Kau, penyemu perasaan.
Jangan tanyakan aku tentang kepergian.
Tanyakan aku yang rela menunggumu tanpa kepastian.
Kau, penyilap ragu.
Jangan ajari aku tentang lila kalbu.
Ajari aku yang bodoh berharap kedatanganmu dengan lugu.
Kejam sekali.
Kau meninggalkan hati ini.
Tanpa syak, kau menambungi hati.
Kau biarkan aku memberangi diri.
Jangan lagi ...
Jangan pernah tanyakan lagi.
Kini aku telah pelajari ...
Hakikat tersengut meratapi diri.
12/01/17
KAMU SEDANG MEMBACA
Imaji
PoésieCoba lihat situasinya. Jika dia cukup bodoh untuk meninggalkanmu dalam luka. Maka buatlah dirimu cukup pintar dengan merelakannya. Karena nyatanya, orang yang kita cinta, adalah yang lebih sering meninggalkan luka. Peak #64 Copyright©2017 Hak cipta...
