Stefan Praditya

1.3K 196 9
                                        

Sudah sejak lama Stefan Praditya menyukai gadis tomboy itu, gadis yang berada di kelas XI IPS, lebih tepatnya adalah adik kelasnya.

Sejak pertemuan pertama saat MOS dan berlanjut dengan hari-hari dimana mereka selalu dipertemukan dalam sebuah hukuman, rasa penasaran itu mulai muncul.

Gadis tomboy yang tak terpengaruh oleh pesona ketampanannya, gadis tomboy yang selalu asyik dengan style yang dimiliki sendiri tanpa peduli dengan orang lain.

Gadis tomboy yang bodoh.

Itu adalah kata-kata dari Stefan, seorang bad boy yang memiliki pacar dimana-mana namun tak ada yang bisa membuatnya benar-benar jatuh cinta.

Pacar-pacar itu hanya sebagai mainan, apalagi cewek-cewek itu yang dengan sendirinya rela menyodorkan cinta bahkan tubuh mereka pada Stefan, playboy andalan.

Ketampanan, kepintaran serta ketenaran Stefan merupakan daya tarik tersendiri bagi para siswi di SMA MANDALA, walau mereka tau bahwa Stefan adalah cowok brengsek.

Stefan menikmati semua yang terjadi dalam hidupnya, dia tak pernah menolak para cewek yang datang suka rela padanya, karna itu adalah anugerah menurutnya.

Tak ada yang menantang dalam hidupnya, kecuali perkelahian dan tawuran. Semua itu bukan tanpa sebab, karna sejujurnya dia hanya mencari perhatian. Sebuah perhatian yang sangat dia rindukan, perhatian dari kedua orang tuanya.

*****

"Mama membiayai sekolahmu agar kamu belajar dan pintar, bukan untuk main-main dan berani sekali kamu membawa gadis kemari!!!," suara wanita itu menggelegar di sebuah rumah mewah.

Dia baru saja kembali dari luar kota untuk urusan bisnis, namun betapa terkejutnya ia saat ditau bahwa putranya membawa seorang gadis pulang kerumah.

"Aku bisa jelasin ma...," lirih sang anak, mencoba meredakan emosi sang mama. "Tadi dia pingsan dan Stefan nggak tau rumahnya, jadi Stefan nggak ada pilihan lain selain bawa dia pulang. Kalau dia udah sadar segera mungkin Stefan antar dia pulang."

"Mama harap kamu nggak bohongi mama Stef."

"Sejak kapan Stefan pernah berbohong sama mama?," tanya Stefan meyakinkan.

"Baiklah. Kalau begitu mama berangkat, kamu baik-baik dirumah. Ka...."

"Mama mau pergi lagi?," tanya Stefan sedikit kesal.

"Iya, mama harus ke Bandung sayang."

"Tapi kan mama baru saja pulang, apa mama tidak ingin dirumah dulu?"

"Maaf sayang, tapi mama benar-benar harus pergi. Anak perusahaan yang di Bandung ada sedikit masalah jadi harus segera ditangani langsung, kalau tidak takutnya kerugiaan akan semakin besar," jawab sang mama memberi pengertian pada sang anak.

"Apa perusahaan emang lebih penting daripada Stefan?," tanya sang anak dengan nada keras.

"Stef...tolong ngertiin mama. Andai papa kamu disini, pasti mama juga nggak akan serepot ini."

"Bulshit, ada dan tidak adanya papa disini sama aja. Kalian tidak pernah peduli dengan Stefan, yang papa dan mama pikirkan hanya kerjaan. Kalian tidak sayang sama anak kalian. Itu sebabnya Sella sampai meninggal kan?"

"Stefan, jaga ucapanmu!!! Apa yang mama dan papa lakukan sekarang itu semua demi kamu, kami menyayangimu. Kami tak ingin kamu mengalami hal sulit seperti mama dan papa dulu. Kami ingin apapun yang kamu mau itu ada, semua untuk kebahagiaanmu."

"Bohong!!!," Stefan semakin berteriak. Tidakkah orang tuanya tau, bahwa Stefan selama ini kurang bahagia. Stefan mendapatkan segala fasilitas, apapun yang dia mau bisa dengan mudah di dapat, namun itu semua tidak membuatnya cukup bahagia. Satu hal yang tak pernah bisa Stefan miliki, adalah waktu kebersamaan dan perhatian dari orang tuanya.

Persimpangan Hati ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang