Siang ini terasa menyesakkan untuk Ken, hanya duduk-duduk disebuah Taman sendirian. Hanya menatap Taman yang bahkan terlihat sangat ramai namun tetap saja sangat sepi untuk Ken.
Dulu dia datang kesini dengan penuh kebahagiaan bersama Della. Ditempat ini banyak cerita yang mereka ukir bersama.
Mengenai Della, sudah hampir satu tahun dia pergi. Selama itu Ken merasa hari-hari nya berubah. Tidak ada lagi tawa bahagia di wajahnya. Hanya ada kemarahan dan kekecewaan yang terpancar dari matanya.
Lagi lagi terjadi kembali peristiwa terperih yang harus Ken rasakan. Ingin rasanya Ken membenci Della, melupakan dan menganggap gadis itu tidak pernah ada dihidupnya.
Tapi, bagaimana bisa Della menjadi orang yang benar-benar ingin dia benci? Bagaimana bisa Della menjadi orang yang benar-benar ingin dia lupakan. Sementara, dulu dia begitu berharga untuknya bahkan sampai saat ini pun dia masih berharga untuk Ken.
Della memintanya untuk berlapang dada melepaskan nya, membiarkan nya pergi. Bagaimana bisa dia meminta untuk melupakannya begitu saja. Setelah apa yang mereka lewati. Mereka tidak satu dua hari menjalani hubungan, terlalu banyak kebersamaan diantara mereka. Terlalu banyak kenangan yang terlalu Indah untuk dilupakan.
Tepukan dipundaknya seakan menyadarkan ia dari lamunannya.
"Hi kak," sapa Kila pada Ken.
Ken hanya menaikkan sebelah alisnya, seakan mengisyaratkan ada apa?.
"Sorry gue ganggu kak," ucap Kila saat sudah duduk disamping Ken.
"Hm.." Ken hanya bergumam pelan.
"Gue cuma mau ngasih ini kak," ucap Kila sambil menyerahkan amplop berwarna coklat tua.
Ken mengambil amplop itu, dan mengernyit bingung.
"Itu surat dari Della,"
Mendengar itu sontak membuat Ken menatap Kila.
"Dari Della? Kapan dia ngasih surat ini?"
"Della nitipin itu buat lo satu tahun yang lalu, tepatnya pas Della pergi ke Paris."
"Della ngasih ini satu tahun yang lalu? Dan lo baru ngasih gue sekarang?" tanya Ken dengan sedikit membentak.
"Dengerin gue beres ngomong dulu baru lo boleh komentar kak." ucap Kila sedikit kesal.
Ken menghela nafasnya. "Oke, lanjutin."
"Jadi setahun yang lalu Della nitipin surat ini buat lo. Dan kenapa gue baru Kasih ini sekarang karena dia yang minta gue buat ngasih surat ini diwaktu yang tepat dan disaat dia udah pergi cukup lama. Dan menurut gue sekarang waktu yang tepat."
Ken hanya diam mendengar penjelasan Kila.
"Yaudah kak gue cuma mau Kasih itu aja. Gue pergi dulu ya." Kila pun beranjak dari tempat duduknya.
"Thanks Kil,"
Kila mengangguk. "Oke,"
Ken menatap amplop coklat ditangannya dan membukanya untuk dibaca.
Dear Ken
Hallo kak, gimana keadaan lo? Gue harap lo baik-baik aja.
Saat lo baca surat ini pasti gue udah pergi dan lo pasti udah benci sama gue. Disaat gue tau kalo lo adiknya kak Agatha. Lo tau itu sangat menakutkan buat gue. Gue takut kehilangan lo kak, gue takut lo menjauh dari gue, gue takut sikap lo berubah, gue takut lo benci sama gue. Iya, dan sejak itu gue mutusin buat menjaga jarak dari lo. Lo masih inget dulu gue gak masuk sekolah satu minggu karena sakit? dan waktu itu lo kerumah gue tapi bunda gue bilang kalau gue lagi tidur iya kan? Itu semua hanya sandiwara belaka supaya lo gak nemuin gue.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keano
Teen Fiction[ COMPLETED ] "Della." Della membalikan tubuhnya dan melihat kearah suara yang memanggilnya tapi dia tidak menemukan siapapun disana. "Gue disini." Della tersentak kaget saat menyadari pemilik suara itu dan saat ini pemilik suara itu ada dihadapan...
