Chapter 1: Look inside

9.4K 516 25
                                        

Enjoy!
250 vote✓ ➡Next

Terkadang saat dunia tidak berpihak padamu,
Saat kau lelah pada dunia ini,
Gunakanlah kakimu untuk berlari sejenak
Setelah itu...
Kembali... Kembali... Kembali
Biarkan setiap kejadian berjalan seiring waktu berjalan
Biarkan yang terjadi tetap terjadi
Gunakan kakimu saat kau lelah,
Setelah itu kembali
Selesaikan semuanya!

***

Rambutnya yang kusam

Tubuhnya yang kurus

Matanya menatap tajam setiap orang yang melewatinya

Semua orang yang melewatinya melihatnya dengan pandangan yang berbeda-beda.

Tangannya menggengam erat tangan yang sedang menggengamnya,

Lelaki itu menyadari bahwa gadis itu gugup,
"Santai saja, kau aman disini." Ucap lelaki itu menenangkan.

"U-um"

lalu mereka berhenti tepat dihadapan para anggota pack.

"Mulai saat ini, ku putuskan bahwa Valencia Angela Wilton adalah anggota pack ini." Ucap lelaki itu dengan tegas.

Valen berlari dengan tergesa-gesa ke ruang makan.

Bruk!

Ia membuka pintu makan dengan cepat, lalu menyesuaikan nafasnya.

"Valen! Valencia Angela Wilton!" Teriak Nata sambil mengibaskan tangannya ke wajahku.

"Ih! Kakak apa-apaan sih." Ucap Valen sambil mengerucutkan bibirnya.

"Lama banget sih! Pasti ketiduran." Ucap Nata sambil mendengus.

Valen langsung melihat kearah Nata, "Iya! Kenapa?"

"Hari ini kakak akan menjemput adik kakak yang satu lagi. Kamu ini lama sekali, kakak sudah mau telat. Kakak akan sampai dalam lima hari."

"Ish! Ya sudah sana pergi." Usir Valen halus.

"Makan makananmu dan jangan lupa dengan obatmu." Ingatnya.

Dengan malas Valen menjawab,"iya, tidak akan ku lupakan."

"Baiklah adik kesayanganku ini." Ucap Nata sembari menyubit pipinya, lalu melangkah pergi.

Valen hanya menatapnya sebal,
Kemudian ia melangkah menuju meja makan dan memulai sarapan pagiku.

Walaupun perlakuan menyebalkan dari Nata sering kali membuatnya kesal.
Ia sangat bersyukur karna tanpa dia, mungkin ia tak bisa berada dimeja makan ini dan memakan makanannya dengan santai.

Tanpa dia juga mungkin tak akan ada perubahan di dirinya.
Rambutnya yang dulu kusam sekarang berkilau,
Tubuhnya yang dulu kurus sekarang lebih berisi,
Dulu ia yang tak pernah tenang sekarang ia lebih santai,
Jika dulu dipack lama mereka semua menatapnya dengan tatapan mencela disini semua orang menerima kehadirannya.

Mungkin itu berkat kepemimpinan Nata yang selalu bijaksana dalam membuat keputusan. Ia selalu tenang menghadapi masalah, ia tak pernah gegabah terhadap semua keputusannya.
Ia selalu berpikir dewasa dan positif terhadap semua masalahnya.

Luna TearsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang