Love and Hurt

4.2K 263 81
                                        

Update lagi ya, mau cepet - cepet ditamatin. Btw yang udah baca hidden part kemaren gimana? Masih aman?

Atau ada yang belum baca hidden partnya?

Part ini flashback waktu bapaknya Jungkook sama emaknya Eunha nikah.

Happy reading;)

***




Jungkook tidak akan pernah melupakan hari di mana ayahnya dan nyonya Jung, ibu kandung dari Jung Eunha kekasihnya menikah. Hari yang sangat sakral bagi keduanya. Tapi tidak bagi Jungkook.

Hari itu merupakan hari terburuk sepanjang sejarah hidupnya. Jungkook memandang nanar ayahnya dan nyonya Jung yang tengah mengucapkan ikrar suci. Hatinya miris, seharusnya dirinya dan Eunha yang akan mengikrarkan janji suci itu, namun kenyataan pahit menghadang. Justru orangtua keduanya yang mengucapkan ikrar suci itu di hadapannya. Jika sudah seperti ini Jungkook ragu, apakah dirinya bisa mengucapkan ikrar suci itu bersama Eunha di saat dirinya sudah menjadi saudara tiri Eunha?

Saudara tiri? Tidak!

Jungkook tidak akan pernah menjadi saudara tiri Eunha. sampai kapanpun ia tidak akan rela kalau hal itu terjadi. Masa bodo dengan orangtua keduanya yang sudah menikah, yang jelas sampai kapanpun Eunha akan tetap menjadi miliknya. Tidak akan di biarkan siapapun merebut gadis terkasihnya itu dari sisinya, termasuk orangtuanya.

"Jungkook."

Jungkook menoleh dan mendapati Eunha tengah menatap sendu ke arahnya. Jungkook paham maksud tatapan Eunha, karena saat ini dirinya pun tengah merasakan apa yang Eunha rasakan. Haruskah Jungkook mengutuk takdir yang menghampirinya? Kenapa ia dan Eunha harus bertemu dan saling jatuh cinta jika pada akhirnya keduanya akan menjadi saudara?

Tidak! Sekali lagi Jungkook menegaskan dalam hatinya kalau ia bukan saudara tiri Eunha. Ia kekasih Eunha dan kelak ia juga ingin menikah dan menjadi suami Eunha, menjadi ayah dari anak-anak Eunha. Tapi apa keinginannya sekarang bisa terwujud dengan status mereka saat ini?

Tentu bisa! Jungkook akan melakukan apapun untuk mewujudkannya. Bukankah sudah ia katakana dari awal kalau ia tidak akan melepaskan Eunha apapun yang terjadi. Tidak ada yang bisa menghalangi dirinya untuk terus memiliki Eunha termasuk pernikahan orangtuanya.

"Jungkook?"

Lagi, suara lirih Eunha kembali menyadarkan Jungkook pada kenyataan pahit dalam hidupnya.

Tak ingin terlihat rapuh di hadapan gadis terkasihnya, Jungkookpun memaksakan diri untuk tersenyum. Di genggamnya tangan Eunha erat, demi menguatkan gadis itu juga dirinya.

"Semua akan baik-baik saja, percaya padaku." ucap Jungkook seraya tersenyum tulus.

Eunha mengangguk. Melihat senyum tulus Jungkook membuat sebagian hatinya sedikit lebih tenang. Sejujurnya saat ini perasaan Eunha kacau. Ia takut, takut jika harus terus melanjutkan hubungan dengan Jungkook di belakang orangtuanya. Eunha juga takut jika suatu saat orangtuanya tahu hubungan mereka. Dan kalau hal itu terjadi orangtuanya pasti akan menentang hubungannya dengan Jungkook dan memisahkan mereka dengan alasan status keduanya sebagai saudara. Ia tidak ingin berpisah dengan pria yang amat sangat di cintainya itu.

Kini keduanya menatap nanar kedua orangtua mereka yang telah selesai mengucapkan ikrar suci. Senyum bahagia tak lepas dari wajah tuan dan nyonya Jeon yang kini telah sah menjadi sepasang suami istri.

"Aku selalu memimpikan pernikahan yang indah denganmu Jungkook." Sebisa mungkin Eunha menahan dirinya yang hendak menangis. Tidak. Ia tidak boleh sedih di hari bahagia ibunya.

"Aku Juga. Aku selalu mimpikan dirimu menjadi pengantinku Eunha." Balas Jungkook lirih.

Eunha tersenyum kecut. "Mungkin karena kita hanya memimpikannya maka dari itu hal tersebut tidak akan menjadi nyata."

Eunkook Another Love StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang