Aku, riang.
Bukan, aku senang
Rasanya bagai hati melayang.
Melambung jauh tinggi di sana.
Hilang ditelan angkasa.
Aku, lega.
Entah apapun itu, yang pasti aku bahagia.
Tak ada lagi perih dalam dada.
Aku, berkilat muka.
Segala syak yang tersimpan telah sirna.
Matamu menebuh jantungku tak terkira.
Menatapmu aku tak kuasa.
Oh, aku berlalu bagai orang dungu.
Apakah benar terjadi padaku?
Bersorak hingga terkesiap malu.
Apakah benar, oh Terunaku?
Kamu yang kutunggu.
Datang meminangku.
11/01/17
KAMU SEDANG MEMBACA
Imaji
PoetryCoba lihat situasinya. Jika dia cukup bodoh untuk meninggalkanmu dalam luka. Maka buatlah dirimu cukup pintar dengan merelakannya. Karena nyatanya, orang yang kita cinta, adalah yang lebih sering meninggalkan luka. Peak #64 Copyright©2017 Hak cipta...
