Jimin & Nara
"Jimin..ani.. maksudku *sajangnim.. kita mau kemana?" Tanya Nara ditengah perjalanan bersama sang CEO, " workshop" Hanya sesingkat itu jawaban yang diberikan seorang Park Ji Min. (Panggilan CEO)
Cih kenapa dia dingin sekali hari ini denganku?
"Kau memikirkan apa?" Tanya Jimin setelah melihat raut wajah Nara yang mayun mendengar jawaban Jimin.
"Ah kita sedang berdua kenapa kau masih memanggilku sajangnim?" Lanjut Jimin."Prioritas kerja bos" jawab Nara ketus tanpa melihat kearah Jimin. "Wah wah ada yang sedang merajuk denganku ya?" Goda Jimin. "Aniya hanya perasaanmu saja" kali ini Nara menahan malu saat digoda Jimin tapi masih saja dingin, ia tak mau membuang harga dirinya dengan tersenyum dengan Jimin dengan mudah.
"Waeyo? Kau marah padaku ya? Memang aku sudah berbuat salah apa padamu sayang hmm?"
Nada bicara Jimin mendadak halus, jika didengarkan baik-baik suara Jimin juga jadi sedikit lebih berat, Nara marinding, seperti ada beribu kupu-kupu yang berterbangan di sekitar kulitnya, geli. Panggilan sayang itu penyebabnya."Pikirkan saja sendiri, jangan gunakan panggilan itu, aku jadi ingin menghajarmu"
"Tapi aku benar tidak tahu" Jimin menyerah.
"Maka diamlah" Nara menghadap jendela mobil,ia sedang malas bicara sekarang.
***
"Sajangnim!!!" Seseorang meneriaki Jimin sesaat ia keluar dari mobilnya.
"Eoh? Minah-ssi?" Jimin ragu, "Wah kau masih ingat denganku ya? Uuh kau ini manis sekali" Wanita yang bernama Minah itu mencubit pipi Jimin gemas lalu memeluknya lama.Nara yang baru turun dari mobil Jimin mendapatkan pemandangan yang membuat rasa cemburunya naik dengan cepat, memandang Jimin dengan tajam, yang dipandangi mengerti tapi tetap tak berkutik, sengaja.
Sabar Nara sabar, ia hanya teman kerja.
Begitulah suara hati Nara sekarang, tak lupa ia mengelus dada sebelum ia menjadi singa yang mengamuk, tidak! Itu akan sangat memalukan saat ia sudah tau di gedung ini ada begitu banyak kolega perusahaan Jimin, jadi ia hanya memutuskan untuk tersenyum memandang dua insan didepannya."Kajja, aku antar kau ke ballroom pestanya!" Minah menarik tangan Jimin manja.
Jimin menoleh kearah Nara yang melihatnya dengan senyuman, ia merasa ada yang aneh kenapa, ia tidak cemburu ya?
***
Jimin berbincang-bincang dengan berbagai presiden perusahaan lain, apapun mereka bicarakan bisnis, mesin, produk, hingga gadis.
"Jimin-ssi kau masih muda, kenapa belum menikah?" Tanya seorang lelaki paruh baya, Presiden Yangjun Grup.
"Ah... aku belum ingin menikah samchon hahaha..."
"Kau ini pintar, berbakat,dan tampan, memang siapa yang tidak mau dengamu, bagaimana kau dengan anakku saja?" Presiden Jesung Grup mulai berbicara.
"Samchon, Yewon itu cantik dan pintar, tapi maaf aku sudah punya pendamping yang akan kubawa kepelaminan nanti"
"Eoh?! Benarkah? Siapa gadis itu?"
"Ahahah samchon... nanti akan kuperkenalkan pada kalian"
Di tempat yang tak jauh, Nara duduk dengan tidak nyaman, "aku lelah, kapan acara ini selesai sih?"
Seorang pria tampan berjalan menghampiri Nara, "hei manis, sedang apa disini sendirian?" Nara menoleh, dari pakaiannya Nara sudah dapat menebak "Anak Presiden Sohn ya?" Aku tak salah kan? ia sama seperti ayahnya suka menggoga perempuan.

KAMU SEDANG MEMBACA
BTS IMAGINE | Bangtan
Storie brevi[ON PROCESS] A bunch sweet imagine of Bangtan member and you. Its a Mini Fanfiction. Contain with sweetness moment in 1000+ words. 20180517 #1 Genre : Romance Cast : All BTS member & You (OC) Regards, Jeonslayin.