Pada detik yang melintas
Kau ayunkan segenggam harapan untukku
Laksana langit terukir gumpalan awan
Tak terbias oleh mega keraguan
Kumeniti satu demi satu kemesraan ini
Umpama dahaga
yang merindukan tegukan sepercik airTerasa kumembumbung kebulan
Menyusuri udara yang membelai lembut rambutku
Pada tiap langkah detik, menit, jam, bahkan hari
Kedamaianlah yang menyelimuti seluruhku
Aku terpana, terpesona
Pada jantung hati yang selama ini kusanjungi
Rasanya, akulah orang terbahagia dimuka bumiMemang, akulah yang mampu menikmati
manisnya cinta kasihmu
Namun, bukan keabadian yang kau beri
Kau hanya memberiku sesaat,
untuk mencicipi manis getirnya rasa cintamu
Sempat kumengelak menentang pada maha cinta
Atas semua permainan menarik ini yang menyiksa lubuk hatikuKau jatuhkan aku dari putri malam
Kau imbaskan aku pada gelapnya penderitaan cintamu
Aku membencimu, wahai jantung hatiku
