Charisa sudah berdiri dari tiga puluh menit yang lalu. Mematut dirinya di depan cermin, berulang kali memperbaiki make up-nya yang terkesan berlebihan. Eye shadow berwarna pink menyala seperti dressnya, lipstick menyala, dan juga Blush on yang berlebihan.
Ini kali pertamanya Charisa berdandan. Dan dia merasa aneh dengan penampilannya.
"Apa ini berlebihan? Ah, tapi kalau diperbaiki bisa memakan waktu lagi." gumamnya sambil memandangi dirinya.
"Charis, Justin datang!" teriak Ibunya, Jane. Charisa tersenyum sambil mengambil tasnya dan mantel cokelat bulu-bulunya. Dia memakai sepatu kets berwarna putih senada dengan tasnya yang ia sampirkan dibahunya. Tas berukuran kecil yang hanya cukup masuk dompet dan ponsel saja.
Ibu, Ayah, dan Justin tak bisa menyembunyikan keterkejutannya begitu melihat Charisa dengan penampilannya itu. Charisa merasa mungkin saja mereka sangat kagum dengannya.
"Charis, kenapa berdandan berlebihan seperti ini sih? Kata Justin juga kali cuma mau jalan-jalan di taman." tegur Jane pada anaknya, Charisa tak mengindahkan. Dia tak banyak bicara, langsung mendekati Justin dan menarik Justin untuk berdiri.
"Mom, Dad. Charis pergi dulu. Sampai jumpa!" teriaknya sambil menarik Justin untuk segera keluar. Justin masih bungkam, terlalu shock dengan tampilan berlebihan Charisa.
"Hati-hati. Jangan pulang terlalu malam!" Ayahnya memperingati.
Begitu sudah masuk di dalam mobil, Justin tak kunjung buka suara. Charisa masih terlihat antusias.
"Kenapa mobilnya tidak jalan? Ayo jalankan!" perintah Charisa. Justin menoleh, menatap Charisa penuh sorot kekesalan. Pagi ini dia datang menepati ucapannya untuk mengajak Charisa jalan-jalan seharian. Hari minggu seharusnya dia pakai untuk tidur sampai siang, bukan malah pergi dengan Charisa yang justru sudah pasti akan merusak moodnya!
"Mobil ini tidak akan jalan sebelum kau menghapus make-up mu." Charisa diam. Dia sedikit kesal dengan ucapan Justin.
"Aku sudah bersusah payah berdandan untukmu, dan kau menyuruhku untuk menghapusnya?!"
"Aku malu jalan denganmu jika seperti ini!" balas Justin tak kalah sengit. Charisa menghembuskan nafasnya begitu kasar, mengambil tissu didepannya lantas membersihkan wajahnya dari riasan make-up berlebihan.
Justin merasa iba melihat mata Charisa yang berkaca-kaca, dia menarik tengkuk Charisa. Wajah mereka berjarak hanya beberapa centi, lalu Justin mengambil tissu basah di samping tissu kering itu lantas mengusapnya kewajah Charisa dengan pelan. Make-up itu sangat lama terhapusnya. Sampai ke tissu basah keempat barulah make-up hilang sepenuhnya dari wajah Charisa menyisakan wajah manis yang sebenarnya sangat menarik.
Charisa tersenyum lebar, dia bisa mencium aroma Justin dari jarak mereka yang sedekat ini. Lantas, Justin menjauhkan dirinya. Charisa masih mengembangkan senyumnya penuh semangat.
"Kau benar-benar tipe-ku!"
Justin mendegus.
"Whatever!" Mobil jalan dan mereka pun akan segera menikmati hari yang hanya terjadi satu kali selama seumur hidup. Ah, mungkin hanya Charisa yang menikmatinya. Tapi untuk Justin, apa salahnya mengalah untuk Charisa?
*******
Justin berfikir, mungkin Charisa akan meminta menemaninya untuk nonton atau jalan-jalan di Mall. Tapi gadis itu malah memintanya untuk ke pantai. Alhasil disinilah mereka, duduk di pinggir pantai. Mereka duduk berdekatan, tak ada yang berbicara.
Dan disini tak ada orang. Yah, tentu saja. Orang gila mana yang ke pantai saat musim digin begini? Bahkan mantel tebal yang dikenakan Charisa dan Justin tak berguna sama sekali. Dinginnya sangat menusuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Childish Vs. Arrogant [END]
Romance"Aku menemukan sosok pria dingin yang aku idam-idamkan! bahkan hinaannya terdengar seperti pujian untukku, apakah aku gila mengatakan hal ini?" -Charisa "Gadis itu benar-benar gila. bagaimana mungkin dia berada di dekatku 24 jam menjagaku seperti se...
![Childish Vs. Arrogant [END]](https://img.wattpad.com/cover/38297894-64-k917812.jpg)