PART XVII

2.1K 159 11
                                        

Melody POV
"Makasih ya semua yang udah datang ke Theater...sampai jumpa di theater selanjutnya" ucapku saat penutupan theater hari ini

Setelah theater selesai,aku segera mengganti bajuku.

"Kak Melody....jadi kan kak?"tanya Nabilah yang sudah menghampiri ku di ruang ganti
"jadi dek....bentar yah"
"oke kak....aku tunggu di depan yah"
"iya" jawabku

Setelah mendapat jawaban dari ku,Nabilah segera berjalan keluar ruang ganti.
Duuuhhh...dedek kenapa ngajak nonton film itu?aku udah nonton kemarin sama Dylan.
'maaf ya dek...kak Melody bohong,kak Melody gak mau kamu ngambek lagi' ucapku dalam hati

Aku memang sengaja tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Nabilah bahwa aku sudah menonton film itu kemarin,aku tidak mau menimbulkan salah paham dengan nya yang membuat dia berfikir disaat dia sedang ngambek,aku malah asyik asyikan nonton dengan orang lain.

Disaat aku masih bersiap siap,tiba tiba Ve berjalan di depan ku tanpa menoleh.

"Ve!" panggil ku,namun iya tetap tidak menoleh sedikit pun ke arah ku
"kenapa kak?" ucapnya
"boleh ngomong bentar?"
"maaf kak...aku lagi buru buru....lain waktu ya" jawabnya dan langsung berjalan meninggalkan ku

"Ve kenapa sih?kok kayak menghindar dari aku"

Aku masih berdiri mematung sambil menerka nerka ada apa dengan Ve

"kak...udah belum?yeee malah bengong" ucap Nabilah yang tiba tiba sudah ada di sampingku
"ehhh...iya dek...ini udah kok"
"yaudah ayok kalau udah mah....ntar kemaleman nih"
"iyaaa..."

Aku dan Nabilah kini sudah dalam studio bioskop,aku memang sengaja mengajak Nabilah untuk nonton di bioskop yang ada di FX ini saja karena memang waktu yang sudah cukup malam jika harus berpindah mall. Setelah membeli beberapa cemilan,Nabilah kini sudah asyik menikmati film dan cemilan yang ia beli tadi. Sementara aku,samasekali tidak fokus dengan filmnya. Aku masih memikirkan sikap Ve yang aneh terhadapku.

"Aaaaaaa!!" teriak Nabilah yang sontak membuatku kaget
"busettt setan nya kayak cabe cabean gitu...bedak nya tebel banget" ucap Nabilah yang kini sudah memeluk lengan kananku karena takut,dan tanpa kusadari ternyata tangan Nabilah yang lainnya menggenggam tangan ku dengan sangat erat
"hmmmm....ini tangan ngapain?"
"ehh...hehehehe" jawabnya sambil tertawa dan langsung melepas genggaman nya
"lagian udah tau penakut...tapi milihnya malah film horor...kan udah aku bilang film nya cuma ngagetin aja dek...gak percaya sih dibilanginnya,kak Melody kan udah non... "
"hah...udah apa kak?kalo ngomong yang jelas napah...gak kedengeran"
"udah ngantuk dek...hoaammm" jawabku asal,huuffttt hampir aja keceplosan

Setelah kurang lebih dua jam,akhirnya film tersebut selesai.

"huaaahhh...akhirnya selesai juga...aku udah kebelet pipis daritadi" ucapku
"yaudah tinggal pipis aja kak"
"heii....daritadi yang terus terusan megangin tangan aku siapa?dedek kan?kak Melody mau ke toilet sebentar aja gak boleh sama dedek"
"hehehe....masa aku ditinggal sendirian kak?"
"kan cuma ditinggal ke toilet doang dek....ampun deh...gesrek gesrek tapi penakut"
"siapa yang penakut?aku cuma pura pura takut aja kok...biar diperhatiin kak Melody"jawab Nabilah sambil cengengesan
"huuuu....banyak alesan....udah ayok cepet ke toilet dulu....habis itu pulang"
"kak Melody nginep kan dirumah aku?"
"iyaaaa dek"

=== SKIP ===

Author POV
Kini Melody dan Nabilah sudah bersiap untuk tidur. Yaa...Melody malam ini memang memutuskan untuk bermalam dirumah Nabilah,karena sudah sangat tidak memungkinkan dirinya untuk kembali ke Bandung malam ini juga. Melody sudah mulai memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur

"kak... "panggil Nabilah yang sedang berbaring disebelah Melody
"hmmm" jawab Melody dengan mata terpejam
"kak Melody ish..."
"apa dek?kak Melody ngantuk nih"

SISTERHOODTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang