"Uda Leo sedang ngapain? Kok melamun sendirian???" Faizal tiba-tiba datang dari belakang dan sedikit mengejutkan ku.
"Nothing, i just wanted to see the outside. Ternyata...sepi juga ya...keadaan, di malam hari." jawab ku yang masih tak melepas pandangan ke arah luar.
"Ya, keadaan di malam hari sudah sering seperti ini. Tapi, kami sih sudah terbiasa dengan pemandangan sunyi bak tiada kehidupan. Yang setidaknya ini yang tebaik.... Oh ya memangnya keadaan di Belanda itu seperti apa uda???" tanya Faizal dengan rasa penasaran.
"Keadaan di Belanda? Well, trully i to life in Broek in Waterland Village. Kalau...di sini mungkin, namanya desa ya...Desa Broek in Waterland. Yeah, tempatnya bersih, asri, dan indah...." Faizal duduk memangku tangannya dengan pandangan antusiasnya yang tak luput dari wajahku.
"Suasananya juga, tidak terlalu ramai. But, i kinda like that atmosphere. And also, ada juga rumah kayu...yang di cat, dengan warna pastel berjajar...rapi. Oh ya, di sana juga...terdapat banyak sungai! Because, that village is just 8 kilometer from northeast of Amsterdam. Desa itu...dekat dengan laut. Dan banyak hal lainnya!" jelas ku kepada Faizal yang mendengarkan ku seperti serigala kelaparan.
"Wahhhh! I very excited! That's fine and lovely spot tho! I hope can enter that!" Mendengar ucapan Faizal seketika membuat wajahku datar.
"Lah udah sering belajar, masih salah juga nih~?" Faizal hanya membuang muka mendengar ucapan ku.
"Haha, tapi ya...menurut ku kamu cukup berkembang. Tidak papa, semakin sering berlatih...maka, kamu akan...semakin fasih," ujar ku yang secara spontan mengelus kepala Faizal.
"Ah! Sorry, aku tiba-tiba memegang kepala mu." Faizal hanya tersenyum nyengir dan berkata, "Hehehe, tidak masalah."
.
.
.
.
"Nah, jadi begitu cerita legenda dan mitologi Danau Singkarak," ucap Linda selesai menjelaskan panjang lebar.
Aku mengangguk mendengar semua penjelasan Linda. Semakin banyak aku mengetahui fakta dari danau yang terlihat indah dan baik-baik saja, memiliki banyak sekali misteri. Mulai dari setiap tahun selalu ada korban namun tidak pernah menimpa warga sekitar danau, terowongan bawah air yang menghubungkan kedua danau yaitu Danau Singkarak dan Danau Maninjau, hingga batu bajanjang yang berkaitan dengan wilayah danau yang dulunya merupakan kerajaan.
"Tidak ku sangka...padahal danau itu terlihat normal seperti wilayah perairan pada umumnya. Bahkan aku suka dengan pemandangannya."
"Yaaa, begitulah kenyataannya. Dan, bukan maksudku menakuti. Kamu ingat ngak, tidak jauh dari sini ada sungai yang bernama Batang Sumani. Dulu saat ibuku masih kecil, beliau melihat sosok harimau di antara rimbunnya bumbu dan saat malam hari terdengar suara lantunan musik di arah sungai. Adikku Faizal juga pernah melihat sepasang mata yang mengawasinya, namun saat dicari sosok itu menghilangkan."
"E-eh, benarkah?! Tapi, iya juga sih...aku bisa merasakan ada aura yang berbeda," respon ku sedikit bergidik mendengar penjelasan Linda.
Kami pun kembali berganti topik pembicaraan, tak lama berselang Kak Leo terlihat keluar dari kamar mandi.
"Oh kak, kakak sudah selesai?"
"Ya, aku sudah selesai. Memangnya ada apa???" tanya Kak Leo balik.
"Tidak ada, aku ingin ke kamar mandi juga. Linda, nanti kita sambung lagi ya." Linda hanya mengangguk sembari aku beranjak menuju kamar mandi.
.
.
.
Setelah selesai mandi, aku pun memutuskan untuk membuka atlas sembari menunggu Linda di kamar mandi. Tak lama berselang aku mendengar Kak Leo mendekati ku dan berkata, "Kamu sedang ngapain???"
Tanpa menoleh aku pun menjawab, "Tidak ada aku hanya sedang melihat-lihat atlas." Kak Leo pun hanya diam duduk di sampingku dan memperhatikan kegiatan ku seolah penasaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
I am free
AdventureCerita ini berasal dari email lama yang karena kesalahan teknis hank. Dear Diary... . . . Hai,senang bisa berkenalan dengan kalian semuanya.... Nama ku Lolyta seorang gadis dengan kehidupan 'normal' yang tinggal di kediaman,pinggiran kota Madrid. Y...
