Ali POV
"Li, gimana persiapan lo buat Elang Emas?" tanya Jordan di telepon.
Elang Emas adalah sebuah perlombaan balap motor yang diadain tiap tahun. Dan selama 3 tahun ini, posisi gue sebagai juara belum tergeserkan.
"Kalau tentang itu gampanglah, gue udah mempersiapkan kemarin kemarin" jawab gue santai.
Gue udah baikan sama Jordan gue pikir ada benernya juga,
gak mungkin cuma gara gara masalah sepele gitu persahabatan gue sama Jordan jadi berantakan.
Setelah ngobrol macem macem Jordan mematikan teleponnya disuruh menjemput Mamanya dari arisan.
Sendiri, bukan hal baru buat gue karena udah berkali kali gue merasakannya.
Kesepian sepertinya udah menjadi bagian dari hidup gue. Papa dan Mama sibuk dengan urusannya masing masing. Waktu kumpul keluarga biasa kami rasakan saat menjelang malam.
"Tiinn tiinnn"
Gue bersyukur mendengar suara klakson itu menandakan sebentar lagi gue gak kesepian lagi. Segera gue berlari membuka pintu garasi.
Sejak kecil, orang tua gue mendidik untuk belajar mandiri. Mama memang sengaja gak menggaji pembantu.
Semua pekerjaan rumah kami kerjakan sendiri mulai dari beres beres rumah, nyuci baju, masak, nyuci motor, nyuci mobil, semuanya kami kerjakan sendiri tanpa pembantu.
"Makasi sayang." ucap Mama dari dalam mobil.
"Tumben pa, pulang cepet?" sapa gue pada Papa sambil mencium tangannya.
"Iya" ucap Papa sambil melepas jas kerjanya.
"Kamu udah makan, Li? Makan dulu yuk ini Papa beliin opor ayam kesukaan kamu" lanjutnya.
Setelah makan bersama, kami bertiga duduk di ruang keluarga.
"Ali, kamu gak pengen ngekost?" tanya Papa tiba tiba. Membuat gue terperanjat.
What? Ngekost? Buat apa coba. Batin gue.
Gue hanya mematung. Bingung harus menjawab apa.
"Kok diem, Li?" tanya Papa lagi.
"Kenapa Pa? Kok tiba tiba nanya gitu? Jujur, Ali gak pernah kepikiran buat ngekost" jawab gue kesal.
"Memang ada yang salah, Nak? Toh biar kamu bisa lebih mandiri sayang" ucap Mama.
"Belajar mandiri bukan berarti harus ngekost kan, Ma?" Aku membela diri. Gila! Seorang Ali juara balapan motor disuruh ngekost.
Apa kata temen temen gue nanti? bisa tengsin abis gue nanti.
"Tapi dengan ngekost, kamu bisa lebih konsen belajar mandirinya gak banyak main kayak sekarang ini."
"Ali keberatan Pa, bentar lagi juga mau ujian kenaikan kelas."
Jawabku menahan emosi.
"Gak harus sekarang Li, nanti kalau sudah kuliah aja"
"Ya udah Ali pamit tidur dulu, Pa, ntar Ali pikir pikir lagi tentang ngekost itu"
Tanpa menunggu jawaban dari Papa gue segera beranjak ke lantai atas ke kamar gue.
******
Prilly POV
"Papa mama gue mau cerai, Prill" ucap Gritte sesenggukan. Matanya mulai bengkak.
Malem ini Gritte nginep di rumah gue dia sengaja kabur dari rumah karena setres dengan perlakuan orang tuanya.
Gue menepuk nepuk pundaknya mencoba menenangkan perasaannya. Sedikit demi sedikit Gritte merenggangkan pelukannya.
Gritte memulai ceritanya gue mengenggam erat tangannya, memberi kekuatan kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate U Love U (aliando prilly)
FanfictionBenci bisa berubah menjadi rasa Cinta yg begitu besar. Ali Argianta Syarief adalah teman masa kecil Prilly Aurora Latuconsina. Awalnya mereka berteman akrab yg tidak mudah untuk dipisahkan. Hingga pada akhirnya salah satu dari mereka memiliki perasa...
