Bab 7

11K 1.2K 83
                                        

Ini hanya malam biasa seperti malam sebelumnya, tapi entah mengapa bagi Yoongi, Jimin terlihat makin manja dari hari-hari sebelumnya.

Pemuda imut dengan surai dark brown itu entah kenapa selalu memeluk Yoongi saat tidur, menyembunyikan wajahnya di dada Yoongi, lalu mengusak-usak wajahnya disana.

Sebenarnya Yoongi biasa saja, hanya saja...

Yaampun! Jantungnya serasa mau copot! Apalagi kalau Jimin tiba-tiba mendongak menghadap wajahnya, lalu senyuman mengembang lebar dengan manis di bibirnya.

Yoongi lemah, Yoongi sudah tidak kuat lagi.

Seperti saat ini, mereka berdua sedang asik mendengarkan lagu saat tiba-tiba Jimin duduk di pangkuan Yoongi.

Pemuda imut itu terkekeh pelan melihat wajah terkejut Yoongi, lalu Ia menyandarkan kepalanya di dada Yoongi. Berlaku seolah-olah itu bukanlah hal yang patut dipermasalahkan.

Tapi untuk Yoongi, itu adalah sebuah masalah. Iya tentu saja masalah, bokong Jimin yang sintal dan berisi itu, menggesek kejantanannya dengan perlahan. Membuatnya menahan geraman dengan sekuat tenaga.

Sebenarnya Yoongi sudah lama memiliki pikiran mesum untuk....

"Renggut saja keperawanan lubang itu, toh dia milikmu"

Tapi dia masih waras! Dia menyayangi Jimin, jadi setidaknya dia harus meminta izin dulu pada si pemilik lubang untuk masuk ke lubangnya.

"Jimin?" Yoongi dengan perlahan memainkan rambut pemuda itu, membuatnya menggerung.

Jimin mendongak, lalu tersenyum sangat lebar. Yoongi balas tersenyum, lalu mencium kening pemuda itu.

"Ada apa? Kenapa manja seperti ini?" Ucap Yoongi diatas rambut Jimin. Tangannya tidak berhenti mengelus rambut pemuda itu.

Aku tidak tahu, aku nyaman berada di pelukan hyung. Aku suka.

Yoongi terkekeh melihat alasan Jimin, pemuda itu dengan perlahan menarik dagu Jimin, mendekatkan wajahnya ke arah wajah Jimin.

"Kau tahu, kalau kau seperti ini. Aku tidak bisa menahannya lagi." Yoongi berucap diatas bibir Jimin, membuat Jimin menutup matanya, senyuman tidak luntur dari bibir pemuda imut itu.

Dengan berani, Jimin melingkarkan kedua lengannya di leher Yoongi. Lalu pemuda itu berbisik di sebelah telinga Yoongi.

"C-cium a-aku h-hyung. B-biarkan s-saja i-i-itu l-lepas. A-aku t-t-tidak a-a-akan m-menahanmu."

Maka dengan itu, Yoongi segera mencium bibir tebal Jimin, melumat belah bibir itu dengan perasaan senang.

Kedua lengannya berada di belakang tubuh Jimin, mengurung pemuda itu dalam dekapan hangat yang memanjakan.

Tidak sampai disitu, bibir Yoongi kini turun ke leher Jimin, mencium leher Jimin dengan mulut terbuka, lalu Ia tidak lupa untuk membuat tanda disana.

Jimin membuka mulutnya, tidak ada satupun suara keluar dari sana. Tapi dari ekspresi pemuda imut itu, Yoongi tahu.

Jimin menikmatinya.

Maka dengan perlahan Yoongi melepas sweater merah yang dipakai oleh Jimin, lalu melemparnya ke ujung ruangan.

"Kau cantik Jimin, sangat cantik" Ucap Yoongi sambil mengusap pipi chubby pemuda itu.

Jimin tersenyum mendengar perkataan Yoongi. Lalu Ia mulai menahan nafas ketika Yoongi dengan perlahan mengecupi perutnya.

Nafasnya terdengar makin berat, apalagi ketika Yoongi mulai membuka celana tidurnya.

Yoongi terkekeh pelan, lalu Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.

"Tidak sekarang." Ucap Yoongi sambil memeluk Jimin. "Tidak sekarang karena aku tahu kau belum siap. Selamat malam Jiminie" ucap Yoongi sambil mencium kening pemuda imut itu.

________________
Another update because

I'm not gonna be active for awhile.

There's a rude people out there want to pick a fight with me and I'm so ready to kick their ass.

SUGA(r) DADDY ↔ Yoon.MinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang