Author POV
Nabilah terbangun dan dilihatnya jam yg ada di meja sebelahnya 'baru jam tiga' gumam Nabilah, ia mengamati sekeliling kamar yg gelap. Dilihatnya seseorang yg tengah tertidur pulas di sampingnya.
"itu kak Melody bukan sih" tanya Nabilah sambil melihat dengan seksama siapa orang yg sedang tertidur disebelahnya.
"lhoo...kak Melody nya mana?" ucap Nabilah sambil mencari cari dimana Melody karena ternyata yg tidur disebelahnya bukanlah Melody melainkan Frieska. Nabilah turun dari tempat tidur dengan berjalan sedikit meraba raba karena keadaan kamar sangatlah gelap.
"takutnya jatoh kekolong aja... wkwkwk" batin Nabilah.
ketika Nabilah sedang berjalan mencari Melody, kaki nya seperti menginjak sesuatu yg empuk. Ketika diamati dengan seksama ternyata yg ia injak adalah sebuah kasur lipat dan seseorang yg sedang ia cari ternyata sedang tidur di kasur itu.
"yaaa allah ngapain sih kak Melody tidur disini?" tanya Nabilah yang melihat Melody tidur di bawah dengan kasur lipat.
Nabilah berbaring di sebelah Melody yg sedang tertidur sangat pulas. Nabilah mendekatkan tubuhnya pada Melody lalu ia memeluk tubuh mungil Melody.
"gara gara aku kak Melody jadi tidur dibawah" ucap Nabilah lirih sambil memandangi wajah Melody yg tetap terlihat cantik walaupun sedang tertidur.
Ternyata tak lama Nabilah tertidur sambil memeluk Melody.
Melody mulai merasakan ada seseorang yg memeluk tubuhnya dengan sangat erat sehingga ia sedikit kesulitan untuk bergerak. Melody membuka matanya dan mengamati siapa yg sedang memeluknya.
Melody POV
"dedek?kok jadi tidur disini?" tanyaku dalam hati
"sejak kapan dedek disini?"
Aku merubah posisi ku menjadi menghadap Nabilah. Suasana kamar yg gelap sedikit membuatku kesulitan untuk melihatnya, tapi samar samar aku dapat melihat wajah cantik dedek kinci ku ini walaupun tidak begitu jelas.
"yaa ampunn dek...kak Melody gak tau kenapa bisa sesayang ini sama dedek" ucapku sambil membelai rambutnya. Nabilah masih memelukku walau sudah tak seerat tadi, tapi aku bisa merasakan bahwa ia ingin selalu bersama ku.
Aku berniat ingin mengecup pipi nya, maka aku mulai mendekatkan wajahku pada Nabilah.
Dan..
Chuuuu~~~~
"hmm kayak nya ini bukan pipi Nabilah deh...kenapa seperti ada lipatannya?" tanya ku dalam hati tanpa melepaskan kecupanku. Setelah aku merasakan ada yg aneh, aku menghentikan kecupan panjang ku.
"yaa ampuunn...itu bukan pipinya..." jawab ku kaget. Ternyata yg aku cium adalah bibirnya bukan pipinya, keadaan kamarku yg sangat gelap benar benar mengganggu penglihatan ku. 'gimana kalo dedek tau aku mencium bibirnya' gumamku dalam hati.
"kak...kok udahan sih?"
Ternyata Nabilah mengetahui apa yang baru saja terjadi.
"kak...? "ucap nya lagi, aku benar benar bingung apa yg harus aku perbuat saat ini. Aku memutuskan untuk pura pura tidak mendengar ucapan Nabilah, aku berniat membalikkan tubuhku untuk membelakanginya tapi tangan Nabilah dengan sigap menahan nya.
"kenapa dek?" Nabilah berhasil menahan tubuhku untuk tidak membelakanginya
"tadi itu apa kak?"
"tadi apa dek?udah ah lanjutin lagi tidurnya"
"yaudah deh...mungkin aku cuma mimpi" jawabnya dengan nada yg sedikit kesal, dan ia segera membalikkan badan nya memunggungi ku.
Aku hanya diam, masih tertegun melihat ia memunggungiku. Aku benar benar bingung saat ini harus berbuat apa.
Kulingkarkan tanganku ketubuhnya, aku memeluknya dari belakang,namun Nabilah tetap diam tak ada reaksi apapun darinya.
"dek....kenapa kak Melody dipunggungin?" bisikku di telinga nya
"aku ngantuk kak mau tidur...katanya tadi suruh lanjut tidur....kak Melody tidur di atas aja biar aku yg disini" ucapnya yg masih tetap memunggungiku.
