah dokter..
"ARRRGGGGGGG" esa mengerang, "Ini salah gue,kenapa gak gue aja yang ketembak. Kenapa harus lo vas" sesal esa sambil menangis
"Sabar ganes" tenangkan ried
Lalu di arah pintu datang dua orang paruh baya, mereka raja dan ratu orang tua vasa.
"Bagaimana ke adaan vasa?" Tanya raja
Tapi semua bungkam dan malah menunduk sedih
"Jawab... anara gimana keadaan vasa?" Tanya ratu sudah panik
Anara menjawab sambil tersendu, "Va...vasa... meninggal.. hiks...hiks"
"Apa?" Dua orang itu kompak, mereka lantas langsung masuk ke dalam kamar itu dan melihat vasa tersenyum dalam tidur dengan wajah yang putih pucat.
"Vas...vasa..hiks" tangis ratu pecah,
"Vasa bangun sayang... bunda ada di sini... vasa...VASAA...HIKS...HIKS.." tangis nya bener pecah sambil menggoyangkan tubuh vasa yang kaku
Raja awal nya menatap sedih, dia mulai mendekat ke tubuh vasa, terus mendekat dan...
"Vasa... anak ayah.... vasa bangun sayang... vasa ayah di sini, ayah akan meluk kamu vasa bangun yah... Vasa.... vasammmmm...vas.. vasa maafin ayah...vas...huks...huks..." raja nangis dan memeluk vasa erat
Sedangkan esa dan kawan serta anara dan erena, ikut terisak pilu melihat jasad vasa yang terkujur lemah di sana, dengan alat yang sudah di lepas.
Vasa, misterius yang genius! Kenangan dan ke baikan nya akan sangat di kenang sekarang, dia yang merubah dunia ke salah pahaman jadi ke benaran. Ke tidak mungkinan menjadi mungkin, dia vasa manusia misterius nan perahasia, harus pergi meninggalkan dunia. Tugas nya sebagai manusia selesai sekarang. Meninggalkan kenangan indah yang tak terlupakan.
"Gue gak akan lupain ke baikan lo vas, gue bakal sayang lo selama nya, hidup lo yang penuh dengan kehitaman, lo bisa merubah nya menjadi putih, bagaikan awan pagi yang cerah lo menyinari kami dengan sinar putih itu. Terimakasih vasa! Terimakasih" ucap esa
Kini vasa yang jarang tersenyum, sudah memamerkan senyum nya setiap saat di sisi tuhan. Selamat jalan vasa, semoga tenang di sana!
END
****
[20 Maret 2016]
Nah tuh kan gak dapet pasti feel nya:'(
Maaf kenapa ending nya di bikin sedih karna vasa yang minta sendiri, dia pengen tenang kata nya:'(
Vasa bikin baper ah... hiks:"(
Btw...
Udah habis yah cerita nya?
Yahhh....
Maaf yah sekali lagi kalau gak memuaskan kalian:(
Salam dari
Angelblac
