Susana siang ini tidak terlalu ramai, terlihat hanya beberapa siswa sedang asyik mendrible bola di tengah lapangan, sementara para siswi banyak yang menghabiskan waktu istirahat siang ini sambil ngobrol di teras-teras kelas mereka. Sebagaian yang lain memilih ke kantin atau perpustakaan, tak ada keributan yang terjadi di pinggir lapangan seperti hari-hari yang lalu.
Karna para bintang sekolah tak menampakkan batang hidung mereka, sehingga membuat suasana sekolah adem ayem tanpa kebisingan.
Contohnya ketika pagi hari, jika biasa akan selalu ada siswa dan siswi yang dihukum berdiri di bawah tiang bendera karena terlambat, maka kejadian itu sudah tak terjadi selama dua hari ini. Dan itu itu terjadi karna sang pelaku yaitu Yuki memang sudah dua hari ini absen tidak hadir, bahkan bukan hanya Yuki. Sang musuh bebuyutannya pun si Stefan, tak hadir pula selama dua hari.
Banyak diantara para siswa siswi membicarakan keabsenan mereka berdua, walaupun Yuki terkenal bandel tapi dia tak pernah membolos, namun banyak juga dari mereka yang sudah tau apa yang terjadi saat Algha dan Yuki sedikit berselisih di kantin dan Yuki yang tiba-tiba pingsan. Jadi bisa mereka simpulkan jika Yuki absen karena sakit, mungkin.
Namun untuk seorang Stefan?
Tak ada yang tau kemana anak badung itu berada, karena Stefan terakhir terlihat saat membopong Yuki yang pingsan dari perpustakaan ke ruang UKS di jam istirahat pertama, dan setelah itu Stefan tak pernah muncul lagi. Senakal-nakalnya Stefan, meski dia sering membuat ulah tapi dia jarang sekali absen, dia biasanya akan datang terlambat, bahkan sangat terlambat namun dia tak pernah absen sampai sehari full atau bahkan ini sudah hitungan hari kedua dia tak hadir di sekolah tanpa berita apapun.
Lain Yuki dan Stefan, lain pula Algha.
Jika biasanya setiap jam istirahat seperti ini, Yuki akan selalu datang membawakan bekal dan akan merecokinya, tapi kali ini ada yang berbeda. Dia berdiam diri di dalam kelas walau jam istirahat tengah berlangsung, sahabatnya sudah membujuk untuk pergi ke kantin. Dan jangan lupakan seorang Allysa yang selalu nempel disamping Algha, tak berhentinya merengek agar Algha mau menemaninya ke perpustakaan karena dia sedang mendapat tugas dari bu Anita, guru biologi untuk mencarikan buku yang akan dijadikan sebagai bahan tambahan pelajaran besok.
Dengan sedikit kesal, Allysa harus pergi sendiri karna Algha kekeh tak mau beranjak dari kursi ternyamannya saat ini.
Bukan Algha yang biasanya memang, entah kenapa hari-hari Algha kini terasa sepi. Rasa malas yang menghampirinya tak seperti biasa, tidak melihat senyum gadisnya serasa membuat paru-parunya sesak. Kini dia hanya mampu memutar memori di otaknya, mengingat setiap teriakan, senyuman bahkan rayuan yang selalu Yuki lontarkan untuknya.
Ada sedikit senyum terukir di bibir tipis Algha kala dia melihat video Yuki yang tengah belajar memasak dengan bundanya, saat itu secara diam-diam Algha merekam aktifitas Yuki. Kala itu tak ada hari tanpa kehadiran Yuki dirumahnya, entah pagi, siang, sore ataupun malam, gadis itu akan dengan seenak jidatnya nyelonong masuk kerumahnya, bahkan sering kali Yuki muncul dikamar Algha dan akan membuat keributan yang membuat Algha terkadang jengah.
Bukan Algha tak suka, apapun yang dilakukan Yuki, semua istimewa di mata Algha. Namun karna rasa sayangnya pada bunda dan almarhum ayah, maka Algha telah berjanji untuk bersungguh-sungguh dalam belajar. Dia tak ingin mengecewakan bunda sang single parent, dia ingin mewujudkan apa yang menjadi keinginan terakhir sang ayah sebelum meninggalkan dia dan sang bunda.
Algha hanya mampu tersenyum miris kala layar di hp nya menampilkan sosok lelaki kharisma berjas putih tengah merengkuh seorang wanita dan seorang pemuda, rasanya Algha ingin memutar kembali waktu jika itu bisa dilakukannya.
Kepergiaan sang ayah untuk selamanya membuat bunda sempat depresi, kehidupan keluarganya sempat terpuruk. Namun Algha sangat bersyukur karna disaat itulah keluarga Yuki tak berhenti membantu dan menopang segala aspek keluarganya, hingga akhirnya bunda dan dirinya bisa bangkit kembali serta menjalani hidup lebih baik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Persimpangan Hati ✔
Fiksi PenggemarAku berada di persimpangan hati Terombang ambing bagai ombak di tengah lautan lepas Menabrak karang dan bebatuan yang tajam Teriris bagai luka sayatan Pedih kala luka terbalut garam Perih laksana luka bertoreh asam Luruh dalam sujud Aku berada di pe...
