Jimin & Nara
"Kim Nara!"
Suara lelaki itu terdengar di seluruh penjuru ruangan, memenuhi gendang telinga siapapun yang mendengarnya. Mata dan wajahnya memerah, menandakan bahwa ia sedang benar-benar marah sekarang.
Bukan pada Nara, gadis yang ia cintai yang sedang berlari menjauhinya itu, karena melihat sesuatu yang bukan keinginannya untuk terjadi.
Ia marah pada wanita yang ada di belakangnya, yang sedang berbaring manis menyamping menatap Jimin dengan baju yang sedikit terbuka di sofa, seperti sedang menggodanya.
"Kau! Sialan! Pergi dari sini sekarang!"
Jimin menarik wanita itu dengan kasar, hingga ia tersungkur dari sofa dan meringis.
"Aww! That's hurt babe!" Ucapnya manja.
"Persetan denganmu! Keluar sekarang!"
Jimin menarik lengan gadis itu kuat hingga kedepan kantornya, tak peduli dengan tatapan pegawainya yang melihatnya bingung, lalu Jimin mendorong gadis itu hingga terjatuh di depan trotoar kantornya.
"Jimin! Kenapa kau kasar sekali?!" Teriak gadis itu tidak terima.
Jimin tak menjawab teriakan yang wanita itu layangkan padanya, ia berbalik dan meninggalkan wanita itu sendirian masih mengomel di trotoar.
"Ada apa?!" Tanya seorang wanita yang berlari panik ke arah Jimin.
Jimin tak menggubrisnya, ia berjalan cepat ke ruangannya mencari benda persegi panjang yang bersinar itu dan dengan buru-buru keluar ke-basement.
***
Sejak tadi Jimin telihat gusar, ia terus memandangi ponselnya walaupun ia sedang menyetir sekarang. Ia cemas akan Nara, ia cemas gadis itu melakukan hal-hal bodoh walaupun ia tak pernah melakukanya sebelumnya.
"Ayolah! Tolong angkat telfon ku!" Jimin mendesah frustasi, ia mengacak rambutnya kuat dengan satu tangan masih di kemudi.
"Maaf Nara." Jimin meringis menyadari kebodohannya, harusnya ia tidak membawa gadis sialan itu ke kantornya, seharusnya ia tidak mengijinkan perempuan gila itu membuka bajunya sembarangan di kantornya. Banyak penyesalan muncul di kepala Jimin.
Jimin telah sampai di rumah Nara, ia menggedor pintu rumah itu dengan keras, hingga membuat pemilik rumah terperanjat.
"Nara! Buka pintunya! Biar aku jelaskan!" Jimin berteriak, tangannya masih sibuk menggedor pintu yang menghalanginya itu.
Tak ada balasan dari dalam rumah Nara, gadis itu hanya berdiri dibalik pintu menatap kosong dengan tangisan yang ia redam.
"Nara! Aku mohon! Itu tidak seperti yang kau lihat sayang!" Jimin masih sibuk menggedor pintu itu hingga tangannya kemerahan.
Hingga berjam-jam berlalu Jimin berhenti menggedor pintu namun masih disana. Ia terduduk di depan pintu rumah Nara membiarkan angin malam yang dingin menusuk tubuhnya hingga ke tulangnya.
Ia memeluk dirinya sendiri sesekali menoleh menatapi gagang pintu yang ia harap akan terbuka menampakan gadis itu.
Tapi nyatanya hingga berjam-jam berlalu pintu rumah itu tak kunjung terbuka, bukan karena Nara tak menggubrisnya, gadis itu ada di balik pintu yang sama dengan Jimin, mereka duduk bersandar pada pintu yang sama, dengan posisi yang sama, hanya terbatas oleh pintu kayu yang meredam kekesalan mereka masing-masing.
"Nara."
"Jimin."
Sebenarnya Nara tidak ingin membuka pintu rumahnya hari itu pada Jimin, namun karena lelaki itu jatuh pingsan karena udara dingin tepat di depan pintunya, gadis itu terpaksa membawanya masuk, bagaimanapun Jimin masih kekasihnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
BTS IMAGINE | Bangtan
Short Story[ON PROCESS] A bunch sweet imagine of Bangtan member and you. Its a Mini Fanfiction. Contain with sweetness moment in 1000+ words. 20180517 #1 Genre : Romance Cast : All BTS member & You (OC) Regards, Jeonslayin.