Mendengar dan belajar(6)

27 4 3
                                        

Seorang pendengar yang baik mencoba memahami sepenuhnya apa yang dikatakan orang lain. Pada akhirnya mungkin saja ia tidak setuju, tetapi sebelum ia tidak setuju, ia ingin tahu dulu dengan tepat apa yang tidak disetujuinya.
-Kenneth A. Wells-


Harris(akhirnya) mendapat kesempatan masuk kedalam mansion! Marry tidak ikut bersama merek karena kata Andrew, slud tidak diperbolehkan masuk ke mansion kalau bukan hari kerja.

Sebelum Andrew masuk gerbang, ia mengucapkan sebaris kalimat yang aneh dan sepertinya susah untuk dihafal.

Eh, sebentar... sepertinya Harris pernah mendengar kalimat yang serupa dengan ini. Tapi dimana ya? Harris berpikir keras untuk mengingat. Oiya! Waktu ia bersama Darren di portal!

"WOI!!" Teriakan Andrew membuat Harris tersentak. "Oe udah panggil kamu berapa kali!? Jangan bengong, jam lima nanti oe bangun lho... Kalo kamu kan lagi libur!! Huh, enaknya jadi anak sekolah!"

Harris mengangguk, tapi dalam harinya berkata lain: Sialan, emangnya lu pikir jadi pelajar seenak itu? Coba lu jadi miskin terus nggak punya orang tua! Eh? Tiba-tiba Harris jadi penasaran kehidupan Andrew di dunia nyata...

Harris dan Andrew menyusuri taman yang sangat asri dan hijau. Banget. Harris mati-matian menahan diri untuk nggak melompat dan tidur-tiduran dirumput taman. Kalau ia memang bekerja disini, apa ia boleh tidur-tiduran di taman ini?

Dari gerbang depan ke pintu utama mansion, atau bisa disebut tamannya, memang cukup luas. Ketika mereka sampai di pintu utama, Andrew mengambil kunci lalu membuka pintu yang bercat putih bersih.

Anehnya, dibagian bawah pintu ada banyak bekas lumpur. Dan sepertinya tercetak semacam kaki burung, bedanya, ukurannya agak lebih besar.

"Ini apaan kek?" Harris mengarahkan pandangan Andrew.

"Hm? Ohh, si Blecky lagi-lagi berulah."

"Siapa?"

"Binatang piaraan kami yang baru. Oe sama Darren beli Komodo baru tahun ini, tapi si Darren mau namain komodonya 'Nicho' sedangkan oe mau menamainya 'Blecky'. Menurut kamu mana yang lebih cocok?"

"Mana kutahu, aku harus lihat komodonya dulu dong."

"Besok deh, kamu MOS tiga hari disini, kamu juga punya waktu tiga hari untuk menentukan apakah mau kerja disini. Udah tahu kelima peraturan di dunia ini kan?"

"Peraturan apaan?"Harris tidak ingat pernah diberi tahu ada peraturan segala.

"Ya ampunn!! Si Cunguk itu kerjanya nggak becus banget!! Masa peraturannya aja kamu belum dikasih tau!? Besok oe bentak-bentak tuh si Darren!" Andrew menghentakan-hentakan kaki ke tanah seakan menyalurkan kekesalannya pada tanah yang diijaknya.

"Yaudah, kita masuk dulu deh kek. Nanti aja marah-marahnya." Harris menenangkan.

Mereka masuk kedalam mansion yang dilapisi lantai marmer. Lantai marmer! Suka-suka yang buat lah...

Harris melayangkan pendangannya keseluruah rangan begitu mereka masuk ke dalam mansion. Semuanya serba mewah, lampunya, pajangannya, lantainya.... Ruangan pertama belum ada apa-apa kecuali pajangan dan beberapa bangku. Diujung ruangan ada tangga yang mengarah kekedua sisi, namun berujung sama.

 Diujung ruangan ada tangga yang mengarah kekedua sisi, namun berujung sama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ada lima peraturan disini." Andrew berbicara sambil menatap i-phonenya yang sepertinya ia dapat dari dunia nyata. "Yang pertama, setiap workers yang bekerja disini diwajibkan membayar 5% dari panghasilan kepada pemerintah."

"Yang kedua, selain workers, tidak ada makhluk biasa yang boleh mengetahui tentang dunia ini atau apa yang dikerjakan disini. Mereka tidak diperbolehkan mengetahui tentang pil waktu.

Yang ketiga, kalau ada workers yang memulai pertikaian dengan workers lain hingga menimbulkan keributan di pusat kota, akan dihadapkan ke para elites untuk dihakimi.

Yang keempat, tidak ada efek pil atau magus yang bertahan selamanya disini. Jikalau ada, yang memproduksinya akan dihakimi sesuai peraturan yang ada.

Terakhir, tidak ada pil yang mengatur waktu selain pil waktu. Workers tidak diperkenankan melihat masa depan atau mengubah masa lalu yang telah ada."

Harris mendengarkan dengan penuh perhatian sementara mereka berjalan menyusuri ruangan. "Elites itu apa kek?"

"Pokoknya itu yang menjaga keamanan disini. Semacam penegak hukum disini, biasanya elites terdiri dari orang-orang kepercayaan Halimatheus dan Megallirhio yang mendirikan tempat ini. Jadi sangat jarang mereka menentang hukum. Kita menyebut Halimatheus dan Megallirhio sebagai 'Penatua'."

"Oiya kek, Megallirhio itu nama pulau di sebelah kita kan?"

"Iye,"

"Apa kita nggak boleh kesana?"

"Mereka menghasilkan mimpi baik, kita menghasilkan mimpi buruk. Tidak baik kalau kita bertemu, lagian ada pelindung disekeliling pulau. Oe aja masih belum tau cara melewatinya."

"Memangnya nggak ada peraturan tentang pelindung?"

"Kamu harus baca undang-undang disini, yang tadi kan cuma lima peraturan dasar."

Harris terdiam. Kalau memang ia menerima pekerjaan disini, ia akan menghasilkan mimpi buruk bagi orang-orang. Apakah ini menjadikan dirinya seorang antagonis?

"Jangan pikir kamu jadi tokoh jahat kalau kerja disini ya!" Andrew mengatakan jelas apa yang ada dipikiran Harris.

"Nggak papa Harr, mimpi buruk juga diperlukan orang kok. Kadang-kadang mimpi buruk bisa membuat kita sadar akan kabaikan yang kita punya."

. . .

Mereka sampai di ruangan yang bertuliskan 'Ruang Kerja Andrew'. Disebrang ruangan itu, ada satu pintu lagi b ertuliskan 'Darren'. Mantabzz... Ruangan pribadi!

Andrew memutar kunci untuk membuka pintunya, Harris mengikuti Andrew masuk kedalam ruangan. Hanya satu kata yang terlintas di dalam kepala Harris ketika melihat ruangan Andrew.

Berantakan.

Buku-buku berserakan kemana-mana. Botol-botol pil berhamburan, ada yang dibawah kolong lemari, ada yang berserakan di lantai, ada juga yang tersembunyi disudut ruangan.

Di tengah-tengah ruangan terdapat satu bola melayang berwarna biru muda. Bola itu terlihat seperti bola yang terdapat pada dukun-dukun dan peramal, bedannya ukurannya bisa tiga atau empat kali lebih besar.

"Di sini, oe buat mimpi buat orang-orang."

Harris terpana, bola itu seperti menguarkan aura biru seperti aurora yang ada di kutub Utara. Harris tidak sabar untuk mulai belajar!

Pabrik ImpianTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang