Chapter : 20

2.6K 130 2
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ali POV

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ali POV

"Bang Ali.." panggil Raja, ia menarik-narik lengan baju gue. "Ini semua udah takdir Tuhan, Bang Ali gak boleh terus-terusan menyalahkan diri sendiri gitu. Kak Prilly pasti juga gak rela Bang Ali gitu terus."

Lalu, Raja menyodorkan sebuah buku tebal berwarna biru dan sebuah amplop berwarna putih.
Gue menerima buku itu dengan sedikit bimbang. Gue membuka halaman pertama buku itu. Disana tertulis "Buku harian Prilly". Refleks gue menyodorkan buku itu ke Raja.

"Aku gak berhak baca buku itu, Ja" tukas gue singkat.

"Gak! justru Bang Ali yang paling berhak baca diary ini, karna cuma nama Bang Ali yang tertulis disana." ujar Raja menyodorkan diary itu ke gue.

"Ayo pulang, Ja" ajak seseorang pada Raja. Gue menoleh ke sumber suara. "Cowok ini lagi" pikir gue dalam hati. Dia cowok yang selama ini sering gue lihat bersama Prilly.

"Ali? Gue Dava." gue menyambut uluran tangan dari cowok yang mengaku bernama Dava itu.

Raja dan Dava pamit pulang duluan. Gue masih di samping pusara Prilly.
Sesaat kemudian.
Perlahan gue membuka amplop yang diberikan Raja tadi. Ada secarik surat di dalamnya. Gue mengenal tulisan itu. Prilly yang menulisnya.

Hate U Love U (aliando prilly)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang