16

4.4K 430 4
                                        

"Hai, steffy" (Namakamu) menyapa steffy dengan wajah yang sangat gembira. Sedangkan steffy yang masih asyik melahap bekal makanannya hanya bisa ber 'hm' saja

(Namakamu) yang menyadari tingkah steffy yang aneh itu langsung menjitak kepala steffy, membuat steffy meringis kesakitan dan menghentakkan meja dengan kesal

"Maksud lo apa jitak kepala gue?!" Bentak steffy.

"Lah?" Sontak (Namakamu) bertanya dengan wajah yang bingung. Jitak-menjitak bukanlah hal yang baru baru ini (Namakamu) lakukan pada steffy. Malah, dari awal mereka bersahabat, (Namakamu) dan steffy sudah sering saling menjitak.


"Stef, lo kenapa? Lagi kesel ya?" Tanya (Namakamu) lembut seraya mengambil posisi duduk didepan steffy, sedangkan steffy menatap tajam kearah (Namakamu)

Steffy menutup bekal-nya, padahal ia belum selesai makan, "gue ga suka ya dijitak gitu, nyebelin tau gak" ucap steffy kesal lalu berdiri dan hendak meninggalkan (Namakamu)

"Stef"

Langkahnya terhenti karena steffy memanggilnya, (Namakamu) menghela nafas sebelum mengatakan ada apa dengan steffy? (AADS:v)

Sedangkan steffy memutar bola mata dan memberikan tatapan 'tanya diri lo sendiri' lalu pergi

"Maksudnya apa?" (Namakamu) bertanya pada dirinya sendiri. Ini sangat aneh. Steffy, sahabatnya itu kenapa berubah drastis seperti ini?

*****


"

Hai cewek, piuwit"

(Namakamu) terkekeh kecil saat iqbaal menyapa nya seperti itu. (Namakamu) sendiri masih belum percaya kalau iqbaal kini adalah kekasihnya

"Apaan sih, baal" (Namakamu) mencubit pelan bahu iqbaal, ya pasti Iqbaal meringis kesakitan.

"Aku udah nemuin tempat baru buat kita beduaan, mau tau dimana?" Iqbaal bertanya dengan nada antusias

"Emang kita ga pernah berduaan ya? Kayanya sering deh baal" jawab (Namakamu) santai lalu meletakkan tas nya di bangku miliknya. (Namakamu) sempat melirik kearah tempat duduk steffy

Steffy memindahkan tasnya, berarti steffy tidak duduk disebelah (Namakamu) lagi. (Namakamu) masih bingung dengan apa yang terjadi pada steffy pagi ini

"(Nam..), kok diem?" Iqbaal membuyarkan lamunan (Namakamu), (Namakamu) tersenyum kecil

"Yaudah, yuk tunjukin dimana tempatnya" ajak (Namakamu), Iqbaal mengangguk cepat seraya tersenyum

*****

"Atap sekolah? Kalau disini mah aku udah tau baal," ujar (Namakamu) semangat lalu duduk diikuti iqbaal

"Emang kamu sering kesini?"

"Sering banget"

"Buat ngeliatin pemandangan enak juga ya" ucap iqbaal mengedarkan pandangannya, (Namakamu) mengangguk

"Buat nangis juga" sambung (Namakamu) lalu mengusap wajahnya sekali. Iqbaal mengernyitkan alisnya, pertanda ia bingung? Buat nangis? Nangisin apa?

"Dulu, waktu kamu sering nge hina aku, aku suka kesini, sendirian, gak ngajak siapapun, bahkan steffy gak tau" jelas (Namakamu). Iqbaal menunduk, perasaan bersalah nya kini muncul lagi, padahal ia sudah sangat berusaha untuk melupakan perasaan bersalah itu, namun sulit.

Apa ia harus mengatakan pada (Namakamu) yang sebenarnya atau diam?

Tak ingin berfikir panjang, Iqbaal membuka kedua tangannya, "free hug" ucapnya, (Namakamu) tersenyum lalu memeluk Iqbaal sekilas

"Baal, steffy hari ini aneh deh, dia marah sama aku cuma karena aku ngejitak dia, padahal kita udah sering banget jitak-jitakan" ucap (Namakamu) dengan nada yang terdengar bingung

Mendengar itu, Iqbaal hanya bisa diam. Iqbaal tau kenapa steffy seperti itu.

Flashback

"Baal, kamu serius nembak si (Namakamu)?" Steffy bertanya dengan wajah yang kesal

Iqbaal mengangguk, "knapa lo tiba tiba nanya begituan? Bahasa lo juga kenapa pake kamu segala?" Tanya iqbaal diakhiri kekehannya

Steffy menunduk, "gak tau kenapa, belakangan ini perasaan lama itu muncul lagi Baal" ucap steffy, Iqbaal tertegun seketika

Jangan bilang kalo perasaan..

"Perasaan suka, baal" lanjut-nya.

"Ga bisa steffy, gue udah pacaran sama (Namakamu)" ucap iqbaal jujur, steffy mengangguk

"Iya gue tau. Tapi apa sih yang istimewa dari (Namakamu)? Dia itu ga cantik banget, paling juga aku yang cantik, dia juga ga pintar banget Baal " jelas si steffy. Jujur, Iqbaal sendiri kaget dengan penuturan steffy yang ini

Dulu, saat mereka masih kelas 2 smp, steffy mengutarakan perasaannya pada Iqbaal dan Iqbaal menerimanya, namun hanya untuk beberapa hari, karena Iqbaal hanya mempermainkan steffy. Ya, Iqbaal memang jahat, tapi itu dulu.

"Dia sahabat lo stef, lo tega ya sama dia" tutur Iqbaal. Steffy mengangguk lagi

"Sahabat palsu" ucap steffy pelan, "kamu inget kan waktu itu aku pernah coba jodohin dia sama teo? Padahal aku berharap dia bisa move on dari kamu, dan aku yang jadi pacar kamu, tapi nyatanya?" Steffy tersenyum miris

"Stef, lo harusnya tau kalau gue ga pernah suka sama lo, dan lo harus nya ga jahat gini ke (Namakamu)"

"Ya mau gimana lagi, gue kalau udah suka sama seseorang bakal berusaha buat dapetin orang itu, walaupun bakalan banyak orang yang Gue korban-in" jelas steffy panjang lebar. Iqbaal membulatkan mata

"Gue--aku steffy, suka sama kamu"

Flashbak off

*****

Wah, sudah berapa lama ini tidak di lanjuut?
Maaf yaaaaa
Maaffffff

Ini udah panjang kan?
Berharap masih ada yang baca hihi

-Manda yang lega karena lulus yeay

Amour / I.dTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang