"Sebenarnya definisi mencintai adalah simple. Cukup dia mencintai dan saya mencintai. Nyatanya definisi mencintai tidak se simple itu"
Surabaya, 2001
Yang kutunggu nampaknya belum hadir pula. Sudah 30 menit kududuk di kursi favorit Alisha. Perpustakaan segera tutup. Dan Alisha belum hadir sampai sekarang. Nampaknya gadis itu tidak benar benar ingin mengetahui siapa diriku.
***
"Alisha, tunggu!"
"Ya?"
"Cuek banget sama saya. Giliran sama orang lain enggak ya"
"Suka suka saya"
"Ya ya, kamu mau kemana? Saya antar pulang ya?"
"Enggak, saya ada perlu jadi saya gak bisa terima tawaran kamu. But terima kasih atas tawaran nya"
"Keperluan apa Alisha? Saya boleh menemani kamu?"
"Enggak perlu. Temani saja sana Sandra. Dia jauh lebih penting"
"Alisha. Sudah berapa kali saya bilang. Sandra adalah masa lalu. Sudahlah Alisha. Saya pun nggak tahu harus gimana lagi sama kamu. Perasaan saya cuma sama kamu. Kalau saya nggak cinta sama kamu. Saya akan tertarik sama Sandra. Dan meninggalkan kamu"
"Ya ya. Waktu saya nggak banyak, Naranta. Sudah ya, lain kali mungkin kita bisa bicarakan tentang ini"
"Kamu pikir saya nggak tahu selama ini kamu selalu menghindari saya Alisha?"
"Lalu kalau saya menghindari kamu, apa masalah kamu? Apa yang telah kamu perbuat sama saya? Seharusnya kamu sadar. Saya perempuan. Dan saya sadar, saya memang kalah secara fisik dan talenta dengan Sandra. Sandra yang memiliki wajah yang putih dan tubuh bak model. Pantas saja, Naranta. Saya hanya seorang gadis biasa. Gadis yang tidak pernah jatuh cinta sekalipun. Dan sekalinya saya jatuh cinta, nyatanya saya diabaikan."
"Siapa yang mengabaikan kamu, Alisha"
Seharusnya kamu tahu, Alisha. Kamu memiliki kelebihan tersendiri, Alisha. Kamu mampu membuat seorang Naranta Pramudya jatuh cinta sampai sejauh ini.
Alisha menghapus air matanya. Ia sadar bahwa ia memang sudah seharusnya menyadari kenyataan. Sandra memang gadis yang cocok ketika bersanding dengan Naranta. Ia hanya seorang gadis yang tidak memiliki talenta apa apa. Dan Naranta terus saja berbohong kepadanya bahwa ia sangat mencintai Alisha. Nyatanya tempo hari pemandangan tak mengenakan yang dilihat Alisha tak juga menyadarkan rasa bersalah Naranta.
Alisha pergi. Pergi dari hadapan Naranta. Naranta geram. Ia menarik rambutnya dengan kesal. Tangan nya mengepal kuat. Ia benar benar sedang kesal. Alisha, bagaimana bisa ia berkata seperti itu? Fisik dan Talenta bukan sesuatu yang dapat membuat seseorang jatuh cinta. Sayang, hal semacam itu benar benar tidak berkaca pada realitas yang ada. Perempuan yang tidak seperti itu selalu ditolak. Ditolak kehadirannya oleh setiap laki laki yang mereka cintai.
***
Narendra termenung. Dilihatnya kedua insan yang sedang beradu argumen di hadapannya. Ia berhenti dan menyaksikan pemandangan itu. Rasa dendam benar benar menguasai tubuh Narendra. Jadi begini kah Naranta cara mu menjaga Alisha?. Sudah sepantas nya laki laki seperti mu di cap tidak baik. Narendra terdiam. Melihat gadis yang ia cintai pergi. Sudah 1 tahun ini, ia menjaga Alisha diam diam. Menjaga dari jarak kejauhan tanpa Alisha tahu. Hal semacam ini benar benar pengecut. Sangat pengecut. Karena ia merasa tidak bisa melindungi seorang wanita. Tulang rusuk bagi kaum adam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Now and Then
Fiksi RemajaDia. Laki laki yang pertama kali kutemui di depan gerbang sekolahku. Ketika itu kami masih berseragam SMA. Dia, laki laki bertubuh gagah. Ber alis tebal. Dan memiliki rahang yang kokoh. Dia adalah dia. Akan selalu menjadi dia yang kucintai. Dia ada...
