CHAPTER 7

1.5K 163 9
                                    

Suho berjalan menuju singgasana 3 Dewa Terkuat dengan raut wajah marah dan kaki yg dihentakkan dengan keras kelantai. Ia menghampiri Kyungsoo yg sedang duduk santai disinggasananya

"NEO!!!!!" Teriak Suho marah

Kyungsoo menoleh dan menatap Suho datar, "Ada apa?? Apa kau ada keperluan denganku??"

"Jangan berpura-pura tidak tahu, Kyungsoo-ah!!!! Kau yg menyuruh Minotaur untuk menyerang putraku dan Irene bukan?? Dan kau juga yg menyuruh Minotaur untuk melenyapkan Irene!!!! Kau benar-benar keterlaluan!!!" sahut Suho geram

"Hmm?? Putramu?? Maksudmu seorang bocah laki-laki bernama Sehun? Aku tidak tahu apa maksudmu, saudaraku. Tapi yg pasti, aku tidak melakukan apapun pada kedua manusia itu" jawab Kyungsoo tenang

"JANGAN BERBOHONG!!! CEPAT KEMBALIKAN IRENE ATAU KAU AKAN BERHADAPAN LANGSUNG DENGANKU!!!!" Ancam Suho tajam

"Wooohh... Tenang saudaraku.. Jangan marah-marah begitu hanya karena seorang wanita.." sahut Kyungsoo sambil menyeringai

"AKU SEDANG TIDAK BERCANDA!!! INGAT ITU!!! KUBERI WAKTU 3 HARI UNTUK KAU MENGEMBALIKAN IRENE KE DUNIA MANUSIA!!!" balas Suho sambil menatap Kyungsoo tajam

Kyungsoo hanya menatap balik Suho dengan tatapan datar dan tampak acuh dengan semua ancaman Suho. Sementara Suho, ia kembali berjalan menjauhi singgasana Kyungsoo dan keluar dari ruangan tersebut.

.

.

Eunggg...

Sehun mengerang pelan dan perlahan-lahan matanya mulai mengerjap dan terbuka pelan. Saat kesadarannya mulai pulih, ia menoleh kesamping tempat tidurnya dan melihat ada seorang namja berlesung pipi sedang membuatkan sebuah minuman seperti coklat

"Ohh kau sudah sadar??" Tanya namja itu sambil tersenyum

"Kau berada di Perkemahan, Sehun. Oh ya, apa yg kau curi? Sebaiknya kau cepat mengembalikannya sebelum semuanya semakin kacau. Kau hanya punya waktu beberapa minggu saja untuk mengembalikannya" sahut namja itu pelan

"Nde?? Apa maksud...."

Cklekkk...

Sebelum Sehun bertanya lebih lanjut, pintu ruangan tempatnya berada terbuka lebar dan masuklah seseorang yg sangat Sehun kenal akrab. Ya, sosok itu adalah Chanyeol yg penampilannya sangat berantakan dengan mengenakan celana jeans biru, sepatu Converse dan kaus berwarna jingga cerah yg bertuliskan 'PERKEMAHAN BLASTERAN'. Dan Chanyeol yg ia lihat bukanlah Chanyeol separuh manusia-separuh kambing. Dan saat Sehun menoleh kesamping tempat tidurnya lagi, namja berlesung pipi itu sudah tidak ada. Kemana perginya namja itu? Apa mungkin tadi hanya halusinasi Sehun saja?

"Kau sudah baik-baik saja?" tanya Chanyeol pelan

Sehun terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Chanyeol. Ia sibuk mengamati ruangan dimana dirinya berada sekarang. Ruangan ini lebih lebih bagus dari kamarnya atau mungkin apartemennya. Dan kasur yg Sehun naiki juga lebih nyaman dan empuk daripada kasurnya sendiri

Sehun jadi berpikir jika ia hanya bermimpi buruk. Mungkin eommanya tidak lenyap dan baik-baik saja. Ia masih berlibur dan Chanyeol mengikutinya. Dan entah kenapa ia bisa berada diruangan asing ini. Tapi detik berikutnya, perkataan Chanyeol membuat dirinya tercekat

"Gomawo, kau sudah menyelamatkan nyawaku. Seharusnya akulah yg menyelamatkanmu. Oh ya.. Ini ambillah.." ucap Chanyeol pelan sambil meletakkan sebuah kotak dipangkuan Sehun

"Apa ini?" tanya Sehun bingung

"Kau buka saja sendiri" jawab Chanyeol

Sehun menatap kotak pemberian Chanyeol dengan bingung. Ia membuka kotak itu dengan ragu dan matanya langsung terbelalak lebar saat didalam kotak tersebut terdapat tanduk banteng berwarna hitam-putih dan diujung tanduk tersebut terdapat darah yg sudah mengering

THE DEMIGOD: OH SEHUNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang