Perbincangan Menyedihkan

355 21 0
                                    

Apa yang gua lakukan? Kenapa? Kenapa gua kembali peduli dengan status sosialku sekarang?. Aku nggak percaya dengan semua ini. Ada apa denganku sebenarnya? Apa yang sebenarnya terjadi didalam diriku ini?"

Selang beberapa menit kemudian datang seseorang menghampiri boby yang sedang menopang kepalanya diatas meja perpustakaan.

"Bob.."
"Eh?"
"Kok kamu tau namaku?"
"Siapa sih yang kagak tau nama kamu setelah apa yang kamu lakuin tadi?"
"Eh.. Hem.. Hehe"
"Aku salut sama apa yang  lakuin tadi"
"Makasih"
"Kenapa lu murung gitu?"
"Gak papa kok kak mel.. Ngapain kak mel tanyanya begitu?"

Melody nurramdhani laksani adalah Si perpustakaan. Dia adalah orang yang diberi tanggung jawab untuk menjaga perpustakaan sekolah. Dia juga salah satu anggota geng berantakan. Mangkanya setiap ada rundingan diantara mereka. Melodylah yang mengajak geng itu untuk berunding diperpustakaan.

"Enggak kok. Yaudah kalo kamu gak papa aku pergi ngecek buku buku yang ada disana dulu. Dan dengerin hal yang satu ini. kalo ada masalah nih ya.. Sebaiknya kamu ceritakan saja hal tersebut kepada seseorang. Mungkin saja dia bisa membantumu untuk keluar dari masalah itu. Dan.. Walaupun itu tidak bisa membantumu setidaknya itu akan membuat hatimu lega karena telah melepaskan apa yang telah menjadi beban masalahmu"
"Hem.. Kak melody pasti tidak akan mengerti. Selama aku bersekolah.. Aku.. Aku tidak peduli dengan status sosialku dengan teman temanku"
"Hah? Kenapa?"
"Mereka.. Mereka selalu saja iri dengan anugerah yang tuhan miliki terhadapku. Mereka selalu saja mengejekku dan sebisa  mungkin membuatku jatuh. Dan aku merasa tertekan untuk hal semacam itu sejak aku kecil. Mangkanya mulai aku smp sampai sekarang aku belajar tidak peduli dengan apa yang mereka pikirkan tentangku. Aku tidak akan peduli dengan status yang mereka berikan padaku. Walaupun beberapa orang menganggap aku adalah teman mereka. Tetap saja aku akan menganggap dia sebagai orang asing. Mangkanya aku dengan terang terangan tadi menolak mereka untuk menjadi babuku. Kalo saja mereka menjadi babuku. Maka.. Akan ada hubungan yang terjadi diantara kita. Dan aku takut hal itu terjadi. Aku suka hidupku yang sekarang. Dan aku benci hidupku yang terlalu peduli dengan suatu hubungan"
"A.. Apa yang sebenernya kamu fikirkan itu salah bob"
"Hah! Enggak.. Enggak sama sekali kak melody. Kak melody yang salah. Karena telah salah menilaiku. Dan kak melody enggak akan tau bagaimana rasanya menjadi orang yang seperti diriku ini. Aku yakin akan hal itu karena kak melody memiliki banyak orang orang yang akan selalu peduli terhadap apa yang kak melody lakukan"
"Bob.. Plis lu kenapa sih?"
"Enggak kak mel. Kalo tadi kak mel bilang kita harus berbagi semua masalah kita kepada seseorang dengan alasan
Mungkin saja orang itu bisa membantuku untuk keluar dari masalah yang sedang aku hadapi. Dan.. Walaupun dengan begitu tidak bisa membantuku setidaknya berbagi masalah yang aku punya akan membuat hatiku lega? Tidak.. Itu tidak benar"
"Hah?
"Iya kak mel itu benar. Karena.. Aku mengerti semua orang itu sama saja. Mereka tidak akan memberi jawaban dari masalahku. Karena mereka itu sebenarnya hanya sekedar ingin tau saja tidak lebih daripada itu"
"Bob.. Plis coba nilai orang dari sisi positifnya aja"
"Susah"
"Memang susah. Tapi apa salahnya mencoba. Walaupun nantinya hasilnya tidak seperti apa yang kamu kira. Paling tidak kamu sudah berani maju. Dan kalaupun kamu mau mencoba maju lagi.. Kamu gak mungkin mau kan jatuh dilubang yang sama? Itu sebabnya mencoba adalah suatu pelajaran menjadi sesuatu yang lebih baik lagi"
"Eh.." (termenung)
"Kamu pikir semua orang sama saja kan?. Tapi nyatanya seperti yang kamu tau. Aku adalah salah satu anggota kelompok yang tergila dan terpopuler disekolah ini. Tapi.. Apa pernah aku merasa diriku tinggi karena menjadi salah satu anggota mereka? Nyatanya, aku masih mau berdiri mengemban tanggung jawab menjadi si perpustakaan disekolah ini. Jika saja orang lain menjadi aku. Mereka akan menolak mentah mentah jabatan seperti ini dan akan berharapkan jabatan yang lebih tinggi misalnya menjadi ketua osis. Jadi, itu sebabnya kamu jangan salah menilai seseorang karena setiap orang itu berbeda. Memiliki pemikiran, hati dan jalannya masing masing. Aku bersyukur memiliki mereka para sahabatku. Karena pemikiran,hati dan jalan yang mereka pilih sepertinya sudah saling keterkaitan. Jadi, jika salah satu dari mereka merasakan kesakitan, maka yang lainnya juga merasakan kesakitan juga. Dan tugasmu sekarang.. Carilah orang orang seperti yang kak melody punya ini"
"Tapi kak..."
"Apa lagi bob.. Apa yang kamu fikirkan?"
"A.. Anu.. Aku.. Merasa gugup"
"Bob.. Kamu harus belajar menjadi orang yang lebih baik. Harus! Belajar menjadi orang yang lebih baik sama kok kayak belajar pelajaran gampang gampang susah. Kalo kamu sudah paham sekarang kita kekelas yuk.. Udah mau masuk. BYE..!!"

Kakak Kelas Terindahku ShaniaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang