"Semoga kamu adalah akhir atas sebuah pencarian. Kita adalah awal untuk sebuah perjalanan panjang. Dimana cobaan adalah pemanis, ujian adalah penguat, dan untuk niat yang telah ditanamkan"
Surabaya, 2002
Hari ini. Hari dimana Naranta akan berangkat ke Bandung. Meninggalkan Kota Surabaya dengan sejuta kenangan yang telah di lewatinya bersama dengan Alisha. Berat. Sungguh berat. Bagaimana tidak? Alisha memiliki pengaruh besar baginya. Alisha adalah kekasih pertamanya. Dan Naranta yakin, bahwa Alisha lah tulang rusuknya.
***
Sementara, Alisha membuka lembaran foto foto yang telah di tata sedemikian rapi oleh Naranta. Buku itu berisikan bagaimana kisah nya dengan Alisha. Berbentuk scrapbook dengan kertas usang yang terlihat sekali kesan vintage nya. Alisha menyukainya.
Lembaran pertama, di tuliskan bahwa bagaimana Naranta pertama melihat dirinya. Kemudian jatuh kedalam pesona Alisha. Naranta sadar, pada saat itu Naranta hanya laki laki biasa. Tidak tampan seperti kebanyakan laki laki yang mendekati Alisha. Namun bagi Alisha, Naranta adalah lelaki yang berbeda. Di saat semua laki laki menggodanya, Naranta dengan sigap akan menjaga nya.
Kata kata yang dituliskan oleh Naranta benar benar membuat dirinya tersenyum senang. Laki laki itu selalu saja bisa membuatnya bahagia.
"....Disaat semua laki laki sibuk mendapatkan perhatianmu. Aku dengan santai sudah mendapatkan perhatianmu, bukan?"
Benar juga, Naranta. Ah kalau saja dirinya bisa ikut menyusulnya ke Bandung. Pasti Alisha akan ikut dengan Naranta. Selalu setia berada di sampingnya. Sampai kapanpun.
Memori 3 tahun yang lalu benar benar terbuka satu demi per satu. Hari di mana Naranta mengajak berkenalan untuk yang pertama kalinya di kantin. Dan seminggu kemudian Naranta mengajaknya pacaran di hari senin tanggal 26 juli. Caranya mengajak Alisha jadian benar benar santai. Seperti mengajak bermain saja. Dibalik itu semua. Tersimpan sebuah keseriusan dalam diri Naranta.
Benar benar beruntungnya Alisha menjadi milik seorang Naranta Pramudya.
***
2 Jam lagi adalah jadwal keberangkatan Naranta ke Bandung. Semua barang barang yang hendak dibawa telah di persiapkan oleh Naranta. Tiket pesawat pun telah digenggamnya. Sedari tadi ia ingin sekali menghubungi Alisha. Tetapi diurungkan pula niat Naranta. Ia tidak ingin mengganggu kekasihnya. Walau mungkin bisa saja hari ini adalah hari terakhir bertemunya ia dengan Alisha. Siapa yang tahu?.
Naranta membuka dompetnya. Terpampang jelas foto Alisha. Foto yang tidak sengaja ia ambil ketika Alisha sedang tertawa. Ia benar benar merindukan gadis itu. Jarak Bandung dengan Surabaya relatif jauh. Seperti dari ujung ke ujung Pulau Jawa. Ah, rasanya ingin saja mengajak gadis itu ikut bersama nya ke Bandung. Tinggal bersamanya dan rumah keluarganya di Bandung.
".....Nanti kalau kamu ke Bandung, saya ikut ya?"
Alisha, ikutlah denganku ke Bandung......
***
Alisha tidak tahu jam berapa keberangkatan Naranta menuju Bandung. Yang jelas Alisha ingin mengiringi kepergian Naranta ke Bandung.
Alisha telah siap dengan kaos berwarna merah muda dengan bawahan rok selutut berwarna biru dongker. Rambutnya ia gerai, dilengkapi juga dengan bando berwarna merah muda dengan hiasan pita kecil di sebelah kanan. Alisha akan menyusulnya ke Bandara.
Sopir Alisha lah yang akan mengantarnya ke Bandara. Alisha berlari menuju mobilnya. Ia takut kalau nantinya ia tidak dapat bertemu dengan Naranta. Walau sekitar 1 tahun ke depan, Naranta akan pulang ke Surabaya. Baginya 1 tahun bukan waktu yang singkat. Tidak secepat membalikkan kedua telapak tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Now and Then
Teen FictionDia. Laki laki yang pertama kali kutemui di depan gerbang sekolahku. Ketika itu kami masih berseragam SMA. Dia, laki laki bertubuh gagah. Ber alis tebal. Dan memiliki rahang yang kokoh. Dia adalah dia. Akan selalu menjadi dia yang kucintai. Dia ada...
