Terlambat

1.3K 225 40
                                        

Pagi ini Yuki bersemangat karna dia akan bertemu para sahabatnya, rasanya baru kemarin dia tak masuk sekolah namun rasa kangen pada genk gesreknya sangat besar. Dia bangun lebih pagi dan mempersiapkan segalanya, namun satu hal yang berbeda saat dia menuruni anak tangga dan memandang ke arah dapur.

Disana ada bik Surti yang sedang menyiapkan sarapan, bukan itu yang berbeda bagi Yuki tapi biasanya Yuki lah yang berada di dapur untuk menyiapkan bekal buat Algha. Dan kali ini Yuki tak akan melakukannya lagi, bahkan bukan hanya hari ini tapi hari-hari selanjutnya pun tak akan pernah terjadi lagi.

Sesampai di meja makan, bik Surti sempat tercengang melihat Yuki. Begitupun Yuki yang mengerutkan kening saat melihat ekspresi bik Surti terhadapnya.

"Bibi kenapa sich?," tanya Yuki terus memandang bik Surti yang tengah menyiapkan sarapan untuknya.

"Non mau sekolah?," bukannya menjawab, bik Surti malah balik bertanya.

"Iyalah bik, kan Yuki pake seragam, masak mau renang.....heheheh....," tawa Yuki terdengar riang, menurutnya pertanyaan bik Surti sangat konyol. Jelas-jelas ini masih hari kamis dan dia memakai seragam, itu artinya dia mau ke sekolah kan?

"Tapi kan non Yu...."

"Aku nggak apa-apa bik, aku dah sehat kok, tenang aja," jawab Yuki memotong ucapan bik Surti.

Yuki tau, pasti bik Surti mengkhawatirkan keadaannya. Yuki memang masih sering merasa pusing, tapi kalau dia rutin dan tidak telat mengkonsumsi vitaminnya maka dia yakin tak akan terjadi apa-apa pada dirinya.

"Tapi den Ryuji bilang....."

"Oya, mana dia bik?," tanya Yuki yang baru ingat pada Ryuji sang ouji-sama nya.

"Aden dari subuh udah keluar non, tapi aden bilang kalau non nggak boleh sekolah dulu," jelas bik Surti sambil menuangkan nasi ke piring yang berada tepat di hadapan Yuki.

"Kemana?," tanya Yuki heran.

"Bibik nggak tau non, yang pasti aden nitipin sesuatu buat non, tunggu ya bibik ambilin dulu," segera bik Surti berlari ke arah meja yang berada tak jauh dari tempat Yuki duduk sekarang.

Yuki hanya menatap arah dimana bik Surti beraktifitas, dia sudah tidak berselera untuk menyantap sarapannya meski menu pagi ini adalah makanan favoritnya. Itu semua karna ucapan bik Surti, lebih tepatnya karna pesan dari ouji-sama yang masih melarangnya untuk pergi sekolah.

Raut kecewa jelas terlihat di wajah ayu nya itu, apalagi saat matanya tak sengaja mengarah pada sebuah foto yang terpajang di meja tempat bik Surti mengambil titipan untuknya. Foto anak kecil yang sedang tertawa lepas, gadis kecil yang digendong seorang anak lelaki kemudian dibelakangnya ada anak lelaki lain yang seakan sedang mengejar mereka.

Foto itu diambil sesaat sebelum Ryuji berangkat ke Jepang, dulu mereka, Ryuji dan Yuki selalu bersama kemanapun mereka pergi. Hingga datang anak lelaki kecil yang mengisi rumah kosong tepat disebelah rumah Yuki, anak itu adalah Algha.

Sifat Yuki yang periang mampu membuat mereka dengan cepat menjadi akrab, dan saat Ryuji beserta keluarga memutuskan pindah ke kampung halaman sang bunda, maka Yuki merasa sedih bukan kepalang. Dia tak pernah berpisah jauh dengan Ryuji, ikatan diantara keduanya sudah tak terelakkan lagi.

Yuki sempat sakit, dia menjadi anak yang cengeng dan pendiam. Disaat itulah Algha berperan menggantikan sosok Ryuji, dengan berbagai cara Algha membuat Yuki kembali ceria. Lambat laun usahanya berhasil, dan semenjak itu Yuki tak terpisahkan dari Algha. Bagi Yuki, dia tak mau kehilangan seseorang untuk kedua kalinya.

Rasa sayang diantara mereka berubah seiring semakin beranjak dewasanya usia mereka, Yuki terang-terangan menunjukkan sikap bahwa dia bukan hanya sekedar sayang sebagai sahabat kepada Algha, namun lebih dari itu. Perasaan yang membuatnya tersenyum dan menangis bersamaan kala Algha tak bisa lagi menemaninya seperti dulu.

Persimpangan Hati ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang