"Dia gadis yang rupawan. Setiap laki laki akan bangga memilikinya. Tapi tidak denganmu, wahai laki laki yang memiliki gadis itu. Gadis mu benar benar kamu kecewakan untuk yang kesekian kalinya. Kalau memang tidak bisa membawa sebuah kebahagiaan, biar aku saja yang membahagiakannya"
Surabaya, 2001
Saya laki laki asli Sunda yang hijrah dari Bandung menuju ke Surabaya. Kota yang terletak di ujung timur Pulau Jawa. Yang terkenal akan julukannya sebagai Kota Pahlawan.
Abhirama Wirananta.
Nama yang pas untuk laki laki berbadan tinggi tegap dan berwajah tegas. Ayahnya seorang Tentara. Yang selalu bertugas kapan pun dan selalu tidak ada saat hari libur. Hal tersebut membuat seorang Abhirama Wirananta harus menjaga ibu nya. Karena ia merupakan anak laki laki semata wayang.
Panggilan kecilnya adalah Rama. Rama kecil sangat senang sekali pergi ke Lembang untuk sekedar merefresh otak setelah selesai ujian tengah semester atau ujian akhir semester. Karena Bandung yang dulu benar benar sejuk, sayang sekali jika tidak pernah pergi berkunjung ke salah satu destinasi wisata di Bandung, Lembang.
Rama tumbuh menjadi remaja laki laki. Ayah dan Ibu nya memasukkan ia ke sebuah SMA yang memiliki sistem pengajaran seperti militer. Ayah nya memang sengaja memasukkannya ke dalam sekolah itu karena ia ingin anak laki laki semata wayang nya tumbuh dewasa dengan sikap tahan banting dan tidak mudah menyerah terhadap apapun. Ayahnya tidak bisa mengawasinya secara langsung, dikarenakan tugas nya sebagai abdi negara yang benar benar memiliki tanggung jawab yang sangat besar.
***
Ibu Rama yang merupakan wanita berdarah Jawa Timur, ingin kembali ke tanah kelahirannya. Sudah berapa lama ia tidak kembali kesini. Paling hanya melalui telepon ia memberi kabar keluarganya yang baik baik saja.
Setelah melalui pikiran panjang nya bersama sang suami. Ia memutuskan memboyong Rama menuju Surabaya. Mungkin karena ia sudah benar benar merindukan kota itu.
Ingatannya kembali kepada saat saat ia masih muda bersama sang suami. Tidak sengaja bertemu dan berkenalan di Jembatan Merah. Ratih, nama itu yang ia kenalkan pada laki laki yang sekarang menjadi suami nya. Laki laki itu benar benar mempesona tapi juga tidak terlihat laki laki murahan yang berkumpul di pinggir jalan lalu menggoda setiap perempuan yang lewat di depannya. Ia laki laki yang sedang mengunjungi kawannya di Surabaya. Sekalian saja ingin mengenal seluk beluk Kota Pahlawan ini. Setelah perkenalannya dengan laki laki yang sekarang menjadi suaminya, Ratih benar benar menyimpan rasa yang sangat dalam kepada laki laki itu. Sampai pada akhirnya, laki laki itu menghilang selama kurang lebih 4 tahun.
Nyatanya laki laki itu datang jauh jauh ke Surabaya. Dan pada saat yang bersamaan pula, Ratih akan dijodohkan kepada anak laki laki teman bapaknya. Untung saja belum terlambat pula Djodi, suaminya sekarang. Melamarnya. Ia bercerita menjelaskan maksud kedatangannya ke Surabaya. Ratih akhirnya mengerti, Djodi menghilang selama 4 tahun dikarenakan ia ingin menamatkan pendidikannya. Djodi ingin setelah selesai pendidikannya, melamar wanita yang ia cintai dan tidak sengaja ia jumpai diatas Jembatan Merah. Djodi kira Ratih sudah tidak mengingatnya, Djodi mengakui itu semua salahnya. 4 tahun bukan waktu yang singkat untuk menunggu seorang kekasih. Ia sematkan cincin pada jari Ratih dihadapan kedua orang tuanya. Orang tuanya merestui hubungan mereka berdua menuju sebuah ikatan suci pernikahan.
Sekarang, ia benar benar kembali ke Surabaya. Dan ia benar benar merindukan suaminya, 5 hari lagi suaminya menyusulnya ke Surabaya. Benar benar tidak sabar ia menunggu kedatangan suaminya yang selalu membuatnya jatuh cinta setiap hari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Now and Then
Teen FictionDia. Laki laki yang pertama kali kutemui di depan gerbang sekolahku. Ketika itu kami masih berseragam SMA. Dia, laki laki bertubuh gagah. Ber alis tebal. Dan memiliki rahang yang kokoh. Dia adalah dia. Akan selalu menjadi dia yang kucintai. Dia ada...
