Flip Bottle

23 6 1
                                    

Bel sudah berbunyi lebih dari sepuluh menit yang lalu tapi orang yang ditunggu Fai masih belum muncul juga.

Fai berdiri sekitar tiga meter dari pintu kelas sambil melihat Rafi dan Fadel bermain flip bottle. Fai menghampiri.

Setelah melihat antara Rafi dan Fadel belum ada yang bisa memberdirikan botol yang di lempar itu, Fai mengambilnya sambil berkata meremehkan, khas nya ketika bercanda, "yailah. Gembel amat. Liat gue nih."

Fai tanpa ragu--ia yakin botol nya akan jatuh tidak keruan--melempar botol hingga botol tersebut jatuh dengan posisi miring.

"Tuh kan. Gue emang sejago itu."

Rafi mengejeknya sedangkan Fadel memutar bola mata.

Cewek yang meggunakan celana olahraga dengan atasan kemeja seragam itu berdiri. Fai terlalu malas untuk mengganti celana olahraganya dengan rok. Lagipula ini hari jumat, seragam yang gampang untuk dipakai, tidak perlu memasukkan kemeja ke dalam rok. Jadi kalau tiba-tiba guru datang, Fai tinggal memakai roknya.

Fai melangkah ke arah mejanya dan melihat teman sebangkunya, Rini sedang fokus mencatat. Well, Fai tahu kalau Rini sedang mencatat, guntur saat sedang hujan pun gak bakal dihiraukan.

Fai mencapai mejanya dan meminum jus alpukatnya yang tinggal setengah lalu melirik ke arah depan pintu.

Kenapa orang yang ditunggu Fai gak lewat-lewat juga, ya?

Fai melangkahkan kaki lagi, ke sekitar kelas, kemana saja. Fai gabut. Fai bosan bermain handphone. Dan Fai tidak mengantuk untuk tidur. Fai hanya ingin melihat orang yang ditunggu Fai lewat depan kelasnya.

Orang yang ditunggu Fai itu anak kelas dari kelas sebelah, XI IPS 2, sedangkan Fai kelas XI IPS 1.

Fai mengambil botol yang tergeletak di lantai, di bawah papan tulis, bekas dimainkan Fadel dan Rafi tadi.

Fai mencobanya sekali, namun tetap asal-asalan sehingga botol yang dilempar nya terlempar keluar kelas.

Sekarang Fai malas mengambilnya.

Fai mengambil penghapus papan tulis ketika melihat papan tulisnya masih ada coretan pelajaran sebelumnya, lalu menghapusnya pelan-pelan, biar bersih sampai ke akar. Kadang Fai terlalu berlebihan.

Ketika Fai melirik ke arah kiri--arah pintu, Fai melihat Dav melewati kelasnya, Fai menunggu-nunggu orang yang berada di belakang Dav. Karena, Al, orang yang ditunggu Fai, pergi bersama Dav tadi.

Dan Al lewat dan hampir terjerembab ketika menginjak botol yang tadi dimainkan Fai.

Fai menahan tawanya.

Al terkejut dan tertawa sekaligus ketika ia menginjak botol hingga suara khas botol penyek terdengar. Al menyingkirkannya dan kembali berjalan.

Fai menaruh penghapus papan tulis dan hendak mengambil botol yang diinjak Al tetapi ia tahan dan ia bersembunyi dibalik pintu ketika Al berjalan balik.

Fai mengintipnya sedikit dan melihat Al mengambil botol itu dan mengucapkan sesuatu pada temannya, mungkin Dav, yang tidak kedengaran oleh Fai.

FridayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang