#4 Opposites

639 94 2
                                        

a story by minseokmyass

www.asianfanfics.com/story/view/1016240/polar-mingyu-seventeen-meanie-wonwoo-meaniecouple

.

.

.

Suara pintu kelas yang dibanting memenuhi seisi kelas dengan keheningan yang menegangkan. Wonwoo menatap Jun, yang masih memulihkan dirinya setelah menerima pukulan Mingyu. Junhui mengusap ujung bibirnya yang mulai berdarah akibat pukulan tadi. Beberapa saat setelah suara pintu dibanting, suara lain kembali memenuhi kelas. Kali ini, suara kursi yang bergesekan dengan keramik lantai. Suara itu datang dari bangku paling ujung; bangku Minghao. Minghao bangkit dari kursinya, dan dengan cepat mengejar temannya yang baru saja diskors. Guru matematika mereka memanggil nama anak berambut biru permen karet itu, yang diabaikan oleh anak baru tersebut. Minghao berlari keluar kelas, dan menuju koridor. Lalu, guru mereka meninggalkan kelas untuk pergi menuju Ruang Kepala Sekolah untuk memberitahu kalau 2 murid pergi meninggalkan kelasnya. Dengan dorongan kuat, Wonwoo sudah hampir akan berlari mengejar Mingyu, sebelum dihentikkan Jun yang berdiri di hadapannya. Wajah babak belur Ketua Kelas dengan cepat berada di tangan Jun. Jun memegang wajahnya dengan tegas, tapi tidak terlalu keras, memastikan tangannya tidak melukai wajahnya. Ia mengamati, seperti apa yang Mingyu lakukan malam sebelumnya. Mengingat kejadian kemarin, Wonwoo dengan cepat melepaskan tangan temannya, wajahnya menghangat karena malu, tapi lalu rasa marah menguasainya.

"Ya. Kenapa kau seperti ini?" Jun berkata, sepenuhnya tahu apa alasan Wonwoo seperti itu, tapi mencoba bersikap seperti tidak tahu apapun. Wonwoo menatap pria di depannya tepat di matanya.

"Kenapa kau seperti ini?" Wonwoo menjawab dengan pertanyaan lain, dengan nada yang serius.

Jun melangkah ke samping, dan mencoba untuk mencairkan suasana dengan nada yang tidak serius,

"Seperti apa? Apa ini tentang yang kemarin? Wonwoo-ya, ciuman itu tidak ada artinya, tidak ada perasaan apapun dibaliknya, aku hanya penasaran-" Jun mencoba berbohong tentang situasi malam kemarin. Tentu saja Junhui benar-benar memiliki perasaan kepada sahabatnya, tapi tidak mungkin ia mengakuinya saat ini. Ia masih ingin mempertahankan harga dirinya setelah kemarin ditolak.

"Bukan tentang itu." Wonwoo memotong pperkataan Jun.

"Lalu, apa maksudmu?" tanyanya.

Wonwoo bergerak mendekat ke arah Jun, dan membawa wajahnya semakin dekat ke wajah Jun. Ia lalu menunjuk ke arah pintu yang dilalui Mingyu untuk keluar, dan berkata dengan suara rendah penuh kemarahan,

"Kau pikir kau siapa, menuduh Mingyu melakukan ini padaku?"

Jun menatap sahabatnya, terkejut. Selama 3 tahun persahabatan mereka, Wonwoo dan Jun tidak pernah terlibat dalam pertengkaran serius. Kepribadian mereka sangat cocok satu sama lain, sehingga mereka jarang berbeda pendapat atau berselisih. Tapi, akan selalu ada yang pertama untuk segala sesuatunya.

"Wonwoo, tenang... aku hanya khawatir-"

Sekarang, Wonwoolah yang memotong pembicaraan mereka. Ia harus menjelaskan maksudnya, ia tidak peduli kalaupun ia harus marah pada sahabatnya.

"Tenang?" Wonwoo secara tiba-tiba menarik kerah seragam Jun, seperti yang dilakukan Jun pada Mingyu.

"Bagaimana denganmu, huh? Menuduh Mingyu melakukan sesuatu yang bahkan tidak dia lakukan. Menariknya seperti ini, meskipun dia tidak melakukan apapun selain membantuku, ketika kau tidak bisa ada di sana."

Polar ; meanieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang