thirteen

85 4 0
                                        

Author POV

  Suasana di gedung kesenian sudah sangat ramai tak seperti biasanya. Para peserta bersiap di belakang panggung. Begitu pula Roku dan Yuri. Yuri mengenakan gaun berwarna hijau toska panjang, walaupun menggunakan kursi roda kecantikannya tidak berkurang sama sekali. Roku memakai kaos berwarna hitam dan jaket jeans kesukaanya.

"Apa kamu siap?" tanya Roku yang sedang berjongkok mengimbangi tinggi Yuri.

"Aku merasa tidak seperti biasanya."

"Kamu sama hanya saja hari ini kamu tidak bermain gitar...menurutku itu bukan hal yang buruk." ucap Roku tersenyum.

   Kita panggil peserta no 3 Roku dan Yuri.

"Ayo." ucap Roku berdiri dan mendorong Yuri.

  Saat mereka memasuki panggung,  penonton dikagetkan dengan kondisi Yuri yang berada dikursi roda. Tapi walaupun begitu para penonton tetap senang karena masih bisa mendengar suara Yuri.

I'm a prisoner of love
Prisoner of love
Just a  prisoner of love
I'm just a prisoner of love
A prisoner of love...
(Lagu yang dinyanyikan Yuri)
(Cover uatada hikaru prisoner of  love)

"Aku harus memberikan yang terbaik, karena hari ini adalah hari terakhirku bisa bernyanyi bersamamu Roku." batin Yuri sambil tetap bernanyi.

Skip Roku dan Yuri main.....

  Setelah permainan selesai, mereka mendapatkan tepuk tangan yang sangat meriah dari para penonton. Yuri yang melihat itu tak kuasa menahan air matanya. Roku akhirnya mendorong kursi roda yuri ke belakang panggung. Di sana mereka sudah di sambut oleh Kiran dan Rayen.

"Yuri kamu hebat sekali." Kiran sambil memeluk Yuri.

"Permainan piano mu bertambah bagus kawan." ucap Rayen yang merangkul Roku.

"Aku lelah..ayo kita kembali," ucap Yuri lemah.

"Baiklah ayo semua." Roku kemudian mendorong kursi roda Yuri, sedangkan Kiran dan Reyen berjalan di belakang mereka.
-
-
-
  Di rumah sakit Akasi keadaan seperti biasanya tidak begitu ramai, tapi berlawanan dengan keadaan di ruangan Yuri yang ramai karena canda tawa teman-teman Yuri.

"Hahaha jadi kamu jatuh di selokan Rayen," tawa Yuri meledak.

"Ah kamu Roku. Awas kamu ya!!" ucap Rayen sambil mengejar Roku. Saat mereka sedang asik bercanda dokter dan bibi Yuri datang. Roku dan Rayen kemudian berhenti berlari.

"Wah keadaan disini ramai sekali ya," ucap bibi Yuri menahan tawa.

"Ya begini lah teman-teman ku," ucap Yuri.

"Saya kesini untuk memberi tahukan bahwa besok malam akan di adakan operasi untuk Yuri."

"Jadi untuk Yuri siapkan mental kamu... jangan dibawa tegang. Ya sudah itu saja yang ingin saya sampaikan. Saya pergi dulu.. permisi." ucap dokter itu lalu pergi.

"Yuri tenang saja semua akan baik-baik saja," ucap Kiran. Yuri hanya mengganguk.

  Saat mereka serius berbicara handphone Rayen berbunyi, dia kemudian melihat pesan di ponselnya. Setelah dia membaca isi ponsel itu Rayen terlihat kaget bercampur senang.

"Ada apa Rayen?" tanya Roku.

"Huh ada berita baik dan berita buruk. Berita baiknya kalian masuk babak final. Berita buruknya babak final akan dilakasanakan besok malam."

"Apa besok malam...tapi..tapi besok kan operasi Yuri,"

"Betul juga, lalu bagaimana ini?" tanya Kiran bingung.

"Sudah...sudah..kita pikirkan besok siang saja. Sekarang sudah malam sebaiknya kalian pulang," ucap bibi Yuri menengahi.

"Betul sekali ya sudah....besok setelah pulang sekolah kami akan menjengukmu," ucap Kiran.

"Kami pulang dulu ya Yuri," Rayen dan Kiran berjalan ke arah pintu, tapi di herankan oleh Roku yang tidak bergerak sama sekali.

"Roku ayo!!" ucap Rayen setengah berteriak.

"Sebentar," Roku kemudian mendekati Yuri dan memegang tangan Yuri. Yuri yang tidak menduga apa yang akan di lakukan Roku akhirnya memasang wajah merah seperti tomat yang matang karena malu.

"Beristirahatlah...besok adalah hari operasimu jadi kamu harus terlihat lebih sehat." ucap Roku sambil melepaskan tangan Yuri.

"Teri..ma Kasih," ucap Yuri gugup.

"Hem..Roku ayo!!" ucap Kiran. Mereka lalu berpamitan kepada bibi Yuri dan pergi dari ruangan itu.

"Ya sudah kamu segera tidur, bibi akan tidur di sofa itu." ucap bibi Yuri sambil berjalan menuju sofa. Yuri hanya mengganguk.
-
-
-

Only 31 Days (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang