2

4.4K 304 37
                                        

Della menatap buku ditangannya dengan pandangan kosong. Ingatannya kembali pada kejadian hari sabtu lalu saat dengan tidak sengaja matanya melihat Ken sedang tertawa akrab bersama seorang cewek yang Della sendiri tidak tahu apa hubungan Ken dengan cewek itu? Apa cewek itu pacar Ken?

brakk

Della tersentak kaget saat sebuah tangan menggebrak mejanya. Della menatap malas kepada kedua sahabatnya yang kini sedang tertawa dengan wajah tanpa dosanya.

"Lo berdua gak ada kerjaan banget deh pake ngagetin orang segala."

Bukannya merasa bersalah justru Karin dan Caca malah terus saja tertawa. "Lah? Lagian salah sendiri ngelamun mulu."

"Lo kali yang gak ada kerjaan del, ngelamun terus dari tadi." timpal Caca yang membuat Della semakin kesal.

"Kenapa sih muka lo kusut gitu kayak baju yang belum disetrika." Karin duduk disamping Della.

"Iya kenapa sih?" Caca juga ikut mengambil bangku didepannya dan duduk didepan Karin dan Della.

"Gue masih kepikiran kejadian yang gue liat pas hari sabtu." Della membayangkan kembali kejadian yang membuat hatinya terasa begitu sesak.

"Kak Ken sama kak Naura maksud lo?" tanya Caca yang dibalas anggukan oleh Della.

"Yaelah Del, gak usah terlalu di pikirin kali. Mungkin aja mereka lagi ngomongin soal kegiatan pramuka atau soal pelajaran kan mereka satu kelas. Positif thingking aja Del."

"Mungkin emang bener kali mereka itu pacaran." ucap Della walau dalam hatinya Della sangat tidak ingin hal itu terjadi.

"Terus kalo misalkan mereka beneran pacaran lo mau gimana?"

Della hanya diam mendengar pertanyaan Karin.

"Sampai kapan sih del lo kaya gini? Kalo gue jadi lo mungkin gue udah dari dulu nyerah, del lo itu harus coba lupain dia. Lo harus coba buka hati lo buat cowok lain."

Karin mengerlingkan matanya heran. "Sekarang lo pikir deh mau sampe kapan lo nunggu orang yang sama sekali lo gak tau hatinya buat siapa."

"Jangan jadi orang bodoh hanya karena lo terlalu cinta sama orang del." sambung Caca.

Della hanya diam mendengarkan setiap perkataan yang dilontarkan sahabatnya. Mereka benar Della memang bodoh karena selalu mengharapkan orang yang tidak pernah tau hatinya untuk siapa tapi rasanya hati Della enggan untuk berpaling dari kakak kelasnya itu.

Della menatap Caca dan Karin bergantian. "Andai melupakan dia semudah yang lo berdua bilang mungkin udah dari dulu gue move on."

"Kenapa lo gak bilang ke dia aja kalo lo suka sama dia?" tanya Caca tiba-tiba yang membuat Della melebarkan matanya.

"Ha! Gila Kali gue ngomong gitu, sesayang apapun gue sama dia gue masih punya harga diri ka. Gue gak mau dibilang cewek kecentilan."

"Ya seenggaknya lo berusaha supaya dia tau perasaan lo? Gak ada salahnya kan?"

Della tersenyum getir. "Gue yakin suatu saat nanti dia bakal tau sendiri perasaan gue, cuma butuh waktu aja."

Karena hanya waktu yang bisa menjawab semuanya. Dan Della selalu berharap waktu akan mempersatukan dia dengan Ken.

♣♣♣♣♣

Della duduk di balkon kamarnya. Memikirkan perkataan kedua sahabatnya. 'Mau sampai kapan lo nunggu orang yang lo aja gak tau hatinya buat siapa?'. Karin memang benar sampai kapan dia akan menunggu Ken? Orang yang mungkin tidak pernah tahu perasaannya sama sekali.

KeanoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang