Pagi yang indah untuk seorang gadis yang baru saja membuka mata dari mimpi semalam, masih setia dalam balutan selimut namun bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman yang luar biasa manis.
Istirahat semalaman sepertinya memberikan semangat baru untuk dirinya, apalagi saat dia mengingat kejadian semalam saat belahan jiwanya menggendong dan memindahkannya dari sofa di luar kamar ke ranjang tempat tidurnya.
Meski dia tak melihat jelas bahkan tak sadar saat dia dipindahkan, tapi dia sudah tau bahwa Algha lah yang pasti menggendongnya. Karna hanya dia dan cuma dia yang selalu melakukan hal itu.
Yuki memang hanya tinggal bersama bik Surti, pembantu yang sudah bersamanya sejak dia kecil. Sehingga orang tua Yuki yang kini berada di Jepang, memberi kepercayaan pada bik Surti dan mang Ujang untuk menemani Yuki.
Itu karna Yuki keras kepala, saat orang tuanya mengajaknya pindah ke Jepang, dia menolak dengan keras. Alasannya karena dia sudah nyaman dengan semua orang di hidupnya saat ini, dan alasan utamanya adalah Algha. Jelas saja dia tak ingin terpisah dari belahan jiwanya bukan???
Itu yang menjadi sebab kenapa bunda Maia sangat menyayangi Yuki dan sering mengajak Yuki menginap dirumahnya.
Begitu juga Algha, itu alasan kenapa dia harus menjaga Yuki. Dibalik sikapnya yang dingin dan cuek, sejujurnya Algha menyayangi Yuki. Tapi rasa sayang itu hanya sebatas sahabat atau lebih???
Jadi sudah bisa dipastikan kalau yang memindahkannya semalam itu adalah Algha.
"Sebagai ucapan terima kasih, kayaknya gue harus bikinkan dia sesuatu dech," ucap Yuki masih duduk santai di atas tempat tidur.
Diliriknya jam yang berada disamping ranjangnya, masih pagi karna jarum pendek masih mengarah pada angka 5.
Segera Yuki bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan menjalankan kewajibannya sebagai muslimah.
*****
Tak butuh waktu lama untuk Yuki membuat omelet asam pedas kesukaan Algha, karna Yuki termasuk jago dalam hal masak memasak, itupun karna dia benar-benar belajar untuk selalu membuatkan masakan kesukaan Algha.
Semua sudah siap dan kini Yuki sudah berada di area sekolah, setelah tadi mang Ujang mengantarnya. Hari ini Yuki memang sengaja tak datang ke rumah Algha untuk nebeng seperti biasanya, karna Yuki tau pasti dia akan ditinggal.
Lagian hari ini Yuki ingin pergi ke perpustakaan lebih dulu sebelum jam pelajaran dimulai, tumben sich tapi memang ada sesuatu yang harus dia kerjakan di perpustakaan, jadilah dia berangkat lebih pagi dan itu artinya hari ini Yuki tak akan mendapatkan hukuman.
Saat jam pelajaran berlangsung, Yuki tak bisa fokus dengan apa yang diterangkan oleh gurunya, itu karna fikirannya kembali pada sesuatu yang dia baca tadi saat di perpustakaan. Walaupun Yuki belum sepenuhnya yakin dengan apa yang dia ketahui namun beberapa tanda mengarah pada hal itu.
Dan itu membuat mood nya yang tadi pagi sangat ceria, berubah menjadi sendu. Bahkan genk gesrek para sahabatnyapun dibuat heran dengan tingkah Yuki hari ini. Pertama karna Yuki tidak datang terlambat, kedua karna Yuki mau berkunjung ke tempat yang namanya perpustakaan, padahal itu bukanlah Yuki sekali jika menginjakkan kaki di PERPUSTAKAAN. Dan yang ketiga, karna Yuki terlihat sendu, bahkan para sahabatnya yakin bahwa Yuki habis menangis.
Saat Yuki mengedarkan pandangannya ke luar jendela karna sudah sangat bosan dengan pelajaran yang saat ini sedang berlangsung, tak sengaja matanya menangkap sosok yang tadi pagi sangat membuatnya bahagia. Algha, jadwal kelasnya hari ini adalah olahraga dan kini Algha sedang bermain bola bersama teman-temannya di lapangan. Seketika senyum muncul di bibir Yuki, perasaannya dengan cepat berubah menjadi lebih hangat dan tenang tiap kali menatap sosok belahan jiwanya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Persimpangan Hati ✔
FanfictionAku berada di persimpangan hati Terombang ambing bagai ombak di tengah lautan lepas Menabrak karang dan bebatuan yang tajam Teriris bagai luka sayatan Pedih kala luka terbalut garam Perih laksana luka bertoreh asam Luruh dalam sujud Aku berada di pe...
