The Boy
Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook and others
Genre : Romance, Thriller, maybe Horror, Little bit Gore
Warning : BoyxBoy, YAOI, Typo (s), Don't Like Don't Read
Rate : M (buat jaga jaga)
Chapter 7
Happy Reading ~
Mentari mulai menunjukkan dirinya di ujung timur, memberi kehangatan bagi makhluk yang ada di bumi. Membangunkan beberapa insan yang masih dengan nyamannya bergelung dalam selimut hangat mereka.
Taehyung mengerang kecil saat di rasa silau mengganggu aktifitasnya. Mengganggunya sehingga dokter muda itu terpaksa membuka matanya. Pemuda bersurai coklat itu sempat tersenyum saat mengingat apa yang terjadi tadi malam, jujur saja dia merasa lelah karena manusia boneka manisnya itu ternyata sungguh mempunyai tenaga ekstra dan begitu agresif saat di ranjang.
Taehyung sudah hendak kembali terlelap sebelum gendang telinganya menangkap sebuah suara, suara dentingan piano yang mengalunkan lagu yang biasa dia putarkan untuk Kookie di pagi hari (ingat rulenya di chapter 1 yang Kookie harus mendengar musik di pagi hari).
Masih dengan mata terpejamnya Taehyung menggerakkan tangannya ke samping, mencoba mencari keberadaan boneka keramik yang biasa dia lihat saat pertama kali membuka mata. Taehyung tersentak kaget saat tak mendapati bonekanya di sana, dengan segera sang dokter muda membuka matanya lebar dan menegakkan tubuhnya.
"Di mana Kookie?" Taehyung menoleh ke samping dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 6.30, seharusnya Kookie memang sudah berubah menjadi boneka dan tergeletak di sampingnya seperti pagi - pagi sebelumnya.
"Dan siapa yang bermain piano?" Taehyung kembali tersentak saat telingannya masih mendengar suara dentingan piano.
Taehyung beranjak dari ranjang, memakai celananya asal dan berjalan ke arah pintu. Melangkahkan kakinya ke ruang utama di apartementnya.
Dokter muda itu memelankan langkahnya saat melihat punggung seseorang duduk di depan piano putih dan memainkannya dengan begitu lihai. Taehyung sempat tertegun memejamkan mata menikmati alunan nada - nada yang bersahutan keluar bersamaan dengan lincahnya jari - jari lentik itu menari di atas tuts - tuts yang berjejer rapi.
"S-siapa kau?" tanya Taehyung saat dirinya sudah berdiri tak jauh dari pemuda yang hanya menggunakan kemeja kebesaran berwarna dongker miliknya yang sangat kontras dengan kulit susunya.
Jemari lentik itu berhenti seketika, dan pemuda itu menoleh
"Kookie?"
Yang di panggil langsung tersenyum manis dan beranjak dari duduknya lalu menghambur ke pelukan yang lebih tua.
"Morning daddy"
CHU~
Kookie mengecup pipi kanan Taehyung.
"B-bagaimana bisa? Bukankah seharusnya Kookie sudah berubah?" Taehyung sama sekali tak bisa menyembunyikan keterkejutannya, pasalnya sekarang sudah hampir jam 7 dan seharusnya manusia bonekanya ini sudah kembali menjadi boneka keramik lebih dari setengah jam yang lalu.
"Molla, Kookie juga tidak tahu dad" Kookie terkekeh saat melihat wajah blank Taehyung yang menurutnya sangat lucu.
"Berhentilah memasang ekspresi seperti itu dan mandilah dad, kau bau" lanjuy Kookie dan mendorong Taehyung menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar mereka. Taehyung yang masih dalam mode berpikir tak menolak sama sekali.
Sebelum Taehyung benar - benar menghilang di balik pintu kamar mandi Kookie sempat berteriak
"Oh ya dad, setelah mandi langsung ke meja makan ne. Kookie sudah menyiapkan sarapan."
Setelah memastikan sang daddy masuk ke kamar mandi Kookie mengambil satu setel pakaian yang dia pilihkan untuk Taehyung pagi ini dan kembali ke lantai bawah menuju meja makan. Tak banyak yang dia siapkan untuk sarapan daddynya, hanya pancake dan sebotol madu juga segelas kopi kesukaan Taehyung.
Kookie memang sejak lama ingin melakukan hal ini, menyiapkan sarapan untuk sang daddy di pagi hari karena dia tahu daddynya itu sering melewatkan jam sarapannya dan hanya akan memakan sepotong roti yang ditemani secangkir kopi di cafetaria rumah sakit sebelum bekerja. Tapi apa daya, setiap dia memejamkan mata dini hari dia akan menemukan dirinya sudah berubah menjadi boneka keramik lagi di pagi harinya. Itu membuatnya kesal.
Saat Kookie telah mendudukkan dirinya di salah satu kursi meja makan, Kookie merasa tubuhnya gemetar
"Kenapa ini?" gumamnya
Tubuhnya terus gemetaran hebat hingga tubuhnya merosot jatuh ke lantai.
'Astaga ku mohon jangan seperti ini' teriaknya dalam hati.
Taehyung POV
Aku masih merasa heran dengan Kookie, biasanya dia akan kembali berubah menjadi boneka tepat pukul 6 pagi atau setelah matahari terbit. Tapi pagi ini saat aku bangun dia masih berwujud manusia dan itu sudah lewat dari jam 6.
'Bagaimana bisa?' batinku
'Apa ada hubungannya dengan kegiatan kami semalam?'
Aku terus mencari beberapa kemungkinan yang bisa menjadi jawaban semua kebingunganku tapi tak kunjung ku temukan.
Ah sudahlah, itu tidak penting. Yang terpenting pagi ini aku bisa menikmati waktuku dengan manusia boneka manisku itu lebih lama.
Setelah beberapa menit aku membersihkan diri di kamar mandi aku segera keluar dan tersenyum saat aku melihat setelan pakaian yang sepertinya disiapkan oleh Kookie.
'Manisnya' batinku
Selesai berpakaian dan bersiap - siap aku segera turun karena tak ingin Kookieku menunggu lebih lama lagi.
Tapi saat aku sampai di ruang makan aku tak menemukan siapa pun di sana.
"Kookie?" panggilku
Tak ada sahutan dan ku putuskan untuk berkeliling mencarinya.
"Kookie eodiga?"
"KOOKIE KAU DI MANA?" aku berteriak karena tak kunjung menemukan keberadaan manusia boneka manisku itu.
TBC
Kkkk~ ketawa nista
Akhirnya eon bisa update juga setelah 4 hari hibernasi.
Mianhae eon baru update sekarang, dan sekalinya update bener - bener ngga sesuai perkiraan kalian dan lagi pendek bighit.
Mianhae~~
Oh ya yang abis lebaran ada yang mau ngasih eon ampau ngga nih?? 😂😂😂
Ah, satu lagi. Daybreak Rain sama Mwo? Second Booknya bakal menyusul secepatnya, ini eon buruin yang ini dulu soalnya.
Voment juseyo*aegyo*
*bow*
Gomawo~~~
KAMU SEDANG MEMBACA
The Boy (VKook)
RandomEND Private! Kim Taehyung, seorang dokter muda yang bekerja di Seoul International Hospital adalah seorang pemuda yang bisa dikatakan nyaris sempurna. Tampan, mapan dan masih muda membuat dirinya selalu dielu - elukan banyak orang di luar sana. Hi...
