Chapter 5 : Pengikatan Fea (Hard Revised)

4.8K 314 49
                                    

LEGOLAS!

Dengan santai Dia mengeluarkan kunci dari sakunya dan membuka pintu sel. Dia masuk, matanya mengamatiku yang masih meringkuk di sudut sel seperti anjing ketakutan.

"Mengapa kau membawaku kemari?" Tanyaku dengan bergetar. Dia mendekat dengan tatapan mengerikan.

"Aku tahu apa yang kulakukan, Leia." Katanya, tersenyum miring. Tapi entah kenapa itu membuatku tidak nyaman, seperti ada sesuatu yang direncanakannya. Dia menggantungkan lenteranya di salah satu kait yang ada di langit-langit penjara, dan duduk di atas bangku.

"Kau tahu apa hukuman untuk orang yang memasuki kerajaan Greenwood tanpa izin?" Tanyanya.

Aku menelan ludah, di penjara seumur hidup. Wajahku pasti menunjukkan ekspresi horror karena Legolas makin tersenyum lebar. Dia itu kenapa sih? Kemarin-kemarin bukannya bersikap seperti pangeran berkuda putih, sekarang tiba-tiba hampir mirip bos mafia yang menginterogasi buronannya.

"Apa maumu, Legolas?" Tanyaku, bertindak seolah-olah tidak terintimidasi sama sekali. Tapi, God, suaraku malah bergetar.

"Aku dan Adar sudah membicarakan beberapa hal mengenai...situasimu. Kau akan jadi tahanan istana, yang berarti kau tidak boleh keluar dari Greenwood selamanya, dan hanya bisa bebas di sekitar istana saja."

Aku megap-megap, "Selamanya? Kau gila! Aku—aku tidak mau seumur hidup tinggal disini! Please, Legolas, keluarkan aku!"

Dia hanya tersenyum, oh aku mulai muak dengan senyumannya yang sinis. "Kau hanya punya dua pilihan, menjadi tahanan penjara atau tahanan istana. Kau mau bernasib sama seperti dwarf-dwarf bodoh itu?"

Dia bangkit dari bangku dan mendekatiku, berjongkok dengan satu lutut sebagai tumpuannya. Tangannya menggenggam daguku, menaikkannya hingga mataku menatap matanya. Bibirku bergetar, "Ke-kenapa?" Hanya itu yang keluar dari mulutku. Sekilas matanya melembut dan aku melihat Legolas yang dulu pertama kali kutemui di Healing Center, tapi kemudian ekspresinya netral lagi.

Dia tidak menjawab pertanyaanku, lantas dia berkata,"Pilihlah yang bijak, karena tawaran ini tidak akan datang dua kali."

Aku menjilat bibirku yang kering, ini adalah kebiasaan jika aku sedang tertekan, takut, dan bingung dikombinasikan jadi satu. Tapi gerakanku tadi menarik perhatian Legolas, matanya turun ke bibirku dan dia menelan ludah. Dia mendekatkan wajahnya, matanya masih menatap bibirku, dan dia menutup mata.

"A—aku terima tawarannya!" Seruku tiba-tiba, menghentikan gerakan Legolas. Seketika dia berkedip, menjauhkan wajahnya seolah tidak terjadi apapun dan berdiri.

"Ikut aku." Perintahnya.

Tidak mau buang waktu di tempat gelap menakutkan ini, aku segera bangkit dan mengikuti Legolas, setengah berlari mengimbangi langkah Legolas yang panjang dan cepat. Suara-suara para dwarf yang saling melempar hinaan pada penjaga Elf membuatku pusing. Jadi ini alasannya Legolas memindahkanku ke penjara paling bawah, jika dia membicarakan tawaran tadi di penjaraku yang lama, pasti para dwarf itu bisa mendengar dan merasa curiga.

Kenapa Thranduil yang notabene-nya sangat angkuh dan memandang rendah kaum Edain mengizinkan wanita Edain, berkeliaran di istananya.

Aku melewati sel-sel para dwarf dan kakiku seperti berjalan diatas awan. Oh Valar, aku melihat langsung tokoh-tokoh dwarf favoritku dengan mata kepala SENDIRI. Rasanya aku ingin loncat-loncat dan memeluk mereka satu persatu. Balin, salah satu dwarf, melihatku dengan tatapan kasihan. Well, aku tidak menyalahkan tatapan itu, badanku sangat kotor ditambah baju tahanan ini menjadikanku terlihat menyedihkan.

Aku melihat Tom dan Jerry berdiri di pintu masuk area penjara. Aku tersenyum bodoh, memamerkan gigi-gigiku pada mereka. Dan Tom memicingkan matanya.

Kami—Aku dan Legolas—menaiki tangga menuju area yang lebih luas dan mewah. Pintu-pintu berbaris rapi sepanjang koridor. Kami berhenti di salah satu pintu, "Ini kamarmu. Aku akan mengirimkan pelayan untuk menyiapkanmu agar tampak...layak." Dia memandangi penampilanku dari ujung kepala sampai ujung kaki dan pergi. Aku menghembuskan napas lega dan memasuki kamarku.

His Possession (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang