←junhoe←

3.3K 179 3
                                        

Di hari special ini, Yera sedari pagi sudah ribet kesana-kemari. Sebenernya Cuma mondar-mandir kamar aja sih. Milih baju, yang ini kurang, yang itu kurang, harus perfect. Dandan dari tadi udah ngeulang-ngulang gambar alis biar simetris. Tapi untungnya dari sebelum jam 9 Yera sudah siap, cantik, anggun, dan wangi. Memangnya ribet-ribet gini mau kemana, sih?

Usut punya usut, ternyata hari ini Yera dan pacarnya –si Junhoe- ngerayain hari jadiannya yang kedua tahun. Kalo Bahasa inggrisnya sih Anniversary gitu. Dan yang bikin spesial, kemarin Junhoe ngajak jalan segala. Langka banget kan Junhoe begitu? Makanya Yera dari subuh udah ritual dimulai dari mandi kembang.

Tapi walaupun hari ini hari special, Yera juga bete. Karena dari tadi pagi dia nunggu dijemput Junhoe. Tapi boro-boro, hari ini aja belom ada satu sms pun dari Junhoe. Padahal kemarin Junhoe bilang bakal jemput jam Sembilan. Tapi sekarang sudah jam setengah sebelas dan Junhoe belom keliatan batangnya. Batang hidungnya bukan batang yang lain.

"aduh kemana sih si Junhoe. Lama-lama aku sakit perut nungguinnya." Keluh Yera yang kesekian kalinya. Hape di tangannya dari tadi coba menelpon Junhoe tapi dari tadi nomor Junhoe sibuk.

"nomor yang anda hubungi–" Lagi-lagi suara mbak-mbak operator yang didengarnya.

Yera melempar hapenya kearah bantal. Matanya melirik kearah cermin yang memantulkan wajahnya. Make upnya belum luntur sih, tapi mukanya sudah bete jadi agak suram. Yera beranjak kearah meja riasnya dan menambah sedikit lip tint di bibirnya. Iya lalu tersenyum menatap wajah cantiknya.

Sleeveless flare dress warna ungu pastel dan blazer putih cocok dengan sling bag floral yang dihadiahi Junhoe pada ulangtahun ke 17nya kemarin. rambutnya ditata dengan gaya half updo, dia bahkan mengeriting rambutnya agar terlihat bergelombang. Sepatunya sendiri iya memilih loafer oxford warna krem dari Tracce(sebut merk).

Diambilnya hape yang tadi dilempar. Bukan untuk nelpon Junhoe –tangan cowok itu mungkin udah ngerekat permanen ke stik PSnya. Ia meletakkan hapenya di telinga, nada tunggu yang sedari tadi didengarnya kembaliterdengar.

"Halo?"

"Momo."

"ya? Ngaps Ra?" Tanya orang yang tersambung dengannya di jaringan. Momo, sahabatnya. Yah dari pada udah rapi gajadi jalan, mendingan ngajak Momo jalan.

"Lagi ngapain, Mo? Sibuk ngga?" Tanya Yera.

"iya nih, gua lagi ngedate sama GD oppa."

"yeh, gila lu. Eh, jalan yuk! Gabut dah gua."

"Jalan? Bukannya lu lagi anniv sama Junhoe? Semalem sampe beli lipstick baru bakal dipake ngedate, segala yang kissproof pulak."

Yera cemberut. Iya bener, dia beli lipstick baru biar tambah Cantik pas jalan sama Junhoe. Siapa tau nanti Junhoe nyium sekalian aja beli yang ngga luntur. Tapi boro-boro luntur. Au ah.

"Gatau ah kemana tuh orang. Udah yuk ke mall. Gua mau belanja aja."

"sip, kalo gitu gua rapi-rapi dulu ya."

"kay,"

----------------------------------------------

Yera langsung berlari dari duduknya begitu melihat mobil Momo di depan rumahnya. Ia pun langsung melompat masuk begitu mobil Momo berhenti. Yera menoleh kearah Momo lalu menaikan satu alisnya. Pasalnya pakaian Momo hari ini terlalu colorful. Ia memakai varsity warna pink-kuning-biru(adidasxjeremy scott varsity), kaos putih polos dan sneaker Adidas gazelle warna pink.

"apa? Harusnya gua yang terheran-heran. Sejak kapan lu pake dress so feminim gitu?" Tanya Momo saat mobilnya mulai jalan.

"lu sendiri gasalah? Hari ini lu terlalu colorful." Kata Yera.

iMAGINE iKON YukCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang