tujuh

2.6K 160 20
                                    

"Kalau yang ini desain dari Anya's Fashion."

Aku meneliti gaun pengantin berwarna putih tanpa lengan, dengan rok lebar dan bervolume. Pas untuk pernikahan bertema Spring or Summer.

Resa berahli ke gaun berikutnya, dan menjelaskannya lagi padaku. "Ini... Designer dari luar negeri. Terkenal banget. Gaun fairytale, gitu."

Kali ini, gaun yang terinspirasi dari sosok para putri dari dunia dongeng. Gaun tersebut tampil dengan detail bunga dan juga payet dalam warna ivory yang klasik.

Aku mangut-mangut dengan sesekali berkomentar ketika Resa asik menjelaskan gaun yang sedang dipamerkan di ballroom hotel Ashton. Termasuk gaun rancangannya.

Usai acara, ia mengajakku berkeliling dan berkenalan dengan teman-teman seperjuangannya. Kebanyakan laki-laki dan sifat mereka yang gemulai. Namun aku cukup takjub dengan rancangan mereka, ini mengingatkanku pada designer laki-laki Indonesia yang pernah menjadi juri di acara Mamamia.

"Supir lo udah nyampe?" tanya Resa.

Aku sedikit tersentak mendengar kata pertama Resa. "Harusnya sih udah."

"Yaudah, tunggu aja. Mungkin lagi dijalan."

Aku melirik handphone, yang tak menunjukkan adanya pesan ataupun panggilan masuk.

Mataku mengangkat dan langsung mendapati bayangan Aldric berjalan ke arah kami. Aku terkesiap begitu dirinya semakin dekat. Kupikir dia akan menungguku di mobil.

"Bi." panggil Aldric sewaktu aku hendak membawa Resa kabur dari sini.

"Eh-iya, tumben nyusul. Kok gak ngabarin kalau udah sampe?" tanyaku.

"Saya pikir, kamu butuh disusulin."

Resa menarik tanganku supaya sedikit berjauh dengan Aldric, dan membisikkan sesuatu ketelingaku. "Ini supir lo, Yi?" tanyanya.

"Eng... Itu-"

"Kok tampangnya kayak bukan supir? Lo nyari dimana supir begini?"

Aku memplototin Resa, kesal. "Apaan, sih? Asal ceplos aja."

"Terus ini bukan supir lo? Oh God..." Resa menutup mulutnya yang menganga tak percaya.

Aldric berdehem, menginterupsi kami. Resa melepas tanganku, kemudian tersenyum dengan Aldric.

"Kenalkan, saya Aldric." Dia mengulurkan tangan kanannya pada Resa.

"Resa, teman semasa kuliahnya Gayi." balas Resa, lalu melepaskan jabatan tangannya dengan Aldric.

"Dia designer gaun pengantin yang gaunnya lagi di pamerin disini." jelasku pada Aldric.

Aldric melirikku sekilas dan mengangguk paham. "Sesekali saya akan sempatin lihat gaun rancangan kamu."

"Bisa dong sekalian jadi model pengantin cowoknya juga?" tanya Resa, tertarik.

Aku meringis. Dasar gak mau kalah!

Aldric menunjukkan senyuman akrabnya, bukan seringai yang seperti dilakukannya padaku. "Boleh." Dia melihatku sejenak. "Tinggal beritahu lewat Abigail." lanjutnya.

"Thanks, ditunggu aja kabarnya dari Gayi."

"My pleasure." Aldric masih tersenyum pada Resa, mengabaikanku tentunya. "Kalau gitu, saya ijin bawa Abigail pergi." ucapnya.

Resa menaikkan bahu. "Silahkan."

"See you next time, Resa." Aldric berjalan lebih dulu, membiarkanku pamit dengan Resa.

Mistake On RopeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang