Hari hari berlalu. Sudah satu minggu ini Della dan Ken menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih. Mereka sangat terlihat bahagia, seperti dua anak remaja yang sedang dimabuk asmara.
Hari ini Della sudah berjanji akan menemui Ken di taman belakang sehabis istirahat.
"Hey kak," sapa Della dengan senyum bahagianya saat melihat Ken sudah duduk disana.
Ken menoleh dan tersenyum.
"Nih kak gue bawain makan buat lo." ucap Della yang sudah duduk disamping Ken.
Della memberikan sekotak makanan yang dibalut dengan taperwer berwarna biru.
"Buat gue?," Tanya Ken. Della mengangguk.
"Kak sorry ya, kemaren gue gak bales atau angkat telepon dari lo. Soalnya kemaren gue abis jemput kakak gue dibandara." ucap Della yang membuat Ken berhenti mengunyah dan menoleh ke arah Della.
"Oh gak papa kok," balas Ken dengan senyum diwajah tampannya.
"Lo punya kakak?," tanya Ken sambil menatap mata Della.
"Punya,"
"Dulu gue juga punya kakak Del,"
Perkataan Ken membuat Della menatap cowok itu dengan penuh tanya.
"Dulu, maksud lo kak?," tanya Della bingung dengan maksud perkataan Ken.
"Dulu gue punya kakak cewek, dan dia udah kayak nyokap kedua buat gue. Kakak gue meninggal 6 tahun lalu Del." Ken menatap Della dengan tatapan kosong. Dan pikirannya beralih ke masa lalu yang membuatnya kehilangan kakak satu-satunya itu.
Della melihat kesedihan dan amarah yang terpancar dari sorot mata Ken.
"Kakak gue meninggal karena kecelakaan 6 tahun yang lalu." Della membiarkan Ken menyelesaikan ceritanya.
"Malam itu kakak gue pergi sama pacarnya. Dan diluar hujan lagi turun deras banget. Handphone kakak gue mati gak bisa dihubungi." Ken menghela nafasnya sejenak untuk meneruskan ceritanya.
"Nyampe jam 12.00 malam kakak gue masih belum pulang. Dan pagi-pagi ada polisi ke rumah gue."
Ken menatap mata Della. "Dan lo tau polisi bilang apa, polisi bilang kalo kakak gue kecelakaan tadi malam dan kakak gue meninggal saat dibawa ke rumah sakit."
"lo tau kenapa mobil kakak gue kecelakaan?," tanya Ken tanpa melihat Della.
"Karena cowok brengsek itu, dia cemburu sama kakak gue yang terlalu deket sama temen cowonya. Dan malam itu mereka bertengkar hebat di mobil. Sampe mereka gak nyadar kalo mereka ada didalam mobil dan akhirnya mereka nabrak truk besar yang ada didepan mobil mereka." rahang cowok itu mengeras seperti ada ribuan tusukan jarum yang menusuk hatinya.
Della kembali menatap mata Ken dan seketika raut wajahnya berubah. "kenapa ceritanya mirip kejadian kak leo 6 tahun lalu" batin Della.
"Padahal yang harusnya mati itu cowok brengsek itu bukan kakak gue."
Della menatap Ken yang sedang melihat ke arah lain.
"Karena cowok brengsek itu kakak gue meninggal dan karena cowok brengsek itu nyokap gue kena serangan jantung dan akhirnya dia meninggal."
Della mengelus punggung Ken untuk menemangkan cowok itu.
"Cowok brengsek itu udah ngebuat gue kehilangan kakak dan nyokap gue Del," ucap Ken dengan nafasnya yang tidak teratur.
"lo gak akan ngejauhin gue, karena gue anak yatim kan Del?,"
"Lo ngomong apa sih kak, ya enggaklah. Gue mencintai lo tulus kak jadi hal apapun gak akan ngebuat gue buat ngejauhin apalagi ninggalin lo kak."
Mendengar hal itu mampu membuat Ken sedikit lebih tenang.
"Gue udah kehilangan kakak dan nyokap gue, dan gue gak mau kehilangan orang yang gue sayang untuk kesekian kalinya." ucap Ken sambil memegang tangan Della.
"Gue gak akan ninggalin lo kak." Della tersenyum menatap Ken.
♣♣♣♣♣
Della tengah duduk di balkon kamarnya menatap langit yang dipenuhi ribuan bintang. Desiran angin yang membuatnya tenang.
Tapi pikirannya melayang pada cerita Ken saat di taman tadi. Bagaimana jika kejadian kakaknya 6 tahun lalu itu berhubungan dengan kejadian kakak Ken 6 tahun lalu.
Della segera bangkit dari duduknya dan segera pergi menuju kamar kakaknya, Leo.
"Kak Della boleh masuk?" saat tepat didepan pintu kamar Leo.
"Masuk aja Del, biasanya kamu gak pernah ijin kalo mau masuk."
Della pun duduk dikasur kakak nya yang sedang asik bergulat dengan layar laptopnya.
"Kak Della boleh nanya?,"
"Nanya apa?," balas Leo tanpa menoleh ke arah Della.
"Kak Agatha punya adik cowok kak?,"
Mendengar nama Agatha Leo menghentikan pekerjaannya dan menatap Della.
"Kenapa kamu nanya itu?," tanyanya datar. Pertanyaan adiknya itu seketika membawa Leo ke masa lalunya. Masa lalu yang bertahun-tahun ia coba lupakan. Sampai ia pergi ke luar negri untuk melupakan masa lalunya itu. Dan setelah kejadian 6 tahun itu baru sekarang Leo mau menginjakkan kakinya di indonesia lagi.
"Maaf kak, Della gak bermaksud untu__"
"Kakak gak mau ngebahas soal itu Del," belum sempat Della menyelesaikan omongannya tiba-tiba Leon memotongnya.
"Tapi, kalo kamu pengen tau. Kamu tanya bunda aja, bunda pasti tau." lanjutnya lagi.
"Yaudah kak, maafin Della ya kak. Della gak bermaksud buat kakak jadi inget lagi kejadian itu."
"Hmm,"
Della keluar dari kamar Leon. Dan menemui bundanya yang sedang menonton television.
Della duduk disamping bundanya. "Bun, Della boleh nanya?,"
Sopi menoleh ke arah Della yang sudah duduk disampingnya.
"Ya boleh lah, emangnya kamu mau nanya apa sayang?."
"Itu, kak agatha punya adik cowok enggak bun?," tanya Della sedikit ragu.
"Kamu kenapa nanyain itu sayang?,"
"Della, cuma pengen tau aja bun."
"Setau bunda, Agatha punya adik."
"Cowok?,"
"Iya, kira-kira umur dia beda satu tahun lebih tua dari kamu."
Della menghela nafas dengan berat. Della sangat berharap jika Ken bukan lah adik dari Agatha. Karena Della tidak tau apa yang akan terjadi jika Ken tau dia adalah adik dari Leo, orang yang menyebabkan kakaknya meninggal.
"Gue harap lo bukan adiknya kak Agatha."
♣♣♣♣♣
Chapter selanjutnya gak akan dulu di publish kalau masih banyak pembaca gelapnya 😂😂😂😂😂
Chapternya pendek amat iya? Sorry lagi males ngetik jadi iyaa gini.
Ada salam dari Ken katanya votes dan comment kalau udah baca 😂 hehe
KAMU SEDANG MEMBACA
Keano
Teen Fiction[ COMPLETED ] "Della." Della membalikan tubuhnya dan melihat kearah suara yang memanggilnya tapi dia tidak menemukan siapapun disana. "Gue disini." Della tersentak kaget saat menyadari pemilik suara itu dan saat ini pemilik suara itu ada dihadapan...
