Tragedi

22 2 0
                                        

Hai gaesss
Masih baca cerita kan? Jadi tolong tinggalkan jejak.
Voment kalian yang author butuhkan.
Voment kalian sangat berpengaruh dalam hidup aku.
Ah alay...
Ya udah voment intinya jangan lupa

Happy reading


"Man... kita udahan ya buat sore ini. Atau jika kalian ingin lanjutan juga nggak masalah. Gue udahan." ucap Saka sebagai kapten.
"Gue juga." Dicky juga.

Mereka berdua akhirnya menyusul Ashka dan Alrai ke UKS.

Alrai masih merintih kesakitan. Mengingat kaki kanannya adalah sasarannya.

Set

Ashka menempatkan Alrai di salah satu tempat tidur yang disediakan di UKS tersebut.

"Petugas... petugas Ren teman saya sedang terluka. Saya mohon obati teman saya." ucap Keila sopan.
"Disini saya tidak bisa mengobati, namun saya akan mencoba memeriksa temanmu." ucap petugas. Petugas di UKS pada hari itu yaitu perempuan yang bernama Ren. Dia bukan dari siswi melainkan seseorang yang menjadi pembina dari siswa yang juga tergabung dalam UKS. Dia orang yang handal dan anggota PMR dengan kemampuan yang sangat baik.

"Baiklah, saya akan olesi kakinya. Boleh saya tanya padamu sesuatu mengenai kakimu ini?" tanya petugas Ren.
"Ya, silahkan. Tapi..." ucapnya terputus. Alrai menengok ke temannya dengan wajah yang menunjukkan jika dia tidak ingin membahas ini selama ada temannya. Dia lalu menengok pada petugas Ren.
Petugas Ren paham mengenai raut wajah Alrai.
"Emm. Bisa kalian tinggalkan kami berdua saja?"
"Baiklah." jawab Keila. Ashka dan Keila akhirnya keluar dan merasa khawatir. Ashka keluar dari UKS dengan wajah cuek seakan tidak peduli. Namun ia sangat ingin tahu apa yang sebenarnya dibicarakan.

"Baiklah. Apakah kakimu itu pernah patah atau semacamnya? Saya rasa kamu dalam penyembuhan tulangmu." ucap petugas Ren.
"Iya benar. Saya pernah mengalaminya satu tahun yang lalu. Menurut dokter termasuk parah, namun tidak perlu diaputasi. Hanya patah saja. Dan betul ini masih dalam penyembuhan." jelasnya.
"Lalu kenapa kamu menyuruh mereka untuk keluar?"
"Saya tidak mau mereka mengetahuinya."
"Aku rasa ada bayangan bergerak dari jendela itu."

Brak

Petugas Ren membuka jendela.
"Aduhh!"
"Hei kenapa kau disini. Masuklah!"
"Saya hanya ingin duduk disini."
"Bukankah disana tersedia tempat duduk. Apa kau mengintip kami?"
"Saya, saya hanya ingin disini saja."
"Hei kamu masuklah dan ajak temanmu disana untuk masuk."

Mereka berempat masuk ke ruang UKS.

"Al, apa yang terjadi Al? Tidak ada sesuatu yang buruk kan?" tanya Dicky. Alrai masih dengan prinsipnya yang akan menjauhi Dicky. Dengan dia diam, ia yakin bahwa Dicky akan sadar betapa Oliv yang harus ia jaga, yang harus ia dampingi. Alrai berharap Dicky sadar akan hubungannya.

"Udahlah man, Alrai itu cuman ngedrama aja. Dia itu caper." ujar Ashka. Alrai hanya pasrah dengan manusia ini. Dia tahu seberapa besar dia membuat Ashka tersadar,Ashka adalah yang paling sulit. Karena hatinya yang keras seperti batu.
"Udahlah. Gue pulang aja."ucap Alrai.
"Eh Al. Sebelumnya gue minta maaf karena gue nggak bisa nganter lo pulang karena nyokap minta diantar ke bandara. Gimana kalo Ashka aja yang nganter lo pulang." jelas Keila. Alrai melongo dengan apa yang dikatakan Keila. Mengapa harus Ashka?
"Ya udah..."jawab Alrai.
"Ehh nggak bisa. Kenapa harus gue. Kan ada Dicky sama Saka."protes Ashka.
"Lo cowok bukan sih! Lo yang udah buat kayak gini si Alrai. Kalo gue minta tolong sama si Dicky, malahan dia kena isu mading lagi! Kalo Saka dia harus cepet pulang karena motornya mau dipakai sama Omnya!"Keila sangat emosi.
"Udahlah... gue pulang sendiri aja.." Alrai mencoba berdiri dan mau pulang.
"Cepet nggak lo barengi dia!!!"tegas Keila.
"Iya iya iya...." saking frustasinya akhirnya Alrai dibarengi Ashka.
Mereka akhirnya pulang.

Rahasia HatiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang