Part 7

260 27 0
                                        

Alma VS Slenderman

Aku berlari kencang ke arah slenderman, nafasku memburu, nafsu untuk membunuhnya, pisau di tanganku, ku pegang erat yang kuhunuskan ke jantungnya.

Ia mulai menggerakkan tentakelnya ke arahku.

"GO TO HELL!!!" bentakku ketika sudah berada di dekatnya.

Dengan cepat ku tusuk Slenderman tepat di dadanya, di saat yang bersamaan ku rasakan salah satu tentakelnya menusukku.

"Uuuhhh...!" Sial! Rasanya seluruh isi perutku hancur, kau akan membayar ini Slenderman!.

Lalu kutebaskan pisau yang masih menancap pada dada Slenderman, hingga ke perutnya. Aku mencabut pisauku, dan memotong tentakel yang sedang menancap di perutku, dan kutarik sisa tentakel nya. Sakit sekali! Ini seperti organ tubuh mu dikeluarkan secara paksa.

Aku menebas perutnya, tapi sayang, tanganku telah ditangkapnya, lalu aku di lempar bagaikan aku ini mayat.

"Fuck...!." pandangan ku mulai rabun, tenyata dia kuat sekali.

Aku tidak peduli lagi dengan rasa sakit diperutku, lalu aku berlari dengan kencang ke arahnya, dan tanpa aku sadari salah satu tentakel telah berada di sampingku dan memukul kepalaku dengan telak, dan aku pun terpental.

Oh good... sekarang kepalaku yang retak. Aku mulai memperhatikan keadaan dan aku mulai menyadari bahwa semua tentakel nya seperti ranting pohon. Mungkin ia bisa mengendalikan hutan ini sesuka hatinya. Jadi ini adalah daerah kekuasaannya ya?

Aku menyeringai dan mulai berlari menjauh dan berusaha mencari daerah terbuka.

Aku berlari sekuat tenaga dengan menahan sakit yang amat sangat dari perutku, dan akhirnya aku tiba di sebuah pemakaman.

Aku pun mencari salah satu makam dengan nisan yang cukup besar dan duduk di sana

"Hei Slendy... apa kau takut untuk datang kemari?." ejekku

Kemudian ia datang dari hutan. Benar saja, jumlah tentakelnya telah berkurang.

Aku menggenggam posisiku dengan erat, menunggunya membuat kesalahan.
Dan tiba-tiba ia menghilang, tapi trik itu tidak akan berhasil padaku.

Aku memutar badanku ke belakang dan menebaskan pisauku ke sembarang arah.

Lalu darah memancar deras, darah berwarna hitam itu memenuhi tubuhku, lalu darah itu kuminum.  Banyak sekali darah yang ku minum.

Hitung-hitung mengganti darahku yang sudah banyak terbuang.

Kemudian aku menebaskan pisauku ke arah muka slenderman, dan...

CRASH!

Bunyi robekan daging yang disertai memancarnya darah segar dari tubuh seseorang, Slenderman.

"Aku terkejut kau bisa sejauh ini Alma." ucapnya dengan nada mengejek.

Aku melompat mundur, dan secepat kilat menghunuskan pisauku ke arah kepalanya. Aku menyadari bahwa ada beberapa tentakel menuju ke arahku, lalu aku dengan cepat memotong semua tentakel itu.

"Kau pikir aku bodoh, huh?! Bisa tertipu dengan trik yang sama." bentakku.

Ia hanya melihatku kosong.
Cih... pandangannya itu membuatku mual.

Namun aku baru menyadari bahwa tentakel yang sudah aku potong tumbuh kembali. Wait... tumbuh kembali? Sepertinya ia bisa beregenerasi.

Tanpa sadar aku sudah berada dalam cekikannya, dan ia berteleportasi lagi

Sepertinya ia berteleportasi ke dalam hutan lagi. Tiba-tiba ia melemparku ke sebuah pohon. Satu tentakel nya menyambar dahan besar yang tepat berada di atasku.

Ingin sekali aku menghindar, tapi apa dayaku karena dahan besar itu di tarik sangat cepat oleh gravitasi bumi dan menimpa badanku.

Sial.... Tangan kananku yang memegang pisau juga tertindih.

Lalu Slenderman mendekatiku
"Selamat, kau lulus Alma. Ada satu ujian terakhir, kau harus bisa datang ke mansion dalam waktu 1 jam." ucapnya

Hahaha... itu gampang sekali, aku hanya harus memikirkan aku ada di mansion. Kemudian ia mencabut cincin yang ada pada tangan kiriku, dan ia tiba-tiba menghilang

Fuck...! Bagaimana aku bisa mengatasi ini??

Tiba-tiba aku mendengar langkah kaki kuda dari arah sampingku, aku pun menengok ke samping. Aku mendapati seseorang yang sedang menunggangi kuda, dan seperti membawa sesuatu di punggungnya.

Well, aku tidak tahu karena jaraknya jauh... dan pandanganku mulai kabur.

Seseorang itu mulai mendekat, dan terlihatlah benda apa yang ia bawa, yaitu sabit yang sangat besar dan berkilau, mungkin karena sangat tajam.

Wait... sabit?!? Apakah ia malaikat maut, tapi kenapa ia naik kuda? Okay,   aku harus pergi dari tempat ini secepatnya.

Uh... Aku mulai berkhayal aku ada di depan pintu mansion sambil berdiri, dan... semua menjadi gelap dan tiba-tiba aku sudah ada di depan pintu mansion.

"Holy Shit! Aku bisa berteleportasi." Aku merasa heran dan takjub dengan hal ini, tapi tidak ada waktu untuk memikirkannya. Aku pun masuk dan melihat semua orang sedang ada di ruang keluarga. Kulihat Slenderman penampilannya seperti tidak terjadi apa-apa. Luka di sekujur tubuhnya hilang, bahkan luka pada muka ratanya pun hilang tak berbekas. 

"Well well, anak baru yang hebat." Ucap Madness.

"Congrats!" ucap E.J dengan nada menghibur.

"WTF! Kau orang selain Jeff yang bisa membuat Slenderman seperti itu." ucap Ben dengan nada takjub.

"Baiklah, cukup dengan ucapan selamatnya. Smiley, obati Alma dan Alma selamat atas keberhasilan mu menjadi anggota, besok datanglah ke kantorku." ucap Slenderman sambil berlalu pergi

"Hei Alma, ayo ikut aku. Madness dan Virus juga ikut."
Kami di bawa ke ruangan yang sangat bersih, seperti ruangan dokter di rumah sakit.

"Untuk apa kami di bawa ke sini?." tanya Madness

"Untuk donor darah. Setelah aku periksa, darah yang cocok untuk Alma adalah darah kalian berdua. Alma sudah kehilangan banyak darah, jadi ia butuh banyak darah." jelas Smiley

"Hei Alma, minum ini." ucap Smiley sambil memberiku gelas berisi cairan merah.

"Apa ini?"

"Sudah minum saja"

Okay, karena aku tidak ingin berdebat, jadi ku minum saja.

Sesaat setelah ku minum, semua luka di tubuhku rasanya seperti di bakar.
Aku menahannya untuk beberapa menit dan rasa sakit itu menghilang total, dan akupun melihat ke arah perutku, wow... sudah tidak sobek lagi. Jujur saja, aku sudah bisa menebak ini ramuan dari Slenderman

Lalu ia berucap, "Kau boleh keluar Mad, Virus."

"Huh...! Darahku diambilnya." ucap Virus dengan nada kesal.

"Tenang, kita akan mengambilnya kembali" ucap Mad santai.

"Hei Alma, aku tinggal dulu ya." ucap Smiley.

"Hei, bagaimana dengan donor darah untukku?." Tanyaku bingung.

"Itu sudah ku pasang, lihatlah tanganmu. Oh ya, jantungnya untukku ya dan selamat beristirahat!" ucapnya lalu meninggalkan ruangan

Yeah, ini hari yang seru tapi aku harus tidur. Wait... Aku sudah tidak punya kelopak mata, bagaiman aku tidur? Aku melihat sekeliling, dan menemukan masker mata di meja dekat dengan tempat tidurku, aku mengambilnya dan langsung memakainya.

Sweet dream for me... Dan akupun mulai tertidur.

Psychopath LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang