Setelah membaca situs creepy pasta, aku mulai tertarik untuk mencari slenderman. Aku keluar dari rumah Fani sambil membawa Hp nya. Ternyata sudah subuh, adzan pun berkumandang, aku hanya terkekeh mendengarnya, "tidak ada gunanya shalat " gumamku, lagi pula kita tidak akan selamat dari maut jika hanya sholat dan berdoa.
Aku mulai berjalan dan melewati masjid, yang di dalamnya terdapat orang yang sedang sholat. Aku melihat orang yang sedang sholat itu sambil tertawa terbahak - bahak, untuk apa mereka melakukan hal bodoh itu pikirku. Aku terus berjalan dan menemukan sebuah rumah kosong. Aku masuk ke dalamnya, ternyata keadaannya sudah tidak terurus lagi. Aku mengelilingi rumah tersebut dan mendapati ruang operasi. "Aneh ", itulah yang terlintas di benakku. Aku pun masuk ke dalam ruang tersebut dan terkejut ketika di sana ada mayat seorang anak kecil seperti sudah di mutilasi.
Aku pun melihat sekeliling ruangan ini, ternyata, ada banyak toples yang berisi barang2 aneh, aku melihat-lihat lagi dan menemukan sebuah toples kosong, aku pun berpikir untuk menaruh jantung yang ku bawa kedalam toples itu. Baru saja memasukkan jantung ke dalam toples itu, Aku di dikejutkan oleh seseorang yang memanggil ku dengan sebutan Jeff
"Yo jeff, sedang apa kau di sini?, dan sejak kapan kau membantuku mengoleksi organ tubuh?", suara nya , ya tidak salah lagi ia seorang laki-laki, aku menengok ke belakang, dan melihat orang itu. Orang itu berpakaian seperi dokter, rambutnya berwarna hitam, tatapi aku tidak bisa melihat mukanya karena ia memakai topeng putih.
"FUCK aku bukan jeff, mengapa aku selalu di panggil Jeff", gerutu ku dengan perasaan kesal. "Kau bukan Jeff", katanya dengan heran, "Kalau begitu , kau akan menjadi salah satu koleksiku", katanya dengan nada keji, dan aku tau dia sedang menyeringai di balik topeng nya.
Alma VS ???
Ia mulai berjalan pelan ke arahku,
" Ku apakan ya cecunguk ini", ejek nya. "Bangsat, kau lah yang akan mati", bentak ku dan secepat kilat aku berlari dan menyambar mukanya dan langsung ku hempaskan dengan kuat kepalanya di dinding. "Hanya itu kemampuan mu", ucapnya dengan sombong. Setelah itu ia mencekik ku dan mengangkat ku yang sedang ia cekik dengan mudahnya. Rasanya seperti di apit 2 besi panas pada leher, aku pun kesulitan untuk bernapas. Secara diam-diam, aku mengambil pisau dari hoodie ku dan ku tancapkan dengan kuat pada dadanya. Ia melepaskan ku , aku pun terjatuh , ternyata ia masih sanggup berdiri dengan pisau di dada.
"Hebat juga kau bocah", katanya dengan nada mengejek," Jangan banyak bicara kau bangsat", kataku sembari berdiri dan langsung berlari ke arahnya. Aku mengepalkan tangan kiri ku ingin meninju mukanya tetapi ia berhasil menghindarinya, tapi ku pikir itu percuma , karena tangan kanan ku telah berhasil mencabut pisau di dadanya. Segera saja ku tusuk kan berulang kali pada perutnya. Tetapi ia seperti tidak merasa kesakitan, hanya ada ekspresi kosong di matanya. Akhirnya ku tebaskan pisauku pada topengnya. Topeng nya pun terbelah dan jatuh di lantai. Terlihat lah mukanya, ternyata ia seperti eropa pada umumnya, tetapi ia selalu tersenyum keji, dan ia memiliki bekas luka menyilang di mukanya. Dan sepertinya itu luka yang kubuat tadi.
"Sudah cukup bermainnya bocah", ia pun mengangkat ku dan melemparku ke tembok dengan kuat, rasanya seperti habis di tabrak oleh mobil, dan kurasa tulang punggung ku retak, ia pun mendekati ku , aku hanya menyeringai dan membentak, "Tunggu apa lagi BUNUH saja aku", dengan meninggikan nada pada kalimat bunuh, ia hanya tersenyum keji, ia mengambil pisau yang ada di lantai, dan langsung saja di hunuskan kepada ku.
Tiba-tiba "Stop, apa yang kalian lakukan Jeff, Smiley", nadanya seperti menjerit, aku melihat ke arahnya ternyata ia adalah lelaki yang semalam, dan ternyata dokter ini bernama Smiley, huh nama yang konyol. "Kenapa kau mengganggu ku E.J , dia bukan Jeff, dia hanya peniru nya ku rasa", kata Smiley, wait what, aku peniru huh... yang benar saja.
Tunggu dulu Smiley menyebut laki2 itu dengan sebutan E.J , apakah itu singkatan atau apa?, sebaiknya aku harus mencari tau.
E.J mulai membuka mulut," Well jika dia bukan Jeff, dia cukup hebat kurasa, karena ia bisa membuat mu cukup kesulitan" ucapnya dengan nada mengejek, "Diam kau ", kata smiley. "Baiklah sepertinya kita harus
membawanya ke Slenderman", kata E.J , what jadi mereka anak buah Slenderman , kejutku dalam hati, tetapi bukankah di dalam creepypasta Slenderman mengadopsi para pembunuh di cerita creepypasta. Saat itu aku tidak menyadari bahwa Smiley sudah berada di depan ku , dan tiba2 sesuatu yang keras memukul pundak ku dan tiba2 pandangan ku menjadi gelap.
Saat aku bangun, aku terkejut ketika sudah ada dalam ruangan yang hiasan dindingnya serba gothic. Dan ternyata kasur yang aku tiduri juga bergaya serba gothic. Dan yang lebih aneh lagi aku merasakan leher dan pundakku sudah tidak sakit lagi. Dan yang tidak kalah aneh , bukan kah tulang punggung ku retak, tetapi kenapa tidak sakit. "Cepat sekali sembuhnya" gumamku.
Seketika itu juga ada yang membuka pintu kamar ini , aku terkejut sekali dengan apa yang aku lihat
KAMU SEDANG MEMBACA
Psychopath Life
FantasíaMungkin kalian pernah berpikir bahwa menjadi Psychopath adalah hal yang menyenangkan/menantang, kalian akan merasa bebas yah...merasa bebas... Weh... authornya terlalu mendramatisir xD Stay toon guys xD
