1 Day with him

289 92 22
                                        

Setelah berkumpul ke lapangan mereka di perintahkan untuk masuk ke dalam kelas masing-masing.

"Dev,gue bareng lo ya," Natasya memohon kepada Deva dengan menunjukan pupy eyesnya.

Deva hanya menggelengkan kepalanya, tanda tidak mau.

"Ih lo mah giliran kemarin aja ngomongnya gamau pisah," Natasya mngerucutkan bibirnya.

"Itu kan dulu-dulu wlee," ucap deva sambil memeletkan lidahnya.

"Nanti gue traktir,"

Deva tampak menimbang-nimbang sejenak, ia pun mengangguk tanda setuju.

"Janji?"

"ihh sumpah gue janji,"

Setelah bel pulang sekolah berkumandang, Natasya langsung mengajak Deva menuju tempat Pecel Bu Saidah.

"Cepet Dev, nanti kita ketinggalan bis."

"Masih zaman naik bis?" ejek Deva.

"Terus lo mau naik apa? Mau naik becak? Delman? Bajaj? Gojek? atau gue gendong lo?"

"Pilihan terakhir boljug tuh Nat" kata Deva dengan nada menggoda.

"Ihh sejak kapan lo jadi penggoda gini."

Deva pergi meninggalkan Natasya di pinggir jalan, ia tidak mengucapkan sepatah kata apapun.

Natasya pun merutuki nasibnya seraya mengucapkan sumpah serapah untuk Deva. Teganya Deva meninggalkan dirinya disini. Sudah jomblo ditinggal sendiri, nasib nasib. Karena kesal ia memutuskan untuk meninggalkan Deva. Belum Natasya mencapai langkah ketiga terdengar bunyi klakson motor

Deva datang dengan menggunakan ninja putihnya. Natasya menganga tak percaya, Deva yang di SMP culun kaya Mr.Bean berubah menjadi Manurios.
Ia berusaha menelan ludahnya berkali-kali, wajah Deva kini berubah jauh lebih tampan.

"Udah liatin guenya? Awas lo terpikat sama gue. Buruan naik ah lama lo," ucapnya dengan nada menantang.

Udah terpikat dari jaman lo kaya mr bean kali. Batinnya

"Geer lo tinggi banget si," ucap Natasya seraya menaikki motor ninjanya

"Pegangan nanti lo jatuh," pinta Deva

"Ogah ah Dev," ucap Natasya so angkuh.

"lo mau punya nasib kaya pembantu gue, gara-gara gamau pegangan dengan alasan majikan lah blablabla dia ngejengkang ke belakang sampe di urut ke Citapen. Lo mau ke Citapen?'

"Engga mau ah," Natasya lantas memegang pundak Deva

"Lo jangan pegangan di sini ah risih gue" Deva menarik tangan Natasya dan memasangkannya di pinggangnya.

Kupu-kupu beterbangan di dalam perut Natasya, ia berusaha menormalkan detak jantungnya yang secepat roller coaster.

"Lo mah modus ingin gue peluk-peluk ih Dev," kata Natasya dengan so marah, Deva hanya terkikik geli mendengar ucapan Natasya. Dan mereka pun berangkat.

Setelah mereka sampai di tempat pecel Bu Saidah. Deva memesan layaknya tukang becak yang ga makan 1 bulan. Yakali banyak banget, Natasya mah hanya pesan dengan porsi biasa-biasa saja.

Asalkan kalian tahu Natasya tidak pernah mendapatkan uang jajan dari Ibunya, boro-boro uang jajan ngurus dirinya aja jijik kayanya.

Jadi setiap bulan diem-diem Natasya selalu di kirimin uang sama nenek dan kakeknya di Yogyakarta.

Sebenernya nenek dan kakeknya ingin sekali menjemput dirinya tapi karena takut ada masalah apa-apa dan karena faktor usia juga jadi mereka hanya bisa melihat keadaan Natasya via Telepon.

Terkadang selain nenek dan kakek yang mengirimi Natasyq uang. Tante dan Om nya yang berada di makassar selalu memberikan uang kepada dirinya.

How lucky i am? Tapi Gq

Okay back to the earth lupakan tentang hidup Natasya. Lupakan tentang keluarganya

Kini Natasya dan Deva sedang tertawa bersama melepas rindu. Natasya rasa dunia serasa milik berdua. Deva menceritakan kalo dia udah boleh bawa motor,dia berantem sama tetangganya sampe dia cerita engga mandi 3 hari gara-gara main Line get rich watdee. Tapi tenang aja Deva engga pernah lupa sholatnya kok.

Setelah dari pecel bu Saidah mereka memutuskan untuk ke Danau hitung-hitung nostalgia. Lebay banget ya kami padahal lost contactnya ga sampe bertahun-tahun, tapi rasanya kaya ga ketemu berapa abad gitu.

Deva meninggalkan Natasya sendiri di danau dan tak lama kemudian, dia membawa 2 cone ice cream. Dan meeka pun tertawa bersama. Ini sudah menjadi rutinitas mereka saat masih SMP dulu.

"Lo tuh makan kaya anak paud tau ga berantakan kemana-mana," Deva mengelap bibir Natasya dengan ibu jarinya.

Jantung gue ya ampun. Batin Natasya

"Jangan baper nat," Deva terkekeh

"Idihhh sejak kapan lo jadi kegeeran gini." ucap Natasya sembari mencolek ice cream dan menempelkannya di hidung Deva dan berlalu meninggalkannya.

Deva pun mengejar Natasya, berusaha membalas perlakuan sahabatnya ini

Jadi mereka lari-larian kaya film india. Karena Natasya cewe akhirnya Deva berhasil nangkap dirinya.

"Hayoloh ketangkep,setelah ini lo pasti minta ampun sama gue," Dengan muka evilnya Deva langsung menggelitiki Natasya tiada henti. Dan dia hanya bisa guling-gulingan di rumput.

"Heh curut kutu babi stop ga,atau ga gue teriak,"

"Dasar cewe beraninya teriak,"

"Lo juga beraninya ngelitikin gue, kalo orang liat malu tau ga."

"Bodo Amat, tinggal bilang aja lo adik gue. Hey yo so simple so fun," Deva pun hanya terkekeh.

"Ayo dahh kita pulang, besok harus sekolah juga."

Mereka langsung memutuskan pulang ke rumah. Saat di perjalanan tiba-tiba hujan mengguyur kota ini. Sial.

Selesai jugaa alhamdulillah
Cuma 1090 kata ah udah gakuat ngetiknya di hp, lama-lama tangan w kapalan hahaha..
.
.
.
Author lagi males jadi maaf y

I'm InvisibleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang