Well open up your mind and see like me
Open up your plans and damn you're free
I look into your heart and you'll find
Love,love,love
Im Yours, Jason Mraz
---
"Niga, jadi ke rumah Ayah?" aku sedang mengaduk sup wortel saat Niga sedang menyeduh secangkir kopi hitam dan dua cangkir teh.
"Hmm" mengambil jeruk nipis dari dalam kulkas, ku iris dan menyerahkan pada Niga.
"Aku tambah nipis, pengen"
Di meja makan bergaya meja bar dengan kursi tinggi, papa sudah siap memegang koran pagi. Bajunya rapi-hasil usahaku menyetrika pagi-pagi buta, hanya tinggal memakai dasi saja. Papa tidak pernah memakai jas, katanya percuma tidak menutupi perutnya yang menyembul.
"Pa, mau pakai sup apa ayam? Ayam kemarin,sih" tawarku kepada papa mertua.
"Sup ayam aja,lah" heh? Bapak sama anak sama saja. Kesamaan mereka yang membuatku kesal sekaligus geli.
"Ayam goreng,Pa" aku meluruskan.
"Oh, yaudah sup ayamnya saja" ucap Papa tanpa menoleh kearahku.
"Pa, sup wortel pakai kaldu daging. Ayamnya ayam goreng. Beda judul,Pa" Niga cekikikan ketika aku berusaha menjelaskan ke Papa.
"Oh, iya" Papa masih enggan mengalihkan perhatiannya dari koran. Aku berdecak, dan berbisik ke Niga, "Papa kamu, sangar"
"Pa, jadinya sama apa?" ganti Niga yang bertanya. Niga sudah membawa tiga cangkir yang baru diseduhnya dengan air panas ke meja makan-beda dengan yang di tempati Papa.
"Sama nasi kalau lontong enggak mau. Enggak enak kalau di gabung sama sup" papa melipat korannya, menatap ke arah Niga lalu ke arahku.
"Pa, boleh di taburi sianida nggak sup-nya?" papa terbahak, aku menyiapkan semangku sup dan sepiring nasi. Membawanya ke meja makan.
"Eh, sini aja. Papa kadung pewe disini," ujar papa menahanku sebelum meletakkan di meja makan. Memintaku untuk membawa makanan yang ku bawa ke meja bar yang di tempati.
"Kopinya,dong" pintanya lagi.
"Lauknya mau apa?" aku menanyai mertuaku.
"Nggak usah"
Kami bertiga makan dalam diam, sebelumnya aku telah menyiapkan sup di mangkuk besar dan juga nasi di bakul tradisional. Untukku dan Niga, papa memang sukanya memisahkan antara sayur dan nasi. Juga suka jika disiapkan langsung.
"Enak ya, kalo punya istri" ucap papa tiba-tiba. Nampaknya papa sudah selesai makan. Niga terbatuk-batuk, entah mengapa. Aku menuangkan segelas air putih untuk Niga.
"Papa mau punya istri?" tanya Niga setelah batuknya mereda. Aku yang mendengar, baru paham mengapa Niga terbatuk-batuk.
"Eh, siapa bilang? Istri kamu aja, udah. Dia kan masih sanggup urus kita berdua, kalo engga baru deh,-papa cari asisten rumah tangga" sebenarnya, rada tersinggung aku mendengar perkataan ceplas-ceplos mertuaku. Meski ngaco, dia telah menyadarkanku tentang peranku disini, sekarang.
"Ih jahat deh,Pa. Jadi aku sama gitu kayak asisten?" ujarku sambil cemberut.
"Loh, kamu nggak tau? Ayah kamu punya hutang ke Papa, trus dia tukar kamu sebagai bayarannya" ucap papa bercanda.
"Gila, kayak sinetron banget!" timpalku.
Papa tertawa, "kamu ini ya, cocok jadi istri kedua Papa"
Niga tersedak lagi, buru-buru dia meraih gelas yang tadi kutuangkan air putih. "Ari, kita pindah rumah nanti sore. Habis ini aku datang ke kantor perumahan, bayar tunai rumah orang"
Aku dan papa tertawa. Niga cemburu sama papanya. Iya kali kalo sinetron, masa iya anak rebutan istri sama bapaknya. Tuh istri juga bisa liat,kali. Ngapain sama bapaknya, kalo ada yang versi muda. Warisan kan juga bakal jatuh ke anak. Eh, maafkan daku papa, cuma becanda,kok.
"Tenang Niga, hatiku hanya padamu,kok. Kalo jasa dibagi-bagi ya sama papa" ucapku bercanda
"Heh! Jasa apa? Gak, gak! Kita beneran pindahan" gimana sih, kenapa Niga jadi uring-uringan. Lalu aku sadar akan kalimatku yang ambigu.
"Ya Allah, sensitif apa mesum,sih kamu."
"Papa berangkat dulu, Assalamualaikum"
I'm Yours,Niga.. I'm Yours
***
Gimana deh kalo kamu punya papa mertua kayak gitu, wkwkwk.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOW I LOVE YOU
RomanceKisah tentang proses mencintai seseorang yang sebelumnya sangat asing. Ariana, atau akrab dipanggil Ari, sedang patah hati karena hubungannya dengan kekasih kandas. Ia kira hanya butuh beberapa waktu untuknya menyembuhkan diri. Namun sepertinya just...
