Ellon dengan rambut pirang dan mata biru gelap berjalan menyusuri koridor mewah. dIA memakai tunic kebangsawanan dengan circlet silver dikepalanya. Dua orang penjaga membungkuk dan membukakan pintu willow dihadapannya. Didalam ruangan duduk seorang ellon yang lebih tua sedang membaca berbundel-bundel kertas.
"Adar." (Ayah). ucap ellon yang lebih muda sambil membungkuk.
"Legolas, ada hal penting yang ingin kau bicarakan?"
Legolas duduk di kursi depan meja study ayahnya. "Iya, Adar. Aku mengkhawatirkan manusia yang kini terbaring di Healing Center. Sudah tiga hari ini ia belum juga sadar."
Thranduil mengerutkan dahi, "Healer kita sudah melakukan apa yang mereka bisa. Kini semua terserah gadis itu."
"Sampai sekarang Aku masih belum percaya Dia dapat bertahan selama ini. tubuhnya benar-benar hancur,saat kami menemukan di tengah gerombolan Orc, Ia bahkan masih bisa tersadar."
Thranduil mengamati putranya sejenak. Matanya lekat menatap ellon didepannya hingga membuat Legolas menggeliat tidak nyaman. "Kau peduli padanya."
"Apakah itu pertanyaan atau pernyataan?"
"Pernyataan." Jawab Thranduil. "Kau putraku, dan aku sangat mengenalmu Legolas."
Legolas membuang napas dengan keras. Dia tidak bisa menyembunyikan apapun dari ayahnya. 'Demi Valar! Apa tidak ada privasi untukku!' teriak Legolas dalam hati. "Dia membuatku penasaran."
"Tentu kau penasaran, seorang manusia sendirian dengan bodohnya melanggar batas wilayah kita. Apa tujuannya?"
"Mungkin dia tidak sengaja masuk wilayah kita, Adar. Orang yang kenal Greenwood tidak akan masuk ke hutan lewat jalur selatan yang didiami Laba-laba."
Legolas tidak pernah terbuka berbicara mengenai Elleth dengan Adarnya, sangat aneh dia membela gadis yang belum dikenalnya. Sambil meletakkan tangannya di dagu, ia berkata, "Katakan padaku, nak. Mengapa kau begitu tertarik dengan wanita itu."
Ekspresi terkejut sekilas Nampak di raut wajah Legolas. "Yah.. aku..ehm." Dia mengeringkan tenggorokannya. Dengan panic dia mencari-cari alasan untuk memuaskan pertanyaan Adarnya.
'Sekarang dia gugup, ini sangat menarik.' Thranduil menyunggingkan senyuman di bibirnya.
"Aku hanya penasaran tentang asal-usulnya dan kemana dia akan pergi." Kata Legolas.
"Hanya itu saja?" Tanya Thranduil, mengangkat sebelah alisnya.
Rasa panas menjalar di wajah Legolas. Hal itu tidak luput dari perhatian Ayahnya. Thranduil mengusap-usap telunjuk dibibir bawahnya, terlihat sedang berpikir, padahal ia mati-matian menahan tawa melihat wajah putranya yang memerah. Ini hal yang langka!
Tiba-tiba Legolas bangkit dari kursinya, "Aku ada latihan dengan Feren sekarang, permisi." Katanya. ia berbalik arah dan memegang gagang pintu.
"Legolas." Panggil Thranduil.
Legolas berbalik. Dengan tangan masih di dagu dan kaki menyilang, Thranduil menatap tajam anaknya, "Hati-hati dengan perasaanmu. Dia adalah kaum Edain. Dan kau adalah kaum Eldar, pewaris tahta Greenwood. Kau harus tahu, sampai kapanpun aku takkan pernah menyetujui hubungan antara manusia dan Elf."
Legolas tertegun. Entah mengapa kata-kata Ayahnya sangat menusuk. Ia membungkuk dan keluar dari ruang itu.
Ada apa denganku? Batinnya.
Dia menggelengkan kepala dan menuju Healing Center. Tempat dimana gadis misterius itu terbaring. Ia duduk disamping tempat tidur dan mulai mengamati gadis itu. gadis itu memiliki rambut hitam, mengingatkannya pada langit malam. Wajahnya lumayan cantik, meski tidak bisa dibandingkan dengan kecantikan penghuni Greenwood.

KAMU SEDANG MEMBACA
His Possession (Completed)
FantasiaTerdampar di dunia dalam film legendaris Lord of The Rings? Leia Amaliya, gadis yang tak sengaja memasuki portal menuju Middle-Earth, tempat yang hanya ada dalam fiksi-fantasy. Tapi bagaimana saat dia tidak bisa lagi kembali? Saat dunia tempatnya la...