Author POV
Sejak Yuri minta bibinya untuk memanggil guru privat. Setiap pulang sekolah Yuri harus les dan memiliki waktu beristirahat yang sedikit. Bibi Yuri yang melihat itu pun perihatin akan kondisi keponakannya itu.
"Yuri apa bibi meminta guru les privatmu untuk tidak mengajarmu lagi?" tanya bibi Yuri yang melihat keponakanya setiap malam menghafalkan kata dasar bhs.Inggris.
"Jangan bibi, tinggal beberapa hari lagi aku akan membantu teman-temanku untuk mengerjakan tugas mereka,"
"Tapi bibi melihat kondisimu sudah semakin menurun Yuri ditambah lagi kamu belum latihan untuk babak 2 penyisihan,bibi takut kamu akan-"
"Bibi percayalah padaku, aku akan baik-baik saja," ucap Yuri sambil meletakkan kamus bhs.Inggris di meja belajar.
"Bibi percaya padamu..hanya saja bibi takut suatu saat nanti kamu akan meninggalkan bibi..hiks..hiks," ucap bibi Yuri sambil menangis.
"Bibi aku mohon jangan menangis...mungkin benar waktu ku tinggal beberapa minggu lagi, bahkan aku hidup sekarang itu karena bantu obat-obat itu. Tapi aku tidak akan menyerah bisa saja vonis dokter itu salah," ucap Yuri sambil duduk di sebelah bibinya.
"Aku sangat menyayangi mu Yuri..hiks..hiks..hiks.."
"Aku juga sangat menyayangi mu bibi...tapi kalau sudah saatnya aku harus pergi meninggalkan bibi, tenang saja Yuri akan selalu ada di dalam hati bibi." ucap Yuri.
Bibi Yuri langsung memeluk Yuri dengan erat. Yuri yang merasakan pelukan yang hangat akhirnya membalas pelukan itu. Malam itu pun menjadi malam yang mengharukan karena bibi Yuri yang semakin kencang menangis sambil memeluk Yuri.
-
-
-
Beberpa hari kemudian Yuri sedang berada di kelas sambil melakukan pembicaraan kecil tentang babak penyisihan yang akan diadakan hari ini.
"Eh...Rayen jam berapa babak penyisihanya dimulai?" ucap Roku yang duduk di kursi milik Yuri.
"Sebentar aku lihat dulu," Rayen kemudian membuka laptopnya dan melihat jadwal CMJ.
"Jam 1:30"
"Apa!!!...Tapi kita pulang jam 01:15, apa bisa kita sampai di sana tepat waktu?" ucap Kiran dan duduk di dekat Rayen.
"Bagaiman kalau kita langsung saja menuju ke gedung kesenian?" ajak Rayen.
"Tapi apa keluarga kalian tidak khawatir?" tanya Yuri berdiri di dekat jendela.
"Tenang saja, kami bisa menghubungi keluarga kami waktu di perjalanankan." ucap Kiran tersenyum.
"Oh ya Yuri kau tidak lupakan akan membantu kami mengerjakan tugas Yoku-sensei?" tanya Roku.
"I..ya..nanti setelah babak 2 penyisihan kita ke taman untuk mengerjakan tugasnya...bagaimana?"
"Baiklah...kami juga membawa tugas Yoku-sensei." ucap Kiran girang.
Setelah pembicaraan itu bel masuk berbunyi dan pelajaran pun
dimulai.Para murid kemudian duduk di bangkunya masing-masing sambil memerhatikan pelajaran.
-
-
-
kring..kringg....suara bel istirahat.
"Yuri,Roku,Rayen ayo ke kantin?" ucap Kiran yang diikuti anggukan teman-temanya.
Saat perjalanan di kantin tiba-tiba saja Yuri terjatuh. Sontak Roku,Kiran dan Rayen menolong Yuri.
BRAKK..
"Yuri kamu kenapa?" ucap Kiran sambil membantu Yuri duduk di kursi dekat mereka.
"Apa kamu sakit Yuri?" tanya Roku khawatir.
"Ti...dak...aku hanya kelelahan saja," jawab Yuri lemas.
"Tapi wajahmu sangat pucat,"
"Aku baik-baik saja....kalian ke kantin saja,"
"Tidak...kami tidak akan ke kantin apalagi meninggalkan mu sendiri!!" bantah Kiran.
"Sudah lah aku tidak apa-apa...kalian ke kantin saja, kalian laparkan?"
"Begini saja, biar aku dan Rayen yang pergi ke kantin dan kamu Kiran,bawa Yuri ke kelas nanti akan aku bawakan makanan untuk kalian," ucap Roku.
"Ya sudah kita ke kantin dulu." Rayen dan Roku kemudian meningggalkan tempat itu dan menuju ke kantin.
"Yuri apa kamu kuat untuk berjalan?"
"Ya aku masih kuat Kiran."
Kiran kemudian membantu Yuri berjalan menuju kelas. Setelah sampai di kelas keaadan di sana begitu sepi.
"Yuri duduklah," ucap Kiran yang membantu Yuri untuk duduk di bangkunya.
"Terima kasih kiran,"
"Ya sama-sama....apa kamu mengiginkan sesuatu, biar aku ambilkan?" ucap kiran sambil duduk di dekat Yuri.
"Tidak aku hanya ingin beristirahat sebentar,"
"Oh ya sudah ayo kita ke uks, kamu bisa lebih nyaman lagi di sana." ajak Kiran yang sudah berdiri.
"Tidak usah aku di sini saja,"
"Serius?"
"Iya kiran...aku hanya ingin kamu menemani aku di sini ya?"
"Iya aku temani kamu di sini," ucap Kiran kemudian memainkan hp nya. Sedangkan Yuri melihat murid yang sedang bermain voli lewat jendela.
"Waktu ku tinggal sedikit. Apa aku bisa meninggalkan teman-temanku ini?" ucap Yuri sambil meneteskan air matanya. Kiran yang melihat itu pun akhirnya bertanya.
"Hey..kenapa kamu menangis, Apa ada yang sakit?"
"Tidak..aku tidak menangis tadi aku hanya kelilipan saja," ucap Yuri tersenyum.
"Apa benar kamu baik-baik saja?"
"Iya Kiran yang bawel..hahaha" ucap Yuri yang meledek Kiran.
"Kamu tuh ya, sedang sakit bisa-bisanya meledek ku!" sewot kiran, sedangkan Yuri hanya tertawa.
Candaan mereka dihentikan oleh 2 orang yang menghampiri mereka dengan membawa makanan dan minuman.
"Apa kami lama?" tanya Rayen sambil membagikan minuman kepada Yuri dan Kiran.
"Tidak." ucap Kiran.
"Bagaimana kondisimu Yuri," tanya Roku sambil membagikan makanan kepada mereka.
"Sudah lebih baik."
Suasana pun hening sesaat karena mereka semua sedang menikmati makanannya. Setelah makan mereka kembali memulai pembicaraan.
"Yuri apa kamu masih bisa mengikuti babak 2 penyisihan?" tanya Roku.
"Apa yang kamu bicarakan Roku!! Pasti aku akan mengikuti babak 2 penyisihan."
"Hmm...Yuri kalau aku boleh tahu, untuk apa kamu menyetujui mengikuti CMJ?" ucap Kiran ragu.
"Aku hanya ingin semua orang yang mendengar ku bermain selalu mengingatku."
"Memang kamu mau pergi ke mana?"
"Aku mungkin akan pergi jauh...jauh sekali," ucap Yuri sambil menunjuk langit.
"Kamu tidak boleh meninggalkan kami!!!" ucap mereka bersamaan.
"Hai tenang-tenang aku hanya bercanda," ucap Yuri sambil tertawa kecil.
"Kamu itu ya!!! Kebiasaan." protes Roku.
Kringg...kringg suara bel masuk berbunyi.
Kiran kemudian membuang sampah yang mereka makan tadi dan menuju bangku untuk memulai pelajaran.
-
-
-
-
-
Tinggalkan jejak ya 😀😀
KAMU SEDANG MEMBACA
Only 31 Days (COMPLETED)
Historia CortaRoku mempunyai kenangan buruk tentang musik dia bahkan berfikir akan meninggalkan dunia musik selamanya,tapi apa jadinya bila seorang anak baru di sekolahnya malah menariknya kembali pada dunia musik,bahkan mengajaknya untuk mengikuti CMJ (Competiti...
