[Special Edition] You

1K 70 19
                                    

Dedicated to phoexoxo_

Vote ya! Vote! Awas nggak😡😡😡

"Park Ji Ran!"

Teriakan seorang lelaki menghentikan langkah gadis itu. Ia menoleh malas pada lelaki kurus nan jangkung di belakangnya.

"Apa?" Kata gadis itu enggan.

"Ayo makan! Aku lapar!" Lelaki itu merangkul tangan Jiran dengan erat dan menariknya menjauhi kelas gadis itu.

"Aku mau mengerjakan PR!" Tolak gadis itu.

"Ayolah! Sebentar saja!" Lelaki bernama Hoseok itu menampilkan cengiran khas menyebalkan miliknya.

Jiran berdiam diri di tempatnya, ingin sekali ia memukul wajah lelaki di depannya ini, jika saja dia tak menyukai lelaki itu sejak lama.

"Jung Hoseok," lelaki yang merasa namanya dipanggil menatap Jiran dengan antusiasnya.

"Aku sudah mengenalmu semenjak kita SMP dan sekarang kita sudah akan lulus. Kau kira cengiranmu masih berlaku untukku?" Gadis itu menghentikan ucapannya, ia menggerakkan telunjuknya ke kanan dan ke kiri, "Tidak! Tidak akan!"

"Ayolah! Kau ini jahat sekali sih!" Hoseok melepaskan rangkulan tangannya pada gadis itu. Wajahnya mulai cemberut, Jiran yakin itu hanya pura-pura.

"Bo-do." Jiran berbalik dan meninggalakn Hoseok sendirian di koridor sekolahnya.

Hoseok dan Jiran sekolah di tempat yang sama, karena mereka berbeda jurusan jadi mereka berbeda gedung.

Seperti yang sudah dikatakan Jiran tadi, Hoseok dan dia sudah berteman semenjak mereka SMP dan sekarang mereka sudah kelas 3 SMA, hal itu juga di dukung dengan lokasi rumah mereka yang berdekatan, jadi tak perlu ditanya lagi kapan mereka akan berpisah. Jawabannya tentu 'tak akan'.

Setiap hari mereka selalu berdua, ke sekolah, ke kantin, ke perpustakaan, kemana pun itu. Mereka hanya sahabat, tapi di mata siswa lain mereka malah tampak seperti sepasang kekasih.

Jadi tak heran, karena mereka selalu berdua kemana pun, hal itu menumbuhkan sebuah rasa di hati Jiran akan lelaki itu. Dia nyaman bersamanya.

"Dia sudah pergi?" Jiran mencegat Subin, teman sekelasnya yang baru saja memasuki kelas.

"Siapa?" Tanya gadis itu bingung.

"Hoseok."

"Oh pacarmu? Belum. Dia masih di luar." Jiran menatap sinis Subin yang melabeli Hoseok sebagai 'pacar'nya secara sepihak. Walaupun dalam hati kecilnya di senang akan label itu.

"Kau beruntung ya? Hoseok itu tampan sekali tahu." Setelah mengucapkan kalimat itu Subin beranjak dari hadapan Jiran.

Sayang sekali kau baru tahu dia tampan.

Jiran menampilkan seyuman di sudut bibirnya. Ia bangga akan ucapan Subin. Jiran menggelengkan kepalanya kuat kini ia kembali pada realita dimana ia sedang menghindari Hoseok yang menariknya menuju kantin.

Jiran mengintip dari balik tembok pembatas kelasnya dengan kelas sebelah mencari sosok Jung Hoseok.

Ia menemukan Hoseok yang sedang bersender di tembok tak jauh dari kelasnya. Wajahnya dingin, ia menatap ke arah sepatunya yang ia ketukan di lantai. Gerakan-gerakan kecil itu justru membuat ia terlihat makin tampan di mata Jiran, hingga tak sadar seulas senyuman tergambar di wajahnya.

"Kenapa dia masih di situ?" Jiran bertanya pada dirinya sendiri, bukanya ia tak suka ke kantin bersama lelaki itu, hanya saja ada seseorang yang sedang Jiran hindari saat ini, ia tidak ingin bertemu dengan orang itu saat bersama Hoseok.

BTS IMAGINE | BangtanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang