PART XVIII

1.9K 161 20
                                        

*Keesokan hari nya

Author POV
Melody terlihat sedang termenung dikamarnya. Sesekali ia terlihat sedang memainkan ponsel nya dengan raut wajah yang sulit diartikan.

"Mbak imel mau ke kampus kan?hayuk atuh berangkat" tanya Frieska yang sedari tadi memperhatikan sikap kakak nya yang tak seperti biasanya

"enggak" jawab Melody singkat
"enggak?bukannya mbak Imel pulang mau bimbingan?"
"enggak"
"hmmm...lagi kenapa sih mbak?lagi sakit?"tanya Frieska yang kini sudah menghampiri Melody yang sedang berbaring di tempat tidur
"gak kenapa kenapa Fries....apaan deh?udah sana kamu siap siap berangkat"
"lagi PMS ya? Jutek banget?"
"bawell" ucap Melody lalu segera ngeloyor keluar dari kamarnya. Sementara Frieska hanya melongo mendapat perlakuan jutek dari Melody.

Setelah Frieska telah bersiap untuk berangkat kuliah,tiba tiba Melody menghampirinya

"aku hari ini gada bimbingan,jadi kamu nyetir sendiri ya...anterin aku aja ke tempat travel" ucap Melody
"Travel?mau kemana emang?"
"Jakarta"
"lho?? Ngapain kemarin pulang kalo gitu?terus kenapa gak bawa mobil aja?"
"aku pulang karena lagi pengen aja,terus kenapa aku gak bawa mobil? karena lagi males nyetir sendiri,dan kenapa aku hari ini ke Jakarta?karena ada acara tapping  sama Ve,Kinal dan Shania. Ada lagi yang mau ditanyain?? "
"dihh.... aneh enteeee!!judes parah" celetuk Frieska

=== SKIP ===

Melody POV

Aku hari ini memang harus kembali ke Jakarta,ya karena hari ini ada acara tapping disebuah stasiun TV. Entahlah, mengapa aku harus membuang buang energi ku untuk bolak balik Jakarta - Bandung. Biasanya jika aku ada acara yang cukup beruntun di Jakarta,aku memutuskan untuk bermalam di rumah Nabilah atau Apartment nya Haruka. Tapi,kejadian kemarin benar benar membuat pikiranku kalut.Yang jelas pikiranku saat ini sedang tidak menentu.
Saat sedang di perjalanan menuju tempat travel,tiba tiba terbesit sebuah nama di benakku 'Nabilah' sedang apa anak itu? Bahkan kemarin aku tak memberi nya kabar sama sekali, dan pagi ini juga tidak ada satu pun tanda bahwa ia menghubungiku. Apa dia marah lagi? Enggak tau lah!! Saat ini seleraku untuk membujuknya sedang tidak ada.
Kulirik Frieska disebelahku yang sedang asyik dengan kemudinya dan terlihat sedang menikmati lagu yang ia putar di mobil.

"mbak Imel" panggilnya
"hmmmm" jawabku dengan tatapan yang masih lurus melihat jalanan
"kenapa gak minta jemput kak Dylan aja?pasti dia mau deh"

'Come on Fries...kenapa harus bahas Dylan sekarang??' Batin ku

"mbak Imel!! Oiiii!!! "
"apa sih Fries?? " jawabku malas
"itu...kenapa gak minta jemput sama kak Dylan aja?daripada naik travel"
"enggak!! "
"ishh...kok enggak sih?iya aja napa....udah cepetan telpon orangnya....kalo enggak biar aku yang telpon deh" ucapnya lalu segera merogoh saku celananya dan mengambil ponsel nya
"ehh iyaa....aku kan gak punya nomornya ya...hahaha....mana sini nomornya" ucapnya kembali yang kini sudah siap untuk merebut ponsel ku yang aku letakkan di atas dashboard mobil
"NO!!!" ucapku yang sedikit berteriak lalu dengan sigap aku mengambil ponsel ku lalu aku segera masukkan ke dalam tas ku
"dihh....drama banget sih...gak apa apa kali....orangnya juga gak keberatan pastinya"
"Frieska yang cuantikkk....gini deh ya...coba kamu pikirin....let's say okelah aku mau di anter Dylan ke Jakarta, terus kan dia di Jakarta ya sekarang,terus aku harus nunggu donk?nahh aku tanya ya sama kamu,aku harus nunggu Dylan berapa lama?sedangkan hari ini aku ada acara Off Air jam 1 siang.sekarang jam berapa? Jam 9 kan? Aku bisa sampai Jakarta jam berapa coba kalau harus nunggu Dylan kesini dulu?? " ucapku kesal,anak ini kalau kasih saran tuh gak pernah bener
"hehehehe.....oh iya....aku gak kepikiran" jawabnya sambil nyengir

SISTERHOODTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang