Biarkan meriam itu menembus dinding
Bola panas itu akan menguak rasam
Bukan aku, atau dirinya yang penting
Namun rahasia dibalik pekikan malam
Angkasa, sendu, dan konstelasi
Coba pikir dengan seksama
Benar sudah tak terbendung lagi
Yang kau perjuangkan itu apa?
Hidup dengan hampa
Atau mati dengan keyakinan
Rasanya memang sesak di dada
Saat itu kau baru tahu rasanya
Meski melihat cahaya
Kamu tak tau apa yang akan tiba
Tak meninggalkan jejak
Menunggu perginya syak
Kans pun tak ada guna
Untuk kembali pada dunia
Begitulah hidup
Bagai udara yang kau hirup
Akan segera lepas
Lepas tak terbias
18/03/17
KAMU SEDANG MEMBACA
Imaji
PoetryCoba lihat situasinya. Jika dia cukup bodoh untuk meninggalkanmu dalam luka. Maka buatlah dirimu cukup pintar dengan merelakannya. Karena nyatanya, orang yang kita cinta, adalah yang lebih sering meninggalkan luka. Peak #64 Copyright©2017 Hak cipta...
