Tanpa dirinya sadari, Avi mengepalkan tangannya melihat pemandangan itu. Semampunya, ia menahan air mata yang pasti akan meluncur jika ia berkedip. Dengan segenap hatinya, Avi berjalan ke arah David yang menggotong Lavi. Lavi terlihat kelelahan di pelukan David, dan itu sudah cukup membuat Avi sakit hati.
"Kak Lavi nggak apa-apa?"
Lavi hanya mengangguk dan kembali membenamkan wajahnya di dada bidang David. Oh astaga, tentu saja itu membuat hati Avi tercabik-cabik.
"Aku akan bawa Lavi ke Mama dan memintanya untuk merawat Lavi. Kamu jangan dekat-dekat kolam, kalau butuh sesuatu, panggil Nick atau Mama, ya?"
Avi hanya mengangguk dan membiarkan punggung David menjauh dari sana. Kemudian ia mengembuskan napasnya. Sebelumnya Avi sudah menduga bahwa akan ada masalah jika Lavi datang. Namun, ia diam saja dan berpikir akan baik-baik saja.
Demi apa pun, Avi tidak bisa tenang. Ia pun memilih untuk duduk di kursi yang memang ada di dekat kolam. Semua orang sudah mulai kembali ke ruang tengah, karena setelah ini akan ada dansa berpasangan. Seharusnya Avi senang malam ini, tapi itu semua hilang karena kejadian yang sama sekali tidak pernah ia harapkan terjadi.
"Boleh gabung?"
Avi mendongak dan mata cokelatnya langsung menampilkan sosok tampan bermata biru. Dengan cepat Avi mengangguk dan mempersilakan pria itu duduk di ayunan yang ada di sebelahnya.
"Kenapa Nyonya rumah ada di sini? Sebentar lagi pesta dansanya akan dimulai," ucap pria itu memulai percakapan.
"David melarangku berdansa," jawab Avi malas.
"Kenapa?"
Kenapa dia kepo sekali?
"Nggak tahu juga, aku aja bingung," jawab Avi asal. Terlihat sekali ia terlalu malas meladeni pria itu.
"Oh iya, namaku Daniel Geraldo Smith," ucap pria bule itu.
Avi tersenyum. "Aku ...."
"Navila Keegen atau Navila Alvareno?"
Avi diam. Ia juga bingung, sekarang siapa namanya? "Mungkin Navila Keegen Alvareno?"
Tanpa Avi sadari, candaannya membuat mereka berdua tertawa di tepi kolam. Dan hal itu seketika membuat mood Avi meningkat.
"Kamu bukan asli Indonesia, ya?" tanya Avi seketika saat melihat rupa dan perawakan lelaki ini.
Daniel mengangguk. "Ibuku blasteran Jerman-Korsel, dan Ayahku Jerman asli, tapi sangat pandai berbahasa Indonesia."
Avi mengangguk paham. Pantas saja pria ini terlihat sangat bule, tapi pandai berbahasa Indonesia.
"Ngomong-ngomong, ingin berdansa?"
"Ak---"
"Kita dansa di sini, ya? Lagunya juga terdengar sampai sini."
Avi agak ragu. Ia sudah berjanji pada David untuk tidak berdansa, tapi ia sama sekali tidak menyangkal fakta bahwa ia ingin sekali menggerakkan tubuh dan kakinya mengikuti irama musik.
"Aku yang akan bertanggung jawab kalau suamimu marah," kata Daniel meyakinkan.
Persetan dengan ucapan David. Siapa yang tidak tertarik ketika diajak berdansa. Avi pun tersenyum dan menerima uluran tangan Daniel.
Mereka langsung berdansa dengan santai dan nyaman. Avi pun merasa bebannya hilang seketika karena kehangatan yang Daniel berikan.
Cukup lama mereka berdansa, sampai-sampai mereka tidak menyadari kedatangan David yang sedang bersedekap dada. Terlihat jelas sekali amarah di mata itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Hurt Me
RomanceMenyakitkan ketika kau menikah dengan kekasih kembaranmu dan ternyata mereka bermain di belakang ketika kau sendiri sedang hamil. || Copyright ©2016 by Kyuri.
